PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Jumat, 13 Desember 2019

Halaqah - 62 Disyariatkannya Jihad Fisabilillah

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  13 Desember

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-62 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Disyariatkannya Jihad Fisabilillah

Yang dimaksud dengan Jihad didalam syariat Islam adalah

1. Berperang dijalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah

Jihad tidak disyariatkan di Mekkah karena saat itu kaum muslimin sedikit dan lemah yang diperintahkan saat itu adalah bersabar, menambah keimanan, menjaga ibadah, berdakwah dan tidak diperintahkan untuk mengangkat senjata dan melawan kaum musyrikin

Saat itu mereka masih hidup bersama orang-orang musyrikin tidak memiliki tempat khusus untuk pasukan, yang mereka miliki hanyalah Darul Arqam sebagai tempat untuk mempelajari agama Islam dan ini adalah bagian dari hikmah di dalam dakwah, seandainya saat itu sudah disyariatkan jihad niscaya orang-orang islam akan di habisi semenjak awal munculnya

Ketika kaum Muslimin berhijrah ke kota Madinah memiliki kekuatan dan kemampuan baik jumlah pasukan maupun senjata dan mereka memiliki daerah sendiri barulah disyariatkan jihad dan tahap pertama disyariatkannya jihad adalah izin untuk membela diri

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

”Di izinkan bagi orang-orang yang diperangi karena mereka di dzhalimi sesungguhnya Allah mampu menolong mereka” (Surat Al-Hajj : 39)

2.  Di izinkan kaum muslimin berperang untuk membela diri dan aqidah

sebagaimana firman Allah

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

”Dan perangilah dijalan Allah orang-orang yang memerangi kalian dan janganlah kalian berlebihan, Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang berlebihan” (Surat Al-Baqarah : 190)

3. Di perintahkan kaum muslimin untuk memerangi orang-orang musyrikin dan memulai didalam berperang supaya semakin tersebar aqidah Islamiyah tanpa di halang-halangi

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى  berfirman


وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ

”Dan perangilah mereka sehingga tidak ada kesyirikan dan jadilah agama ini semuanya milik Allah” (Surat Al-Anfal : 39)

Dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman


كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

”Telah diwajibkan atas kalian berperang dan dia adalah sesuatu yang kalian benci dan terkadang kalian membenci sesuatu padahal dia adalah lebih baik dari kalian dan terkadang pula kalian mencintai sesuatu dan dia adalah jelek bagi kalian dan Allah mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui” (Surat Al-Baqarah : 216)

Jihad disyariatkan sampai hari kiamat, Rasulullah ﷺ mengatakan

مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ

Barangsiapa yang meninggal dunia dan dia tidak berjihad dan tidak meniatkan dalam dirinya untuk berjihad maka dia meninggal diatas cabang kenifaqan (HR Muslim)


Hukum berjihad adalah fardhu kifayah kecuali apabila negeri kaum muslimin diserang oleh musuh maka dalam keadaan demikian wajib atas semuanya untuk membela

Jihad sebagaimana ibadah-ibadah yang lain memiliki hukum-hukum, aturan-aturan sebagaimana dalam ilmu fikih kapan disyariatkan, kapan tidak, apa syarat-syaratnya, apa rukun-rukunnya, siapa yang dihalalkan darahnya dan siapa yang di haramkan darahnya, maka kewajiban seseorang adalah mempelajari agama Allah عَزَّ وَ جَلَّى dan tidak beramal kecuali berdasarkan ilmu

Demikian yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullah Roy
Di kota Jember

Proudly Powered by Abu Uwais