PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Rabu, 24 Juni 2020

Bersungguh-Sungguh di Sepuluh Hari Terakhir dan Saat Lailatul Qadr

by Rory Rachmad  |  in Kajian Serial Kultum Ramadhan at  24 Juni

🌍 BimbinganIslam.com
Jum’at, 22 Ramadhan 1441 H / 15 Mei 2020 M
👤 Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A.
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-22
🔊 Bersungguh-Sungguh di Sepuluh Hari Terakhir dan Saat Lailatul Qadr
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-22
〰〰〰〰〰〰〰

BERSUNGGUH-SUNGGUH DI SEPULUH HARI TERAKHIR DAN SAAT LAILATUL QADR


بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رسول الله وعلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ ومن والاه، ولا حول ولا قوة إلا بالله. أَمَّا بَعْدُ

Para Pemirsa,

Apa yang membuat 10 terakhir di bulan Ramadhān itu begitu sangat istimewa?

Istimewanya malam-malam ini di antaranya, di malam itu ada yang namanya Lailatul Qadr.

Malam dimana Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjadikan keutamaannya ketika seorang hamba, dia beramal lebih baik dari 1000 bulan, yang kalau dikurskan kira-kira 83 tahun lebih.

Para pemirsa, bagi "pedagang akhirat" ini sangat menarik, sangat betul-betul membuat harapan besar. Dan kehilangan kesempatan ini adalah sebuah kerugian yang sangat besar.

Di antara yang Allāh sebutkan tentang keutamaan malam Lailatul Qadr, Allāh Subhānahu wa Ta’āla turunkan satu surat tentang hal tersebut:

{إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)} [القدر : 1-5]

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam qadar."

Yang dikenal juga dengan malam mubarakah, yang diberkahi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Mubaraqun, malam yang diberkahi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla karena banyaknya kebaikan di malam itu.

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ

"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?"

لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ

"Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Malam di mana para malāikat turun.

تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ

"Pada malam itu turun para malaikat dan malaikat Jibrīl dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."

سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ

"Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar."

Malam ini penuh dengan kesejahteraan penuh dengan kebaikan sampai terbitnya fajar.

Para Pemirsa.

Surat ini di antaranya menerangkan tentang keagungan Lailatul Qadr.

1. Bahwa di malam itu Allāh turunkan Al Qur'ān dalam rangka untuk membimbing manusia.

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ 

"Al Qur'ān ini betul-betul memberikan petunjuk kepada manusia ke jalan yang lurus.” (QS Al Isrā; 9)

Barangsiapa ingin lurus agamanya, lurus aqidahnya, lurus ibadahnya, lurus prilakunya (jalan hidupnya), belajarlah Al Qur'ān, ikutilah Al Qur'ān. 

2. Allāh agungkan malam Lailatul Qadr dengan ungkapan pertanyaan dalam rangka untuk menegaskan tentang keagungan malam itu sehingga diulang Allāh dengan pertanyaan.

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ

"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?"

3. Allāh jelaskan keutamaannya bahwa Lailatul Qadri lebih baik dibandingkan dengan 1000 bulan, yang setara dengan 83 tahun lebih berapa bulan.

4. Di malam itu keberkahannya, kebaikannya,

تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا

Para malaikat kemudian dan juga Jibrīl.

Jibrīl bagian dari malāikat, tetapi Jibrīl disebutkan secara khusus, disebabkan karena keutamaan Jibrīl. Sehingga menyebutkan yang umum dulu kemudian yang khusus. Ini menunjukkan keutamaan malāikat Jibrīl.

Dan tidaklah malāikat turun ke dunia saat itu kecuali karena kebaikan yang ada, penuh dengan barakah, penuh dengan rahmat Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kemudian yang,

5. Bahwa malam ini malāikat akan: سَلَٰمٌ هِيَ - , malam yang penuh dengan kesejahteraan, tenang. Malam itu penuh dengan kebaikan dan ini berlangsung:

  حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ   

Sampai terbitnya fajar.

Berlangsungnya malam Lailatul Qadr dari tenggelamnya matahari, kemudian masuk malam sampai terbitnya fajar, maka habislah masa Lailatul Qadr. 

Orang yang beramal di malam-malam ini maka benar-benar Allāh berikan kebaikan yang sangat banyak dan rugilah orang yang mereka terlewatkan dari malam-malam tersebut, malam Lailatul Qadr.

Para pemirsa.

Kapan waktu kita mencari malam Lailatul Qadr? 

Nabi mengatakan:  

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

"Carilah Lailatul Qadr pada 10 akhir di bulan Ramadhān." (HR Bukhari)

Cari artinya betul-betul ada usaha, bersemangat untuk mendapatkan, sehingga betul-betul dia berusaha untuk mencari untuk mendapatkan apa yang disebutkan Allāh tentang malam Lailatul Qadr.

Lebih spesifik lagi apa yang dikatakan:

 تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil pada sepuluh malam yang terakhir di bulan Ramadhan.” (HR Bukhari)

Para Pemirsa.

Keberadaan Lailatul Qadr ini dirahasiakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan tentu perahasiaan itu dengan hikmah di antara hikmahnya:

1. Dalam rangka untuk menguji yakni kaum muslimin mana yang serius dan mana yang tidak serius. Yang serius akan cari bener, yang tidak serius akan bermalas-malasan.

2. Untuk memperbanyak kebaikan muslimin, sehingga ketika dikatakan malam Lailatul Qadr itu ada di sepuluh malam terakhir khususnya adalah malam-malam ganjil. Maka seorang mukmin itu mulai 10 terakhir itu, dia istilahnya akan tancap gas, dia akan berturut-turut maksimalkan untuk  mendapatkannya itu. Sehingga akan memperbanyak koleksi kebaikan seorang mukmin. 

Ini di antara hikmah-hikmah kenapa Allāh merahasiakan Lailatul Qadr sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Muhammad Al Utsaimin.

Para Pemirsa.

Mendapatkan malam Lailatul Qadr sebuah keberuntungan dan ini rahasianya karena muslimin, umat akhir zaman yang umurnya pendek gak mencapai ribuan tapi bisa mengungguli umat-umat yang terdahulu. Karena bayangkan, misalnya anda dapatkan sepuluh kali Lailatul Qadr artinya anda mendapatkan umur 830. Kalau anda mendapatkan 20 kali berarti 1600 sekian.

Sebuah keutamaan dari Allāh Ta’āla, ini keistimewaan umat akhir zaman. 

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla benar-benar menghidupkan hati kita di malam-malam itu, memiliki semangat yang kuat semangat  yang besar.

Jangan anda lewatkan sehingga anda akan merugi karena kebaikan yang melimpah di malam tersebut.

Hanya kepada Allāh kita berharap dan yang penting pasang niat siap-siap agendakan sebaik-baiknya banyak berdo'a kepada Allāh.

وصلى الله على النبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم 
 اﻟسّلامــ عليكـمــ ورحمـۃ اﻟلّـہ وبركاتہ  

________________


© 2020 Copy Right Abu Uwais. templates by Blogger
Proudly Powered by Abu Uwais