PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Jumat, 13 Desember 2019

Halaqah - 59 Pengkhianatan Ka’ab bin Al-Asyraf Terhadap Perjanjian

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  13 Desember

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-59 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Pengkhianatan Ka’ab bin Al-Asyraf Terhadap Perjanjian

Ka’ab bin Al Asyraf bapaknya adalah orang Arab dan ibunya adalah orang Yahudi dari Bani Nadhir, dia adalah seorang tukang syair yang sangat memusuhi dan membenci islam. Menangnya kaum muslimin diperang Badr pada tahun 2 Hijriyah memicu kemarahannya, dia mendatangi kota Mekkah mencela Nabi ﷺ dan menyemangati orang-orang kafir Quraisy untuk berperang membalas kekalahan mereka diperang Badr
Ketika kembali ke Madinah maka Ka’ab bin Al Asyraf merayu wanita-wanita kaum muslimin dengan syair-syairnya maka Nabi ﷺ memerintahkan supaya Ka’ab dibunuh

Al Imam Al Bukhari didalam shahih nya telah menyebutkan kisah dibunuh nya Ka’ab bin Al Asyraf

Ringkas nya bahwa Muhammad bin Maslamah Al Anshariy menunjukkan kesiapannya dalam melaksanakan perintah Nabi ﷺ dan beliau meminta izin untuk menggunakan tipu daya, maka Nabi ﷺ mengijinkan karena Ka’ab sudah menjadi Muharib, yaitu memerangi kaum muslimin, sehingga halal darahnya

Maka Maslamah mendatangi Ka’ab dengan Pura-pura ingin berhutang kurma untuk diserahkan kepada Nabi ﷺ dan dia berpura-pura menunjukkan kebenciannya kepada Nabi ﷺ Maka Ka’ab pun meminta sebuah tanggungan berupa wanita-wanita atau anak-anak, maka Muhammad meminta maaf tidak bisa memberikan tanggungan dengan wanita atau anak-anak, dia menawarkan supaya tanggungan tadi berupa senjata, Ka’ab pun menyetujui

Datanglah Muhammad bersama Abu Nailah (dia adalah saudara sepersusuan dari Ka’ab bin Al Asyraf) ditambah 3 orang shahabat yang lain, mereka pun memanggil Ka’ab dan berjalan lah Ka’ab bersama mereka, kemudian mereka pun membunuh Ka’ab bin Al Asyraf dengan pedang-pedagang mereka

Orang-orang Yahudi tidak terima dengan apa yang terjadi, maka Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Ka’ab telah mengkhianati perjanjian karena dia menghina Nabi ﷺ sebagai kepala negara dan karena Ka’ab telah dekat dengan musuh-musuh kaum muslimin, bahkan mendorong mereka untuk berperang melawan kaum muslimin

Adapun membunuh Ka’ab dengan tipu daya maka ini diperbolehkan, karena Ka’ab adalah seorang yang memerangi dan perang adalah sebuah tipu daya sebagaimana dalam hadits

Maka takutlah setelah itu orang-orang yahudi dan orang-orang musyrikin dan Nabi ﷺ akhirnya mengajak mereka untuk menulis kembali perjanjian supaya menguatkan perjanjian yang sudah dilakukan sebelum perang Badr

Demikian yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullah Roy
Di kota Jember

Proudly Powered by Abu Uwais