PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Jumat, 14 Februari 2020

Audio 13 Tauhid dalam niat dan tujuan (Tauhid Uluhiyah), Point 12

by Rory Rachmad  |  at  14 Februari

بسم الله الرحمن الرحيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
الحمد لله وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى محمد ابن عبد الله وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمنْ وَالَاهُ ، اَمَّا بَعْدُ

Ayyuhal ikhwah wal akhwat kita lanjutkan kembali pembahasan tentang prinsip-prinsip aqidah ahlussunah wal jama'ah memasuki pint yang ke 12 seputar ziarah kubur

Disebutkan oleh Al muallif bahwa perbuatan manusia terhadap kubur dan ketika berziarah atau mengunjungi kuburan terbagi menjadi 3 jenis :

1. Perbuatan yang Masyru' (disyariatkan)

Yaitu ziarah kubur itu sendiri namun tujuannya adalah untuk mengingatkan kehidupan akhirat, mengingat kematian agar kita memiliki sifat zuhud kepada dunia dan lebih ter obsesi untuk akhirat, 

Demikian juga tujuannya bilamana untuk menyampaikan salam dan mendoakan mereka yang sudah meninggal dunia semua tujuan atau perbuatan yang kita lakukan dikuburan yang saya disebutkan yaitu mengingat kematian (akhirat) agar kita zuhud kepada dunia demikian pula yang kita lakukan saat kita dikuburan  dan apabila itu mengucapkan salam kepada mereka dan mendoakan mereka, maka ini adalah perbuatan yang disyariatkan 

Dalilnya adalah hadits Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang di riwayatkan oleh imam muslim dalam shahihnya dari sahabat Abu Hurairah hadits no 976

bahwa Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ mengunjungi kuburan ibundanya tepatnya ketika beliau hendak berangkat ke kota mekkah pada saat penaklukan kota mekkah beliau berangkat kesana, melewati sebuah daerah di situ ada kuburan ibunda beliau صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 

Kemudian beliau itu menangis dan membuat orang-orang sekelilingnya menangis makanya di tanya oleh sahabat Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yaa Rasulullah apa yang membuatmu menangis

Maka Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ mengatakan

اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي في أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي

Aku tadi sempat minta izin kepada Allah untuk memintakan ampun bagi ibuku namun Allah tidak mengizinkan 
وَاسْتَأْذَنْتُهُ في أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي

Kemudian aku minta izin kepada Allah lagi untuk menziarahi kuburnya, maka Allah izinkan (HR. Muslim no. 976 dan lainnya)



فزوروا القبور فإنها تذكركم الموت



Maka ziarahilah kubur karena ziarah kubur itu akan mengingatkan kalian terhadap kematian (HR. An Nasai dan lainnya) 

Jadi jelas sekali dalam hadits ini bahwa ziarah kubur tujuannya untuk mengingat kematian (akhirat) sebagaiman dalam riwayat yang lain riwayatnya Buraidah bin Hasib juga dalam shahih muslim

Ada pun yang dilakukan dikuburan juga diriwayatkan oleh Imam Muslim didalam haditsnya Abu Hurairah atau haditsnya 'Aisyah رضي الله عنها No 974 bahwa Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ketika mendatangi pekuburan Baqi, beliau mengucapkan 

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ، وَغَدًا مُؤجَّلونَ، اللهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيْعِ الْغَرْقَدِ

Salam sejahtera bagi kalian wahai penghuni negerinya orang-orang beriman akan datang kepada kalian apa yang dijanjikan selama ini bagi kalian dan kami in syaa Allah kami akan menyusul kalian, kemudian Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ mengatakan yaa Allah ampunilah penduduk makam Baqi al gharqad (kuburan baqi yang terkenal di madinah)

Ini adalah doa dan ucapan selamat (اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ) kepada orang-orang yang sudah mati saat berkunjung ke kuburan mereka, inilah perbuata-perbuatan yang di syariatkan bilamana seseorang berkunjung ke kuburan 

