PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Rabu, 24 Juni 2020

Sebab-Sebab Mendapatkan Pertolongan Yang Hakiki

by Rory Rachmad  |  in Kajian Serial Kultum Ramadhan at  24 Juni

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 20 Ramadhan 1441 H / 13 Mei 2020 M
👤 Ustadz Ibnu Ali Sutopo, M.Si..
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-20
🔊 Sebab-Sebab Mendapatkan Pertolongan Yang Hakiki
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-20
〰〰〰〰〰〰〰

SEBAB-SEBAB MENDAPATKAN PERTOLONGAN YANG HAKIKI

بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله وأصحابه  ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

Bapak ibu saudara saudari sekalian, pemirsa BiAS TV yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Mungkin pernah terbesit dalam diri kita, Kenapa umat Islām sepertinya terhina? Sepertinya tidak ditolong oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Padahal Allāh Subhānahu wa Ta'āla sudah berjanji dalam kitāb-Nya. Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman: 

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ

"Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman." (QS Ar Rum: 47) 

⇒ Janji Allāh dan Allāh tidak pernah menyelisihi janji-Nya.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

لَا تُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ

"Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” (QS Āli Imrān:194)

Lalu mengapa orang-orang mukmin sekarang (seakan-akan) terhina? 

Maka kita perlu memahami satu atau dua ayat dari Al Qur'ān. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan ibrah dari nasehat Allāh. 

Bagaimana pertolongan Allāh Subhānahu wa Ta'āla bisa turun?

⇒ Bisa dibaca pada surat Al Hajj ayat 40 dan 41. 

Kita perhatikan di sini, ada ayat yang agung, Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥٓ

"Sesungguhnya Allāh pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya." (QS Al Hajj :40)

Siapakah yang akan ditolong oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla?

Disebutkan dalam ayat setelahnya (yaitu),

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّٰهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ أَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَمَرُواْ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَنَهَوۡاْ عَنِ ٱلۡمُنكَرِۗ وَلِلَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلۡأُمُورِ

"Orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan shalāt menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan kepada Allāh-lah kembali segala urusan." (QS Al Hajj : 41)

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman, "Dan sungguh Allāh pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya."

Tapi ada syaratnya, yaitu: 

⑴ Pertolongan Allāh turun kepada orang-orang yang bertauhīd, yang sifat mereka adalah:  

يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا

"Hanya beriman kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan tidak menyekutukan Allāh dengan sesuatu apapun.” (QS An Nur: 55)

Pertolongan Allāh mutlak turun kepada orang-orang yang beriman (orang-orang yang bertauhīd kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla).

Mari kita perbaiki ibadah kita kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita hanya menyembah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla  saja, kita hanya berdo'a dan bergantung hanya kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Agar pertolongan Allāh Subhānahu wa Ta'āla turun, karena janji Allāh:

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman dengan keimanan dan tauhīd yang benar (hanya beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla).

⑵ Pertolongan Allāh turun kepada orang-orang yang apabila kami berikan kekuasaan di muka bumi mereka menegakkan shalāt ( ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّٰهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ أَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ)

Pertolongan Allāh turun bagi orang yang menjaga shalātnya, orang yang shalātnya istiqāmah. Karena shalāt adalah pembeda antara orang Islām dengan selainnya.

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda: 

 الفرق بيننا وبينهم الصلاة

"Perbedaan antara kita dengan mereka adalah shalāt.”

Perhatikan!

Karena kemuliaan Islām itu tinggi, sampai orang-orang munafik di zaman Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, karena takutnya mereka, mereka  ikut shalāt.

Maka sangat susah dibayangkan apabila seseorang ingin agar Islām menjadi agama yang dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla tetapi mereka menyepelekan shalāt. 

⑶ Pertolongan Allāh turun kepada orang-orang yang membayar zakat (وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ).

Ini adalah ujian bagi orang-orang yang mengaku beriman, karena salah satu fitnah (ujian) terbesar bagi umat ini di antaranya adalah harta.

Mungkin untuk shalāt seseorang tidak memerlukan modal (materi) tapi zakat terkadang berat karena harus mengeluarkan harta.

Mungkin ada orang kaya yang suka bersedekah, namun seumur-umur dia belum pernah membayar zakat sesuai dengan tuntunan syari'at. Lalu bagaimana Allāh akan menurunkan keberkahan kepadanya atau kepada orang-orang yang menahan zakatnya?

Bagi orang yang menginginkan kejayaan Islām maka bayarlah zakat.

Dahulu Abū Bakar Ash Shiddīq memerangi orang-orang yang menahan zakat, karena zakat ini penting sekali 

⑷ Pertolongan Allāh turun kepada orang-orang yang mengajak (memerintahkan) kepada kebaikan /berbuat yang makruf (وَأَمَرُواْ بِٱلۡمَعۡرُوفِ) 

Jangan kita egois dalam beramal, kita ajak saudara-saudara kita untuk melakukan ketaatan.

⑸ Pertolongan Allāh turun kepada orang-orang yang melarang atau mencegah dari perbuatan mungkar (وَنَهَوۡاْ عَنِ ٱلۡمُنكَرِۗ).

Kita pun tidak boleh egois, jangan berpikiran, "Yang penting aku tidak bermaksiat," tapi orang-orang di sekeliling kita bermaksiat. 

Barangkali sebab ditimpa musibah (kehinaan) bukan karena diri kita, tetapi orang-orang di sekitar kita. Dan kita hanya diam tidak mau melakukan amar ma'ruf nahi mungkar.

Itu adalah sifat-sifat orang yang mengharapkan pertolongan dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang disebutkan dalam kitāb-Nya. 

Di bulan Ramadhān jika kita ingin mendapatkan pertolongan dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla maka kita perbanyak sabar dan shalāt.

 بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَـٰشِعِينَ

"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.” (QS Al Baqarah: 45)

Di bulan Ramadhān kita dilatih untuk bersabar dan mendirikan shalāt, dilatih pula untuk membayar zakat, dan dilatih untuk amar ma'ruf nahi mungkar (saling memberikan nasehat).

Mudah-mudahan bulan Ramadhān ini, menjadi momen bagi kita untuk introspeksi, kenapa umat Islām semakin mundur seakan-akan pertolongan Allāh jauh.

Kita mulai dari sekarang untuk meninggikan kalimat Allāh menjadikan Islām mulia yaitu dengan mengikuti petunjuk dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla sebagaimana disebutkan di dalam surat Al Hajj ayat 40 dan 41.

Demikian mudah-mudahan bermanfaat.

وصلى الله على النبينا و حبيبي المصطفى محمد وعلى آله وصحبه و سلم و الحمد لله رب العالمين
و اﻟسّلامــ عليكـمــ ورحمـۃ اﻟلّـہ وبركاتہ  

________


© 2020 Copy Right Abu Uwais. templates by Blogger
Proudly Powered by Abu Uwais