PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Rabu, 24 Juni 2020

Penutup Bulan Ramadhan

by Rory Rachmad  |  in Kajian Serial Kultum Ramadhan at  24 Juni
🌍 BimbinganIslam.com
Sabtu, 30 Ramadhan 1441 H / 23 Mei 2020 M
👤 Ustadz Abul Aswad Al-Bayaty, B.A.
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-30
🔊 Penutup Bulan Ramadhan
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-30
〰〰〰〰〰〰〰

PENUTUP BULAN RAMADHĀN

بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Kaum muslimin dan muslimat rahīmani wa rahīmakumullāh dimana pun anda berada.

Tak terasa kita sudah berada di penghujung bulan Ramadhān. Perlu ada satu hal yang harus kita perhatikan.

⑴ Ramadhān kali ini adalah masa-masa yang menurut sebagian orang menganggap Ramadhān yang tidak biasa. 

Tetapi sebagian manusia mengatakan kalau kita melakukan shalāt tarawih di rumah akan terasa berat, amal ibadah pun tidak semangat karena tidak bisa berkumpul dengan jama'ah yang lain.

Maka kita perlu instropeksi diri.

Kita beribadah untuk siapa? 

Kita beribadah karena apa?

Kalau kita beribadah untuk Allāh. 

Kita beribadah karena Allāh. 

Ada manusia maupun tidak ada manusia selayaknya kita tetap semangat untuk beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

⑵ Beribadah di masa-masa sulit di masa-masa kesendirian, di masa-masa kita mengisolasi diri adalah beribadah yang (in syā Allāh) nilai ibadahnya jauh lebih tinggi.

Ulama kita mengatakan:

من أعلى درجة الإيمان إسباغ الْوُضُوءِ في شدة برودة

"Termasuk derajat keimanan yang tertinggi adalah menyempurnakan wudhu tatkala musim dingin yang sangat menyayat.”

Di saat-saat sulit, kita tetap istiqāmah beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla maka itu di antara derajat keimanan yang tertinggi di sisi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Karena saat ini kita sudah berada di penghujung Ramadhān, maka kita tidak boleh tertipu dengan situasi atau kondisi yang ada. 

Biasanya di akhir Ramadhān kita sudah mulai berpikir untuk berhari raya dengan kerabat, sahabat, tetangga dan seterusnya. Sehingga malam-malam terakhir bulan Ramadhān yang justru menjadi peluang besar kita mendapatkan banyak kebaikan terlewatkan begitu saja. Karena kita mengutamakan untuk berbicara, ngobrol kesana kesini, tukar pikiran atau  membicarakan rencana besok yang akan kita lakukan di hari raya.

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan:

 إنما الأعمال بالخواتيم

"Sesungguhnya amal itu diukur dari penutupannya.”

Maka kita berharap Ramadhān tahun ini penutupannya menjadi penutup yang wangi,

خِتَٰمُهُۥ مِسۡكٞۚ وَفِي ذَٰلِكَ فَلۡيَتَنَافَسِ ٱلۡمُتَنَٰفِسُونَ

"Penutupnya adalah wewangi, oleh karena itu hendaknya orang-orang beriman (mereka) saling berlomba untuk melakukan kebaikan." (QS Al-Mutaffifin: 26)

Di malam-malam terakhir Ramadhān ini, kita tetap membaca Al-Qur'ān, kita tetap melalukan shalāt tarawih, kita tetap membaca dzikir pagi petang, dan kita tetap beribadah melakukan amalan-amalan sunnah agar Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjadikan Ramadhān kita lebih berarti dan bermakna.

Dan kelak kita akan mendapatkan manfaatnya, pada hari di mana harta, anak-anak tidak lagi berguna kecuali orang yang datang kepada Allāh dengan membawa amal shālih, membawa bacaan Al-Qur'ān, membawa shalāt malam, membawa dzikir dan membawa amal shālih yang lainnya.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawāb 

________


Taubat

by Rory Rachmad  |  in Kajian Serial Kultum Ramadhan at  24 Juni
🌍 BimbinganIslam.com
Jum’at, 29 Ramadhan 1441 H / 22 Mei 2020 M
👤 Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A.
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-29
🔊 Taubat
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-29
〰〰〰〰〰〰〰

TAUBAT


بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
إن الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله ، وعلى آله وأصحابه ومن والاه،  ولاحول ولا قوة إلا بالله، أما بعد

Para Pemirsa.

