PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Rabu, 24 Juni 2020

Bentuk Terbaik Tilawah Al-Qur'an

by Rory Rachmad  |  in Kajian Serial Kultum Ramadhan at  24 Juni

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 12 Ramadhan 1441 H / 05 Mei 2020 M
👤 Ustadz Amrullah Akadhinta, S.T.
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-12
🔊 Bentuk Terbaik Tilawah Al-Qur'an
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-12
〰〰〰〰〰〰〰

JENIS KEDUA DALAM MEMBACA AL QUR'ĀN

بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اما بعد 

Bulan Ramadhān, syahrul Qur'ān (bulannya Al Qur’ān). Para ulama menyebutkan membaca Al Qur'ān itu ada dua, 

1. Membaca Lafazhnya, (membaca kata-katanya) yang itu mendapatkan pahala dalam setiap hurufnya 10 kebaikan.

2. Membaca Hukumnya (memahami hukum-hukumnya) memahami apa yang ada di dalamnya dan kemudian mengamalkannya.

Yang kedua ini, in syā Allāh akan kita bahas pada kesempatan kali ini dengan ringkas.

Hadirin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Membaca, memahami dan mengamalkan Al Qur'ān adalah fungsi, tujuan utama diturunkannya Al Qur'ān kepada hamba-hamba Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Bayangkan, apabila kita memiliki sebuah buku petunjuk, tetapi buku tersebut tidak kita baca, maka kita tidak akan memahami petunjuk yang terdapat di dalamnya.

Bayangkan jika kita baca tanpa kita pahami, kita juga tidak bisa mengambil pelajaran dari dalamnya. Kita pahami, kita baca, tapi tidak kita amalkan, itu juga tidak akan bisa mendapatkan manfaat dengan buku petunjuk tersebut. 

Buku petunjuk itu akan bermanfaat jika kita baca, jika kita pahami dan juga kita amalkan, begitulah Al Qur'ān.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ

"Kitāb (Al Qur'ān) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah, agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran." (QS. Shad : 29)

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah bersabda dalam sebuah hadīts:

والقرآن حجة لك أو عليك

"Sesungguhnya Al Qur'ān itu hujjah yang akan membelamu atau hujjah yang akan menuntutmu (pada hari kiamat).” (Hadīts riwayat Muslim nomor 223) 

Begitulah Al Qur'ān, jika kita menjadikan Al Qur'ān berada di depan kita dan kita mengikutinya, maka Al Qur'ān akan menjadi pembela bagi kita di hari kiamat nanti.

Akan tetapi apabila kita menjadikan Al Qur'ān di belakang kita, kita menjadikan Al Qur'ān yang justru mengikuti kita, Kita beragama sesuai dengan hawa nafsu, maka Al Qur'ān akan menjadi penuntut kita pada hari kiamat nanti.

Demikian pula Ahlul Qur'ān, hendaknya mengamalkan Al Qur'ān. Tampak pada dirinya sifat-sifat Ahlul Qur'ān.

Sahabat Abdullāh bin Mas'ūd radhiyallāhu 'anhu berkata:

ينبغي لقارئ القرآن أن يعرف بليله إذا الناس ينامون، وبنهاره إذا الناس يفطرون، وببكائه إذا الناس يضحكون، وبورعه إذا الناس يخلطون، وبصمتهِ إذا النَّاس يخوضون، وبخشوعه إذا النَّاس يختالون، وبحزنه إذا النَّاس يفرحون.

"Selayaknya bagi Ahlul Qur'ān, menjadi tampak di malam hari ketika manusia tidur dan tampak di siang hari ketika manusia berpuasa. Dan dia tampak dengan tangisnya ketika manusia tertawa dan dengan sifat sederhananya ketika manusia berlebihan. Dan dengan diamnya ketika manusia banyak berbicara, dan dengan khusyuknya ketika manusia lalai, dan dengan sedihnya apabila manusia saling bergembira."

Itulah Ahlul Qur'ān dia harus menampakkan dirinya berbeda dengan banyak manusia (berbeda dalam arti kebaikan).

Terakhir Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan orang-orang yang meninggalkan Al Qur'ān.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman: 

وَيَوْمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَـٰلَيْتَنِى ٱتَّخَذْتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلًۭا

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhālim menggigit dua tangannya, seraya berkata, "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasūl." (QS. Al Furqan: 27)

Seandainya aku tidak menjadikan Si Fulan itu sebagai temanku.

Kenapa dia menyesal?

Karena menjadikan Si Fulan sebagai teman, karena Si Fulan menjauhkan dia dari Al Qur'ān.

لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولٗا

"Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al Qur'ān) ketika (Al Qur'ān) itu telah datang kepadaku. Dan syaithan memang pengkhianat manusia.” (QS Al Furqan: 29)

Hadirin yang dirahmati oleh Allāh, janganlah kita menjadi orang-orang yang dekat dengan orang-orang yang menjauhkan kita dengan Al Qur'ān.

Dekatlah kita dengan orang-orang yang mendekatkan kita dengan Al Qur'ān baik mendekatkan kita dengan bacaan Al Qur'ān maupun mendekatkan kita untuk beramal dengan Al Qur'ān.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawab.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه  وسلم

____________________


© 2020 Copy Right Abu Uwais. templates by Blogger
Proudly Powered by Abu Uwais