PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Rabu, 11 Desember 2019

Kajian 121 | Hadits-Hadits Yang Berhubungan Dengan Jual-Beli

by Rory Rachmad  |  in Matan Abu Syuja' at  11 Desember

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 02 Rabi’ul Awwal 1441 H / 30 Oktober 2019 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., M.A.
📗 Matan Abū Syujā' | JUAL BELI (كتاب البيوع)
🔊 Kajian 121 | Hadits-Hadits Yang Berhubungan Dengan Jual-Beli
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FZ-H121
〰〰〰〰〰〰〰

HADITS-HADITS YANG BERHUBUNGAN DENGAN JUAL BELI


بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita lanjutkan pada poin yang berikutnya:

⑸ Dorongan untuk banyak bersedekah bagi orang yang bermuamalah atau para pedagang. Tujuannya adalah untuk menghapus atau sebagai kafarah terhadap apa yang terjadi.

Hal ini berdasarkan sabda Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

يا معشرَ التُّجَّارِ إنَّ البيعَ يحضرُهُ الحلِفُ واللَّغوُ فشوبوهُ بالصَّدقةِ

"Wahai pada pedagang, sesungguhnya jual beli ini di dalamnya ada sumpah, canda tawa yang berlebihan, kemudian ada hal lain aib dan lain sebagainya maka hilangkanlah dengan sedekah."

Dalam lafazh lain:

يا معشرَ التُّجَّارِ ! إنَّ الشَّيطانَ والإثْمَ يحضُرانِ البيعَ ، فشوبوا بيعَكُم بالصَّدقةِ

“Wahai para pedagang, sesungguhnya syaithān dan dosa itu ada pada jual beli, maka hilangkanlah dengan sedekah."


⑹ Dorongan agar kita menulis hutang dan juga jumlahnya serta saksi apabila perdagangan tersebut tidak tunai.

Dan ini merupakan perkara penting dan banyak dilupakan oleh kaum muslimin bahwa dalam bermuamalah adalah penting untuk saling mencatat agar tidak terjadi khilaf.

Oleh karena itu Allāh Ta'āla berfirman:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى فَٱكْتُبُوهُ ۚ

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian berhutang (bermu’amalah tidak secara tunai) untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.” (QS Al Baqarah: 282)

Yang dimaksud  muamalah di sini termasuk hutang piutang dan transaksi jual beli. Penting dicatat supaya masing-masing memiliki catatan (dokumen) sehingga tidak ada khilaf setelah itu.


⑺ Dorongan untuk bersikap wara' dan meninggalkan perkara yang subhat.

Jika ada perkara-perkara yang subhat maka tinggalkanlah, karena itu lebih baik bagi agama seseorang.

Dari Nu'man bin Bashīr radhiyallāhu 'anhu berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِى الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِى الْحَرَامِ كَالرَّاعِى يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ

“Sesungguhnya yang halal itu jelas, sebagaimana yang haram pun jelas. Di antara keduanya terdapat perkara syubhat yang masih samar yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang._

Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka ia telah berlepas diri dari perkara shubhat tersebut, menyelamatkan agama dan kehormatannya._

Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia bisa terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada pengembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, setiap raja memiliki batasan, dan batasan (larangan) Allāh di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya." (Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri nomor 2051 dan Muslim nomor 1599)

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

"Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)"

(Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri nomor 52 dan Muslim nomor 1599)

Artinya hati seorang itu bisa menjadi hakim apabila hati itu baik maka akan baik secara keseluruhan dan apabila buruk maka akan buruk secara keseluruhan.


⑻ Dorongan untuk menginggat Allāh Subhānahu wa Ta'āla (berdzikir kepada Allāh) dipasar maupun di tempat-tempat kelalaian.

Karena pada umumnya perdagangan itu melalaikan, sehingga Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam senantiasa mengingatkan agar berdzikir mengingat Allāh.

Ingat pada esensi jual beli tersebut. Jual beli bisa menjadi ibadah dan bisa juga menjadi maksiat tergantung bagaimana kita melihat. Tatkala kita berkeinginan untuk menipu orang maka menjadi dosa, tetapi tatkala kita ingin memberikan keberkahan bagi banyak orang maka menjadi pahala.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ دَخَلَ السُّوق فَقَالَ : لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير، كَتَبَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ – وفي رواية: وبنى له بيتاً في الجنة –

Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (dzikir):

"Tiada sembahan yang benar kecuali Allāh semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, di Tangan-Nyalah segala kebaikan dan Dia maha mampu atas segala sesuatu”

Maka Allāh akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan dan meninggikannya satu juta derajat – dalam riwayat lain: dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.

(Hadits hasan riwayat At Tirmidzi (no. 3428 dan 3429), Ibnu Majah (no. 2235), Ad Daarimi (no. 2692) dan Al Hakim (no. 1974) dari dua jalur yang saling menguatkan. Dinyatakan hasan oleh Imam Al Mundziri (dinukil oleh Al Mubarakfuri dalam kitab “’Aunul Ma’bud” 9/273) dan Syaikh Al Albani dalam kitab “Shahihul jaami’” (no. 6231).

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla memudahkan kita dan kita akan lanjutkan In syā Allāh.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
_________


    Popular Post

Proudly Powered by Abu Uwais