2. Perbuatan Bi'dah 

Mengurangi kesempurnaan tauhid bahkan dia menjadi wasilah untuk yang bisa menjerumuskan ke dalam kemusyrikan, apakah itu? apabila dia sengaja melakukan suatu ibadah atau bertaqarub kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى didekat (didaerah) pekuburan walaupun yang dia tuju bukan yang dikubur akan tetapi yang dituju adalah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى hanya saja dia menyengaja melakukan ibadah itu dikuburan 

Atau maksud dia berada didekat kuburan adalah dalam rangka mengharapkan keberkahan kuburan itu alias tabaruk dengan kuburan tersebut atau dia bermaksud untuk menghadiahkan pahala amal shalihya didekat kuburan bukan bagi yang sudah meninggal tapi dia bermaksud mendatangi kuburan itu untuk menghadiahkan pahala amal shalihnya disana 

Demikian juga perbuatan yang dilarang terkait kuburan adalah membangun kuburan untuk mendirikan suatu bangunan seperti dikeramik, di pagari atau bahkan diberi penutup dan semisalnya 

Demikian juga mengecat kuburan, menggamping kuburan, memberikan penerangan pada kuburan semata-mata karena dia adalah kuburan diberi penerangan, diistimewakan disinari oleh lampu oleh pelita atau lilin dan semisalnya atau memperlakukan kuburan sebagai tempat ibadah dengan cara mengkhususkan ibadah disana atau mengubur dalam tempat ibadah itu sendiri misalnya ada sebuah masjid yang biasa digunakan untuk ibadah lalu ke dalam area masjid tadi di kubur seseorang, ini termasuk menjadikan kuburan sebagai masjid yang makna masjid disini adalah tempat ibadah walaupun tidak seperti bangunan seperti masjid 

Kemudian sengaja melakukan tour perjalan jauh semata-mata untuk berziarah kubur, tidak bersifat numpang lewat artinya tujuan dia bukan ke kuburan namun saat dia melewati kuburan dia mampir untuk berziarah bukan itu yang dimaksud tapi yang dianggap perbuatan bid'ah terkait kuburan manakala dia sengaja dari jauh datang hanya untuk berziarah

Demikian pula hal-hal lain tidak pernah disyariatkan oleh Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ atau justru Nabi melarangnya secara terang-terangan ini semua perkara-perkara yang dikategorikan sebagai bid'ah, bahkan ada sebuah riwayat dari salah ahli baitnya Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sebagaimana yang disebutkan oleh Al Imam Sa'id ibnu Manshur didalam sunannya dengan sanadnya kepada al Hasan ibnu husain ibnu Ali bin Abi thalib, jadi putera dari husain bin 'ali bin abi thalib atau putra dari cucu Nabi alias masih cicitnya Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bahwa ketika itu beliau melihat seseorang yang mendatangi kuburan Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ kemudian dipanggil dan diajak oleh al Hasan ibnu Ali untuk makan malam akan tetapi dia menolak atau tidak menghendaki makan malam dan mengatakan 

لا ٲحتخ البك

aku tidak berhajat untuk makan malam kemudian dia mengatakan

ما لر ءيتك عند قبر

Mengapa aku melihat engkau didekat kuburan Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, kata orang ini

سلمت على نبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Aku menyampaikan salam kepada Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Maka kata cucunya Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 

اذ دخلت مسخد فسلم ثم قال ان رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وقال لا تتخذقبر عيد و لا تتخذ بيو ثكم قابر
لَعْنَه اللَّهِ عَلَى اليَهُودِ وَالنَّصَارَى، اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ
و صل علي فان صلتكم تضلون حيث كنتم ما انت وما ب الأندلسي الى السو

Dalam riwayat ini al Hasan ibnu husain ibnu ali ibnu abi thalib mengatakan kalau engkau hendak menyalami Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  maka salamilah saat engkau masuk masjid sudah cukup, tidak perlu engkau datang ke kuburan beliau untuk sekedar mengucapkan salam  karena nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  mengatakan 
لاتخعل قبر عيد

