PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Jumat, 10 Januari 2020

Muqaddimah kitab, pengertian Aqidah, salaf, dan ahlussunnah

by Rory Rachmad  |  in Prinsip-prinsip Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah at  10 Januari

بسم الله الرحمن الرحيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
الحمد لله وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ ابن عبد الله وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمنْ وَالَاهُ 
اَمَّا بَعْدُ

Para ikhwan dan akhwat yang dimulilakan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى ini adalah bagian pertama dari silsilah pembahasan aqidah ahlussunnah wal jamaah yang merupakan muqaddimah dari ringkasan kitab albidayah wa nihayah, sengaja saya akan memberikan muqaddimah terkait pokok-pokok aqidah ahlussunah terlebih dahulu sebelum mulai membahas mengenai ringkasan dari kitab albidayah wan nihayah, 

Thayyib (baiklah) karena kita ingin berbicara tentang aqida, tentang ahlussunah, tentang  al jamaah maka kita akan definiskan terlebih dahulu istilah-istilah ini

secara bahasa al 'aqidah itu berasal dari kata عقد – يعقد yang artinya mengikat dengan kuat, mengokohkan, sehingga 'aqidah artinya ikatan yang kuat itu secara bahasa

Adapun secara istilah 'aqidah artinya keimanan yang teguh dan pasti yang tidak ada sedikitpun keraguan, pada orang yang meyakininya, kalau kita gabungkan aqidah dengan islam itu menjadi aqidah islam, keyakinan islam maka bisa kita maknai dengan keimanan yang teguh kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى  terkait dengan apa-apa yang Allah wajibkan baik meliputi tauhid dari segi rububiyahnya Allah, dari segi uluhiyahnya Allah maupun dari segi asma dan sifatnya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى demikian pula keimanan tentang para Malaikatnya, Rasul-rasulnya, Kitab-kitabnya, hari Kiamat dan juga tentang takdir yang baik maupun yang buruk

ini adalah cakupan dari aqidah islam, alias meliputi rukun iman yang enam, termasuk didalamnya yang menjadi turunan dari rukun iman yang enam ini, berkaitan dengan perkara-perkara ghaib, berita-berita tentang umat masa lalu atau apa yang akan terjadi kemudian diakhir zaman tentang jannah, tentang Nar (neraka), dan berbagai aturan syariat lainnya baik terkait perkara ilmiyah maupun perkara amaliyah ini adalah bagian dari aqidah islam

Istilah lain yang sering kita dengar dalam bab aqidah adalah as-salaf, kita bicara tentang aqidah sesuai dengan pemahaman salaf, siapakah yang dimaksud dengan as-salaf itu, secara bahasa as-salaf itu artinya yang sudah lewat (lampau) yang terdahulu, adapaun secara istilah as-salaf adalah generasi awal dari umat ini yang meliputi para sahabat Rasulullah ﷺ  dari kalangan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, baik dari kalangan at-tabi'in, tabi'ut tabi'in  maupun para imam, tokoh-tokoh ulama kaum muslimin yang mengikuti jejak mereka, semua yang mengikuti jejaknya para salaf, mengikuti aqidah dan manhaj para salaf, setiap orang yang mengikuti para salaf itu secara bahasa dinamakan salafiy, karena menisbatkan dirinya kepada as-salaf ash-shalih

istilah berikutnya adalah ahlussunnah wal jamaah, apa yang dimaksud dengan ahlussunnah wal jamaah  adalah setiap (semua) orang yang berada diatas jalan hidup nabi dan para sahabatnya berada diatas pedoman hidup Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, cara beragamanya rasulullah ﷺ dan para sahabatnya kalau ada orang yang berjalan dan mengikuti cara beragamanya Rasulullah dan para sahabatnya maka dialah ahlussunnah wal jamaah

Dinamakan ahlussunnah karena keteguhan mereka dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ ahlinya sunnah, jadi mereka benar-benar mencintai sunnah Rasulullah ﷺ memperjuangkan, mempelajari, mendakwahkankan, membela, menghafal, mengamalkan, alhasil mereka demikian akrab dengan sunnah Rasulullah ﷺ demikian cinta dengan sunnah Rasulullah ﷺ

Sunnah itu menjadi ciri khas mereka, mewarnai kehidupan mereka baik sebagai invidu kehidupan sosial mereka, kehidupan bernegara mereka, berbisnis mereka itu namanya ahlussunnah dan sunnah yang dimaksud bukan sesuatu yang hukumnya sunnah namun ajaran Rasulullah ﷺ itu sendiri secara keseluruhan (total)  ini adalah sunnah, terlepas dari apakah secara fiqih dia hukumnya sunnah ataukah wajib ataukah yang lain

sunnah Rasulullah ﷺ artinya ajaran rasulullah, ahlussunah berarti orang yang sangat cinta, sangat terikat, sangat tekun dalam mempelajari, mengamalkan dan mendakwahkan ajarannya Rasulullah ﷺ ada diantara ajaran Rasulullah ﷺ itu yang hukumnya wajib tentunya, ada juga yang hukumnya mubah (dibolehkan) ada yang dianjurkan/disunnahkan, ada yang makruh ada yang haram,

Apa yang Rasulullah ﷺ larang pada dasarnya hukumnya haram ada juga yang makruh, apa yang Rasulullah ﷺ perintahkan pada dasarnya hukmnya wajib namun ada juga yang hukumnya mustahab (dianjurkan) dan ada yang sifatnya tengah-tengah, tidak ada perintah, tidak ada larangan alias mubah (boleh) ini semua adalah bagian dari ajaran Rasulullah ﷺ alias bagian dari sunnah Rasulullah ﷺ

