PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Rabu, 29 Juli 2020

Halaqah 46 | Melatih Anak Untuk Melakukan Keta’atan Kepada Allāh ﷻ Sejak Kecil

by Rory Rachmad  |  in Fiqhu Tarbiyatu Al-Abna at  29 Juli

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 24 Syawwal 1441 H / 16 Juni 2020 M
👤 Ustadz Arief Budiman, Lc
📗 Kitāb Fiqhu Tarbiyatu Al-Abnā wa Thāifatu min Nashā'ihi Ath-Athibbāi
🔊 Halaqah 46 | Melatih Anak Untuk Melakukan Keta’atan Kepada Allāh ﷻ Sejak Kecil
⬇ Download audio: bit.ly/TarbiyatulAbna-46
~~~~~~~~~~~~ 

MELATIH ANAK UNTUK MELAKUKAN KETAATAN KEPADA ALLAH ﷻ SEJAK KECIL


بسم اللّه الرحمن الرحيم 
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، ولاحول ولا قوة إلا بالله أما بعد 

Ma'asyiral mustami'in, para pendengar, pemirsa rahīmakumullāh.

Ini adalah pertemuan kita yang ke-46 dari kitāb Fiqhu Tarbiyatul Abnā wa Thāifatu min Nashā'ihi Al Athibbāi, fiqih mendidik atau membimbing anak-anak dan penjelasan sebagian nasehat dari para dokter karya Syaikh Musthafa Al Adawi Hafīzhahullāh. 

Kita lanjutkan dalam kitāb pada halaman 84, penulis membuat satu sub judul: 

▪MELATIH ANAK UNTUK MELAKUKAN KETAATAN KEPADA ALLAH ﷻ SEJAK KECIL ( تدريب الطفل على الطاعات منذ الصغر)

Sejak kecil kita selaku orang tua hendaknya berusaha semaksimal mungkin untuk melatih anak-anak kita untuk taat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Karena kalau sejak kecil mereka sudah baik maka akan terus terbawa sampai mereka dewasa, bahkan sampai mereka tua.

Alhamdulillāh, kita sebagai orang tua sudah muslim sehingga mereka (anak-anak) lahir di tengah keluarga muslim. Bahkan para shahabat yang sebagian besar mengalami masa jahiliyah, kalau di masa jahiliyyah mereka baik, maka akan terbawa baik sampai (ketika) mereka masuk Islām.

Sebagaimana sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam kepada sebagian shahabat yang diriwayatkan oleh Al Bukhāri dan Muslim, dari Hakim bin Hizam radhiyallāhu 'anhu, beliau pernah bertanya kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

 أَرَأَيْتَ أُمُورًا كُنْتُ أَتَحَنَّثُ ـ أَوْ أَتَحَنَّتُ بِهَا ـ فِي الْجَاهِلِيَّةِ مِنْ صِلَةٍ وَعَتَاقَةٍ وَصَدَقَةٍ، هَلْ لِي فِيهَا أَجْرٌ قَالَ حَكِيمٌ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  " أَسْلَمْتَ عَلَى مَا سَلَفَ لَكَ مِنْ خَيْرٍ

"Wahai Rasūlullāh bagaimana pendapatmu tentang segala perbuatan baik yang ku lakukan pada zaman jahiliyyah, seperti silaturahmi, membebaskan budak, bershadaqah. Apakah ada pahala untukku baginya?"

Kemudian  Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:

"Perbuatan baik yang dahulu engkau lakukan akan tetap ada setelah engkau masuk Islām.”

(Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri nomor 2220 dan Muslim nomor 123)

Artinya, kebaikan yang dilakukan sebelum seseorang masuk Islām, Allāh akan pelihara (jaga). Bahkan dalam Islām akan semakin bertambah kebaikan tersebut.

Para orang tua, anak-anak kita kalau kita latih mereka sejak kecil untuk taat kepada Allāh, maka kebaikan tersebut akan terus terbawa sampai mereka dewasa, jika mereka istiqāmah dalam hal itu. 

Tentunya pertama dengan usaha kita, kemudian tawakal kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, (berdo'a kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla agar anak kita menjadi anak yang terus istiqāmah dan menjadi anak yang shālih dan shālihah).

Di antara perintah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam hal ini sebagaimana disebutkan di dalam hadīts dari Al Bukhāri dan Muslim, Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

"Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalāt ketika mereka berumur tujuh tahun. Pukullah mereka karena meninggalkan shalāt ketika mereka berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”

Apabila anak-anak kita laki-laki dan perempuan, maka sudah wajib untuk dipisahkan sejak kecil padahal belum bāligh. Baik usia mereka tujuh atau sepuluh tahun dan mereka belum wajib untuk shalāt, tetapi Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tetap perintahkan mereka untuk shalāt.

⇒ Orang tua diperintahkan untuk mendidik mereka untuk melakukan shalāt.

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah mengajarkan Hasan dan Husain (keluarga Nabi) yang pernah memakan kurma dari sedekah. Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam  mengatakan: 

كِخْ كِخْ، ارْمِ بِهَا! أَمَا عَلِمْتَ أَنَّا لاَ نَأْكُلُ الصَّدَقَةَ؟

“ Kih, kih (keluarkan, keluarkan), kurma itu! Apakah engkau tidak tahu sesungguhnya keluarga kita (keluarga Muhammad) tidak memakan shadaqah.”

Demikian pula seperti pengajaran Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam kepada shahabat yang masih kecil saat itu yang bernama Umar bin Abī Salamah (putra Abū Salamah)  Sebagaimana disebutkan di dalam hadīts shahīh riwayat Muslim dan yang lainnya.

Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda: 

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ 

"Wahai anak, sebutlah Nama Allāh dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah dari makanan yang dekat denganmu."

Umar bin Abī Salamah ketika itu masih kecil dan ketika dihidangkan makanan tangannya kemana-mana, semua makanan diambil. Kemudian Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam menasehati Umar dengan mengatakan, "Nak, bacalah bismillāh, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah dari makanan yang dekat denganmu."
 
Umar bin Abī Salamah setelah mendengar nasehat dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tersebut beliau mengatakan:

فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْد

"Sejak saat itu, begitulah cara saya makan (selamanya).”

Ini semua menunjukkan bahwa ketaatan yang dilatih oleh orang tua sejak kecil sangat bermanfaat (in syā Allāh) untuk kelangsungan anak kita sampai dewasa.

Masih banyak contoh hadīts yang lain yang menunjukkan pendidikan anak dari kecil sangat baik dan berpengaruh untuk kebaikan sampai kedewasaan.

Demikian para pendengar rahīmakumullāh atas segala kekurangannya mohon maaf. 

Semoga bermanfaat.


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
______________________________________


 

© 2020 Copy Right Abu Uwais. templates by Blogger
Proudly Powered by Abu Uwais