Saat yang sangat tepat bagi seorang mukmin di bulan Ramadhān ini adalah benar-benar mewujudkan pertaubatannya kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Kapan lagi? 

Seandainya di bulan Ramadhān seorang mukmin tidak tergerak hatinya untuk bertaubat kepada Allāh, lalu mau bulan apa lagi?

Ramadhān, Allāh buka pintu surga seluas-luasnya, Allāh tutup pintu neraka serapat-rapatnya. Allāh Subhānahu wa Ta'āla membelenggu syaithan (مردة الشياطين/ gembong-gembong syaithan) sehingga Allāh membantu seluas-luasnya untuk mewujudkan kebaikan dan mengakhiri keburukan.

Pemirsa.

Taubat adalah kunci kesuksesan seorang mukmin, sehingga Allāh membagi manusia:  إما تائبون وإما ظالمون . 

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَمَن لَّمۡ يَتُبۡ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

"Dan barangsiapa tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhālim.“ (QS Al Hujurat: 11)

Jadilah kita orang yang bebas dari kezhāliman dengan senantiasa kembali kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Keberuntungan kita bertumpu kepada pertaubatan kita.

Yang Allāh katakan: 

وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Bertaubatlah kalian semuanya kepada Allāh wahai mukminin, agar kalian betul-betul menjadi orang yang beruntung." (QS An Nūr: 31)

Keberuntungan kita bersama dengan taubat kita dan Allāh janjikan bagi orang-orang yang bertaubat kebaikan-kebaikan yang sangat banyak. Di antaranya Allāh memerintahkan kaum mukminin untuk bertaubat nashūha.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman: 

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةًۭ نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ

"Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kalian kepada Allāh dengan taubatan nashūha, mudah-mudahan Allāh mengampuni keburukan kalian dan menghapuskan keburukan kalian dan memasukan kalian ke surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.” (QS At Tahrīm: 8)

⇒ Taubatan Nashūha adalah taubat yang sebenarnya atau taubat yang serius (bersungguh-sungguh)

Pemirsa.

Menurut Syaikh Utsaimin rahimahullāh, taubat nashūha syaratnya ada 5, yaitu: 

⑴ Ikhlās karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla. 

Yang menggerakkan kita bertaubat bukan faktor-faktor duniawi atau faktor lainnya tetapi semata-mata karena Allāh Ta'āla. 

⑵ Menyesal dengan perbuatan itu (penyesalan yang mendalam dari hatinya).

⑶ Dia tinggalkan perbuatan maksiatnya.  

⑷ Dia berazam untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

⑸ Dia melakukan taubat tersebut di waktu masih diterimanya taubat.

⇒ Secara umum taubat akan berakhir ketika matahari muncul dari barat.

Sehingga Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengatakan:

يَوْمَ يَأْتِى بَعْضُ ءَايَـٰتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفْسًا إِيمَـٰنُهَا لَمْ تَكُنْ ءَامَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِىٓ إِيمَـٰنِهَا خَيْرًۭا ۗ

"Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu (matahari muncul dari barat) tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (QS Al An’ām: 158)

Secara pribadi taubat itu akan tertutup ketika nyawa telah sampai di tenggorokan (sakaratul maut).

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam katakan bahwasanya pintu taubat akan senantiasa di buka oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla (diterima oleh Allāh) kecuali jika nyawa sampai di tenggorokan (sakaratul maut), maka habis waktu baginya untuk bertaubat.

Para Pemirsa.

Sekali lagi bergembiralah menjadi seorang mukmin karena kita yang lemah ini, yang pasti banyak dosanya, kita masih diberi kesempatan untuk datang kepada Allāh dengan bersih dengan cara bertaubat kepada Allāh, apapun dosa anda.

Walaupun anda memiliki dosa sebesar bumi setinggi langit seluas lautan.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengatakan: 

يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِي

_"Wahai anak Adam, seandainya kamu memiliki dosa besar yang sampai menyentuh langit, lalu kamu datang kepada-Ku dan beristighfar (meminta ampun kepada Allāh), maka Aku akan  mengampuni dosanya."_

Sebuah kebahagiaan bagi seorang mukmin, bahkan kembalinya seorang mukmin kepada Allāh, dikabarkan Allāh sangat gembira, lebih gembira dari orang yang sangat gembira karena menemukan hewan tunggangannya yang hilang.