Mereka juga digelari dengan al jamaah (ahlussunnah wa al jamaah) mengapa? karena mereka adalah orang-orang ysng berkumpul diatas kebenaran dan tidak berpecah didalam agama mereka, berjamaah disini artinya berjamaah secara ideologi (pemikiran, aqidah) walaupun hanya seorang diri ditengah-tengah masyarakatnya

istilah ahlusnnah wal jamaah itu bukan berarti dia berkumpul secara fisik disatu tempat, harus bareng-bareng disetiap tempat tidak demikian akan tetapi al jamaah adalah jama'atul adzkar wal adyan (berjamaah dari segi pemikiran dan agama) artinya orang yang berpegang teguh dengan manhajnya Rasulullah ﷺ dan para sahabat berarti secara ideologi orang ini bersatu dengan Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya walaupun secara fisik tidak pernah bertemu

Inilah yang lebih ditekankan ketika kita berbicara tentang al jamaah, jadi berjamaah secara ideologi (pemikiran) pemahaman agama, pengamalan agama ini yang dimaksud dengan al jamaah walaupun dia hanya sendirian didaerah tersebut, pada hakikatnya dia bersatu dengan para pendahulu umat ini

Kemudian mereka juga tidak berpecah belah, tidak suka berbuat firqah (perpecahan) dan perpecahan hakikatnya adalah ketika seseorang menyelisihi apa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, siapa saja yang keluar dari manhaj Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, keluar dari cara agama Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya berarti dialah yang memecah belah, dialah yang menimbulkan perpecahan karena pada dasarnya umat ini diawal kelahirannya adalah umat yang satu, tidak ada selain mereka yang mengikuti Rasulullah ﷺ

Perpecahan itu baru muncul di kemudian hari, ada yang menyempal dari tubuh umat ini, ada yang menjadi firqah khawarij, mu'tazilah, syi'ah, murji'ah, jahmiyyah, sufiyyah dan lain-lain

Sehingga apabila dikatakan ahlussunah wal jamaah, maka berjamaah ini artinya tidak menyempal dari ajaran agamanya Rasulullah ﷺ siapapun yang mengajak untuk kembali kepada manhaj Rasulullah ﷺ dan para sahabat berarti dia mengajak untuk bersatu dan siapa yang tidak mau diajak untuk kembali kesana, berarti dialah yang berpecah belah pada hakikatnya seperti itu

Jadi mereka berkumpul diatas kepemimpinan yang benar, ini juga pengertian lain dari al jamaah manakala disuatu daerah (wilayah) kaum muslimin memiliki seorang pemimpin diantara mereka, maka salah satu pengertian al jamaah adalah dengan tetap menaati pemimpin itu, tidak memberontak kepadanya, demikian pula mereka dibilang al jamaah karena mereka mengikuti ijma' nya para salaful ummah (salaf) , tapi yang paling inti adalah berjamaah secara ideologi,

Karena mereka adalah orang-orang yang benar mengikuti jalannya Rasulullah ﷺ mereka juga disebut sebagai ahlul hadits jadi ini sinonim dari ahlus sunnah, dibilang ahlussunah, dibilang juga ahlul hadits, ahlul atsar, ahlul ittiba'

hadits dan atsar itu pengertiannya mirip pendekatan, yakni yang dinisbatkan  kepada Rasullullah ﷺ apapun itu bentuknya ucapan, perbuatan, persetujuan sifat-sifat Rasulullah ﷺ itu termasuk hadits, termasuk juga atsar, mereka dibilang ahlul ittiba' orang yang ahli dalam mengikuti, karena hakikatnya beragama itu adalah mengikuti bukan berkreasi namun mengikuti, firma Allah

ٱتَّبِعُواْ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡ

"ikutilah apa yang Allah turunkan..." (Surat Al-a'raf : 3)

kemudian didalam ayat yang lain

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى

"Katakanlah (wahai rasulullah) apabila kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku..." (Surat Ali imran : 31)

Jadi beragama itu pada hakikatnya mengikuti, makanya ahlussunah juga dinamakan dengan ahlul ittiba' karena mereka orang yang ahli dalam mengikuti Rasulullah ﷺ  dan para salaf

mereka juga disebut ath-Thaifah al-Manshurah ini sinonim lain, kenapa dikatakan ath-Thaifah al Manshurah alias golongan yang ditolong oleh Allah,

Nabi ﷺ bersabda

 لاَ تَزَالُ طَائِـفَةٌ مِنْ أُمَّتِى ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ وَمَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِىَ أَمْرُ اللهِ، رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku ini yang menang berada diatas al haq, mereka tidak akan dicelakai oleh orang-orang yang menyelisihi mereka atau yang tidak mau menolong mereka sampai Allah menurunkan keputusannya

mereka juga dikatakan sebagai Al Firqah An naajiyyah (golongan yang selamat) karena nabi mengatakan umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu alias satu ini yang selamat, siapa mereka yaa Rasulullah ﷺ

هم من كان على مثلى ما انا عليه اليوم و اصحبي

Merekalah orang-orang yang berada diatas jalurku dan jalur sahabatku 

jadi ini adalah sinonim-sinonim  ahlussunnah, dibilang ahlussunnah, al jamaah, ahlul hadits, ahlul atsar, ahlull ittba', ath thaifah al manshurah dan juga al firqatun naajiyyah

Demikian mudah-mudahan muqaddimah singkat ini bermanfaat dan kita akan lanjutkan dengan bagian-bagian berikutnya

والله تَعَالَى أعلم
وَصَلَّى اللهُ عَلَى  نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pemateri : Ustadz Dr, Sufyan Baswedan LC, MA
Transkrip Oleh Abu Uwais
Download kitab Prinsip-prinsip Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah










Proudly Powered by Abu Uwais