Beliau berdalil dengan hadits yang sangat terkenal bahwa Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ melarang orang-orang menjadikan kuburan beliau sesuatu yang rutin dikunjungi (bulak-balik) didatangi karena itu berarti menjadikan kuburan beliau sebagai 'ied, 'ied adalah ajang perayaan atau sesuatu yang diulang-ulang tapi kalian jangan jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan maksudnya kalian tidak beribadah dirumah kalian, karena kalu kalian tidak beribadah maka rumah kalian seperti kuburan, kalau kalian tidak isi rumah kalian dengan ibadah maka dia akan bersifat seperti kuburan 

Ini jelas menyatakan kuburan bukanlah tempat ibadah, tempat ibadah itu bukan dikuburan  kecuali ibadah-ibadah yang disyariatkan sebatas itu saja seperti tadi mengucapkan salam ketika ziarah kubur, kemudian mendoakan orang yang sudah meninggal dunia, lalu mengingat-ingat kematian itu saja ibadah yang dianjurkan dilakukan dikubur selain itu tidak dianjurkan (disyariatkan) makanya masuk kategori bid'ah 

Kemudian beliau juga mengutip sabda Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  yang terkenal, yang shahih

لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى اليَهُود

Semoga Allah melaknat orang-orang yahudi yang menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat-tempat ibadah 

Kalian silahkan bershalawat kepadaku و صل علي banyak-banyaklah bershalawat untukku

fainna shalatukum tabluguni haitsuma kuntum

maka shalawat kalian akan mencapai ku dimana pun kalian berada

Ini kata nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

kemudian al Hasan ibnu Husain ibnu ali ibnu thalib menimpali 

maa anta bil andalus ilassawa 

Karena Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sudah mengatakan silahkan bershalawat kepadaku dimana pun kalian berada dan itu akan sampai kepadaku maka sesungguhnya engkau (yang berada dikuburan nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) maupun orang lain yang ada di andalusia sana sama saja sebetulnya

Nah itu beberapa yang berkait dengan ziarah atau ritual-ritual bid'ah disekitar kuburan, membangun kuburan juga sangat dilarang oleh Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sebagaiman di dalam hadits 

an yujassasal qobr wa an yuktaba 'alayh wa an yubna alayh 

Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ melarang kuburan di tulis-tulisi atau dibangun diatasnya suatu bangunan ini semua dilarang oleh Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

3. Perbuatan Syirik 

Bisa membatalkan tauhid itu sendiri dan mengeluarkan pelakunya dari islam, apakah itu? yaitu manakala orang yang berziarah kubur ini menujukan salah satu bentuk ibadah apapun bentuknya, entah itu doa, shalat, nazdar, menyembelih sesuatu, yang jelas itu ditujukan kepada yang sudah mati (yang dikubur) dia minta-minta kepada orang yang sudah mati, 

wahai fulan tolong saya, 
wahai fulan mintakan syafaat untuk saya, 
wahai fulan berikan saya jodoh, lapangkan rezeki saya atau sembuhkan saya dari penyakit 
dan lain sebagainya

Ini jelas perbuatan syirik akbar (besar) yang sangat dimurkai oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى atau dia istighasah apalagi istighasah adalah sesuatu yang intinya minta tolong dalam kondisi yang sangat genting (darurat) ini tentunya hanya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى  yang bisa melakukan tidak ada selain Allah yang bisa melakukan ha tersebut 

Demikian juga apabila dia melakukan tawaf (mengelilingi) kuburan, mendekatkan diri kepada yang sudah dikubur dengan cara berkeliling di kuburan, ini juga sesuatu yang dikategorikan sebagai syirik akbar atau dia mengucapkan nadzar kepada yang dikubur atau dia menyembelih yang dikubur 

Jadi ini harus di waspadai jangan sampai seseorang melakukan hal tersebut 


والله تَعَالَى أعلم
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pemateri : Ustadz Dr, Sufyan Baswedan LC, MA
Transkrip Oleh Abu Uwais

Proudly Powered by Abu Uwais