Sebagaimana sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ فَلَاةٍ فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَأَيِسَ مِنْهَا فَأَتَى شَجَرَةً فَاضْطَجَعَ فِي ظِلِّهَا قَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ إِذَا هُوَ بِهَا قَائِمَةً عِنْدَهُ فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِي وَأَنَا رَبُّكَ أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ

Sungguh kegembiraan Allāh karena taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian terhadap hewan tunggangannya di sebuah padang pasir yang luas, namun tiba-tiba hewan tersebut lepas, padahal di atasnya ada makanan dan minuman hingga akhirnya dia merasa putus asa untuk menemukannya kembali.

Kemudian ia beristirahat di bawah pohon, namun di saat itu, tiba-tiba dia mendapatkan untanya sudah berdiri di sampingnya. Ia pun segera mengambil tali kekangnya kemudian berkata:

"Ya Allah, Engkau hambaku dan aku ini Tuhan-Mu."

Dia telah salah berdo’a karena terlalu senang.

(Hadīts riwayat  Muslim)

 Pemirsa.

Gunakan sebaik-baiknya kesempatan Ramadhān kita, jangan anda lewatkan tanpa bertaubat kepada Allāh. Apalagi ingat, setiap malam Allāh memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari api neraka.

Jadikan diri anda salah satu di antara deretan orang yang Allāh Subhānahu wa Ta'āla bebaskan dari Neraka dan tentunya ini perlu usaha yang kita lakukan di antaranya dengan banyak kita bertaubat banyak kita beristighfar dan berharap untuk mendapatkan salah satu dari orang yang terbebaskan dari adzab Jahannam.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla meringankan kita dan menggerakkan hati kita untuk kembali kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, sehingga meraih keberuntungan yang hakiki. Keberuntungan kelak saat kita menghadap Allāh.

Kita datang dengan amal shālih dan dosa-dosa kita diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla sehingga Allāh persilahkan kita untuk masuk ke dalam Janatun Naim (surga yang penuh dengan keselamatan).

Demikian, semoga bermanfaat.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله صحبه وسلم
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

____________________


Zakat Fithri

by Rory Rachmad  |  in Kajian Serial Kultum Ramadhan at  24 Juni
🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 28 Ramadhan 1441 H / 21 Mei 2020 M
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc.
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-28
🔊 Zakat Fithri
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-28
〰〰〰〰〰〰〰

ZAKAT FITHRI

بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامه،أما بعد

Sahabat BiAS rahīmani wa rahīmakumullāh.

Tidak terasa Ramadhān akan segera berakhir. Karena Ramadhān akan segera berakhir maka kita telah menuju ibadah lain di antaranya adalah zakat fithri

Dalam permasalah zakat fithri ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan:

• Poin Pertama | Hukum Zakat Fithri

Hukum zakat fithri adalah wajib, karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam telah mewajibkannya.

Ibnu Umar radhiyallāhu 'anhumā pernah mengatakan:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

"Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mewajibkan zakat fithri 1 sha' dari kurma atau 1 sha' dari gandum kepada orang merdeka dan budak, laki-laki dan perempuan, anak kecil maupun orang yang sudah dewasa dari kalangan kaum muslimin.”

⇒  Hukum Zakat Fithri adalah wajib.

Kapan seorang dikatakan wajib membayar zakat fithri? 

Ketika dia memiliki bahan makanan yang lebih dari satu hari untuk hari rayanya. Malam dan siang hari di hari raya tersebut dia sudah memiliki bahan makanan dan memiliki kelebihan maka dia wajib membayar zakat fithri.

Tidak masalah seandainya nantinya dia diberi zakat fithri, tetapi kewajiban dia harus digugurkan terlebih dahulu dengan membayar zakat tersebut.

• Poin Kedua | Hikmah Dari Zakat Fithri

Di antara hikmahnya adalah: 

⑴ Memberikan makanan kepada kaum muslimin yang faqir dan miskin, karena pada hari raya kita dianjurkan untuk berbahagia, kita dilarang untuk berpuasa. Maka sudah sepantasnya mereka juga memiliki bahan makanan. 

⑵ Menambal kekurangan orang yang berpuasa, mungkin ketika berpuasa dia mengatakan perkataan yang kotor atau melakukan suatu kekurangan dalam puasanya, maka kekurangan ini bisa ditambal dengan zakat fithri.

Ibnu Abbas radhiyallāhu 'anhumā pernah mengatakan:

 فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم زكاة الفطر طهرة للصائم من اللغو والرفث وطعمة للمساكين

"Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mewajibkan zakat fithri untuk membersihkan orang yang berpuasa dari hal-hal yang sia-sia dan perkataan kotor dan sebagai bahan makanan untuk kaum miskin.” (Hadīts riwayat Abū Dāwūd)

• Poin Ketiga | Dengan Apa Membayar Zakat Fithri

Dengan apa kita membayar zakat fithri? 

⇒  Dengan bahan makanan pokok (apapun jenis bahan makanan pokok) baik itu gandum, beras, kurma, sagu atau yang lainnya.

• Poin Keempat | Berapa Jumlah Zakat Fithri 

Berapa jumlahnya?

⇒ Jumlahnya para ulama berselisih ada yang mengatakan 2.5 Kg, ada yang mengatakan kurang dari itu ada juga yang mengatakan lebih dari itu.

Apabila seorang telah membayar 2.5 Kg bahan makanan pokok (in syā Allāh) sudah dikatakan sah karena Syaikh Utsaimin pun memberikan takaran yang lebih rendah dari 2.5 Kg.

  
• Poin Kelima | Kapan Seorang Terkena Kewajiban Zakat Fithri.

Kapan seorang terkena kewajiban zakat fithri?

⇒ Ketika matahari tenggelam di malam hari raya Iedul Fithri.

Dengan artian apabila ada seorang yang meninggal sebelum matahari tenggelam di malam hari raya Iedul Fithri, maka dia tidak terkena kewajiban zakat walau pun berpuasa satu bulan penuh dia tidak perlu membayar zakatnya.

Begitu juga anak yang baru lahir, ketika dia baru dilahirkan setelah matahari tenggelam maka dia tidak wajib membayar zakat. Adapun jika ingin dibayarkan pun diperbolehkan.

• Poin Keenam | Kapan Zakat Fithri Diserahkan Kepada Faqir Miskin

Kapan zakat fithri diserahkan kepada faqir miskin ?

⇒ Ada waktu yang boleh, ada waktu yang afdhal dan ada waktu yang terlarang.

⑴ Waktu boleh adalah satu atau dua hari sebelum hari raya iedul fithri.

⑵ Waktu afdhal adalah ketika seorang hendak berangkat menuju shalāt ied. Jika tidak ada shalāt ied maka pada pagi hari kira-kira pada waktu dhuha sebelum dilaksanakan shalāt ied. 

⑶ Waktu terlarang adalah ketika seorang sudah selesai melakukan shalāt ied, jika orang-orang sudah selesai mengerjakan shalāt ied kemudian dia baru membayarkan zakat fithri maka ini waktu terlarang, dalam artian zakat fitrahnya tidak sah (zakat itu dianggap sebagai sedekah biasa bukan sebagai zakat fithri).

• Poin Ketujuh | Dimana Kita Mengeluarkan Zakat Fithri 

Dimana kita mengeluarkan zakat fithri?

⇒ Dimana kita berada saat itu.

Misalkan kita di Jogya maka zakat itu kita keluarkan di Jogya.

Misalnya kita di Klaten maka kita keluarkan zakat itu di Klaten.

Misalkan kita di Jakarta maka kita keluarkan zakat itu di Jakarta.

Begitu seterusnya, jadi tempat afdhal untuk mengeluarkan  zakat fithri adalah dimana saat itu kita tinggal.

Bolehkah zakat fithri diserahkan di luar daerah?

(misalkan di daerah kita tidak ada faqir miskin)

⇒ Tetap diperbolehkan, namun yang afdhal kita keluarkan dimana kita berada saat itu. 

• Poin Kedelapan | Siapa Yang Berhak Menerima Zakat Fithri 

Siapa yang berhak menerima zakat fithri?

⇒ Faqir dan miskin saja.

Berbeda dengan zakat maal, untuk zakat maal ada 8 golongan yang berhak untuk menerima zakat maal, tetapu dalam zakat fitri yang berhak menerima hanya dua golongan saja yaitu faqir atau miskin.

Kita boleh memberikan zakat keluarga kita kepada satu orang faqir miskin, boleh juga memberikan satu zakat seseorang (2.5 Kg atau 3 Kg, misalkan) lalu kita bagikan kepada 3 orang miskin maka ini diperbolehkan.

Jadi yang berhak menerima Zakat Fithri adalah faqir dan miskin, boleh digabungkan maupun dibagi-bagi (tidak untuk satu keluarga faqir atau miskin).

Semoga pembahasan tentang zakat fithri ini bermanfaat.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawāb 

وصلى الله على نبينا محمد 

____________________


Jenis Kedua dari Sebab Masuk Neraka

by Rory Rachmad  |  in Kajian Serial Kultum Ramadhan at  24 Juni
🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 27 Ramadhan 1441 H / 20 Mei 2020 M
👤 Ustadz Abul Aswad Al-Bayaty, B.A.
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-27
🔊 Jenis Kedua dari Sebab Masuk Neraka
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-27
〰〰〰〰〰〰〰

JENIS KEDUA DARI SEBAB MASUK NERAKA

بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Kaum muslimin dan muslimat rahīmani wa rahīmakumullāh dimana pun anda berada.

Pada pertemuan kali ini, kita masih melanjutkan sebab-sebab seseorang dimasukan ke dalam Neraka.

Sebab seseorang dimasukan ke dalam Neraka,  diantara nya :

⑴ Meninggalkan shalāt 

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman. Tatkala Allāh Subhānahu wa Ta'āla menceritakan (mengisahkan) dialog yang terjadi antara ahli Surga dan ahli Neraka.

Orang-orang (penduduk) Surga bertanya kepada penghuni Neraka.

مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" (QS Al Muddatsir: 42)

قَالُواْ لَمۡ نَكُ مِنَ ٱلۡمُصَلِّينَ

Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melakukan shalāt." (QS. Al Muddatsir: 43)

⇒ Meninggalkan shalāt adalah salah satu penyebab terbesar seseorang dimasukan ke dalam Neraka (na'ūdzubillāh  min dzālik).

Maka dari itu kami menghimbau diri kami sendiri dan juga seluruh kaum muslimin agar senantiasa menegakkan shalāt dan menasehatkan kepada keluarganya untuk melakukan shalāt.

Jangankan kita, para nabi khawatir dan mereka senantiasa meminta kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla agar dijadikan orang-orang yang menegakkan shalāt. 

Demikian pula anak keturunan mereka, diantara do'a yang Allāh sebutkan dari do'a nabi-nabi terdahulu adalah do'a:

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalāt, Ya Tuhan kami, perkenankanlah do'aku." (QS. Ibrāhīm: 40)

Dan sebagian ulama sampai mengatakan bahwa orang yang tidak shalāt adalah kufur.

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda :

 إِنَّ الْعَهْدَ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

"Sesungguhnya perjanjian antara kami dengan orang kafir terletak pada shalāt. Barangsiapa meninggalkan shalāt maka ia telah kafir."

Meskipun tetap kita sampaikan bahwasanya orang yang tidak shalāt hukumnya diperselisihkan para ulama. Sebagian mengatakan kafir secara mutlak, sebagian mengatakan dia masih muslim selama dia masih meyakini kewajiban shalāt.

Tetapi mereka sepakat meninggalkan shalāt adalah dosa besar yang lebih besar daripada dosa-dosa besar yang biasa kita dapati di tengah masyarakat kita.

⑵ Tidak Memberi Makan Orang Miskin

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman :

 وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ ٱلْمِسْكِينَ

"Dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin." (QS. Al Muddatsir: 44)

Sebab kedua yang menyebabkan masuk Neraka adalah tidak pernah memberi makan orang miskin , orang yatim terutama di masa wabah seperti ini. Kesulitan ekonomi terjadi dimana-mana, kaum muslimin kehilangan pekerjaan. 

Jika kita memiliki harta berlebih berilah makanan kepada faqir miskin, karena kalau tidak kita menjadi orang yang bakhil (tidak membayar zakat) maka kita akan menjadi penghuni Neraka Saqar (na'ūdzubillāhi min dzālik).

⑶ Berbicara Untuk Tujuan Bathil

وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلۡخَآئِضِينَ

"Bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang bathil, bersama orang-orang yang membicarakannya," (QS. Al Muddatsir: 45)

Dan kami berbicara dengan kebathilan bersama  dengan para pengusung kebathilan. Orang-orang yang menyuarakan kebathilan kemungkaran, meledek, mencaci maki dan menghina agama, mereka adalah para penghuni Neraka (na'ūdzubillāhi min dzālik).

Maka dari itu hendaknya kita semaksimal mungkin, semampu mungkin menghindari perbuatan-perbuatan keji dan jahat agar Allāh Subhānahu wa Ta'āla senantiasa melindungi kita, melindungi anak keturunan kita dari siksa Neraka yang menyala.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawāb 

____________________


Penyebab Masuk Neraka

by Rory Rachmad  |  in Kajian Serial Kultum Ramadhan at  24 Juni
🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 26 Ramadhan 1441 H / 19 Mei 2020 M
👤 Ustadz Abul Aswad Al-Bayaty, B.A.
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-26
🔊 Penyebab Masuk Neraka
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-26
〰〰〰〰〰〰〰

PENYEBAB MASUK NERAKA

بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Kaum muslimin dan muslimat rahīmani wa rahīmakumullāh dimana pun anda berada.

Pada kesempatan kali ini kita akan membacakan beberapa dalīl tentang penyebab utama seseorang masuk ke dalam neraka Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Di dalam salah satu ayat, Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman: 

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَن تُغۡنِيَ عَنۡهُمۡ أَمۡوَٰلُهُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيۡـٔٗاۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ وَقُودُ ٱلنَّارِ

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir, bagi mereka tidak akan berguna sedikit pun harta benda dan anak-anak mereka terhadap (azab) Allāh. Dan mereka itu (menjadi) bahan bakar api neraka." (QS Āli Imrān: 10)

⇒ Dan tempat kembali mereka Neraka yang menyala (na'ūdzu billāhi min dzālik).

Ayat ini menjelaskan kepada kita semua sebab utama manusia dimasukan ke dalam neraka Allāh Subhānahu wa Ta'āla karena kekufuran dan kemusyrikan mereka.

Perilaku kufur dan syirik penyebab yang utama (pertama) manusia dimasukkan ke dalam neraka Jahannam (na'ūdzu billāhi min dzālik).

Hendaknya di penghujung bulan Ramadhān ini, kita senantiasa instropeksi diri, senantiasa mempelajari agama Allāh, terutama yang berkaitan dengan masalah tauhīd dan syirik. 

Jangan sampai ibadah kita di bulan Ramadhān yang telah kita perjuangkan sejak awal hari kehadirannya (Ramadhān) sampai detik ini menjadi sia-sia, karena ternyata kita masih melakukan perbuatan syirik.

Karena di dalam dada-dada kita masih tersimpan noda-noda kesyirikan dan kekufuran. Karena itu adalah dosa yang paling besar dan menjadi penyebab seseorang masuk ke dalam neraka Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Di dalam ayat lain Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman: 

 إِنَّهُۥ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٖ

"Sesungguhnya orang-orang yang berbuat syirik kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, Allāh mengharamkan surga baginya, dan mereka akan kembali ke neraka dan tidak memiliki penolong satu pun juga." (QS Al Maidāh: 72)

⇒ Kesyirikan, kekufuran, kemunafikan menjadi sebab utama seseorang masuk ke dalam neraka.

Di dalam salah satu bukunya, Syaikh Masyhur Hasan Ali Salman Hafīzhahullāh Ta'āla menyatakan (menukilkan) beberapa bait syair.

عرفت الشر لا للشر لكن لتوقيه ،ومن لا يعرف الشر من الخير يقع فيه

"Saya mempelajari keburukan bukan dalam rangka mengamalkan keburukan tersebut tetapi untuk menghindari keburukan itu. Dan barangsiapa tidak mengetahui keburukan dari kebaikan maka dia akan terjerumus ke dalam keburukan tersebut.“

Kita perlu mengetahui apa itu kesyirikan, bagaimana jenisnya, apa definisinya dan macam-macamnya yang senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Kesyirikan maknanya adalah seseorang beribadah kepada Allāh tetapi dia beribadah juga kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Melakukan satu ibadah tetapi diperuntukan untuk selain Allāh. Apakah berupa do'a, tawakal, rasa takut yang berlebihan sehingga mengakibatkan dia tunduk kepada selain Allāh dan meminta kepada selain Allāh. Ini adalah sebuah kesyirikan.

Meminta kepada selain Allāh, meminta keberkahan kepada selain Allāh seperti meminta kepada orang yang sudah meninggal dunia, meminta kepada batu, meminta kepada jin dan seterusnya adalah perbuatan syirik. Dan syirik adalah penyebab utama seseorang masuk ke dalam neraka.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawāb.

 ____________________


Sifat Neraka

by Rory Rachmad  |  in Kajian Serial Kultum Ramadhan at  24 Juni
🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 25 Ramadhan 1441 H / 18 Mei 2020 M
👤 Ustadz Abul Aswad Al-Bayaty, B.A.
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-25
🔊 Sifat Neraka
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-25
〰〰〰〰〰〰〰

SIFAT NERAKA

بسم الله، والحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولاه، ومن اتبع هدى إلى يوم الألقاء. أما بعد:

Kaum muslimin dan muslimat rahīmani wa rahīmakumullāh dimana pun anda berada.

Pada kesempatan malam ini kita akan membaca beberapa ayat yang menceritakan dan mengisahkan tentang sifat-sifat Neraka, karena kita diperintahkan oleh Allāh dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam agar beribadah hanya kepada Allāh. Beribadah hanya menggunakan syari'at yang diajarkan oleh baginda Nabi besar Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam karena mengharap Surga Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Dan kita diperintahkan untuk berlindung dari sengatan siksa Neraka.

قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًۭا 

"Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api Neraka.” (QS At Tahrīm: 6) 

Dan kita membaca beberapa ayat ini agar tumbuh rasa takut kita kepada Neraka. Tumbuh rasa takut kita kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, sehingga kita akan lebih istiqāma di dalam beribadah terutama di masa-masa sulit seperti ini.

Pada surat Al Mulk Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman: 

إِذَآ أُلۡقُواْ فِيهَا سَمِعُواْ لَهَا شَهِيقٗا وَهِيَ تَفُورُ

"Apabila mereka dilemparkan ke dalam neraka jahannam, mereka akan mendengar suara gemuruh yang sangat dahsyat, sedang Neraka itu sangat menggelegak.” (QS Al Mulk: 7)

Menunjukkan bahwasanya Neraka adalah satu makhluk Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang sangat mengerikan sekali. Suara apinya sangat menggelegar dan bergemuruh.

Di dalam ayat lain Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا سَقَرُ ۞ لَا تُبۡقِي وَلَا تَذَرُ۞ لَوَّاحَةٞ لِّلۡبَشَرِ ۞ 

Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan orang yang ada di dalamnya begitu saja, yang menghanguskan kulit manusia. (QS Muddatsir: 27-29)

Bahkan di dalam ayat lain disebutkan: 

كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَـٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ 

"Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab." (QS An Nissā: 56)

Setiap kali kulit penghuni Neraka itu matang daging (kulitnya), hancur lebur tulang belulangnya. Kami akan memberikan  kepada mereka kulit yang baru lagi. Setiap di bakar hancur kemudian di ganti lagi kulitnya agar mereka merasakan betapa pedihnya siksa Neraka tersebut.

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

"Dan di atasnya ada sembilan belas (malāikat penjaga).” (QS Al Muddatsir: 30) 

Di dalam kitāb tafsir Ath Thabari Imam Abū Ja'far Ath Thabari mengatakan, "Sembilan belas malāikat ini masing-masing memiliki cambuk yang memiliki dua cabang, satu kali cambuk maka 70 ribu orang akan terjerumus ke dalam Neraka." (Na'ūdzu billāhi min dzālik).

Betapa mengerikan dan dahsyatnya siksaan pedih yang Allāh Subhānahu wa Ta'āla persiapkan bagi hamba-hamba-Nya yang melampaui batas. Tidak mau kembali kepada Allāh dan tidak mau beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Atau justru mereka melakukan perbuatan kesyirikan, kebid'ahan, kemungkaran, kezhāliman dan seterusnya.

Kemudian ayat selanjutnya Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman tentang makanan ahli Neraka.

إن شجرت الزقوم ۞ طعام الأثيم ۞ كَٱلۡمُهۡلِ يَغۡلِي فِي ٱلۡبُطُونِ ۞ كَغَلۡيِ ٱلۡحَمِيمِ ۞ 

"Sesungguhnya pohon zaqqum itu akan menjadi makanan bagi orang yang banyak dosa. Seperti cairan tembaga/minyak yang mendidih di dalam perut manusia, seperti mendidihnya air yang sangat panas." (QS Ad Dukhan: 43-46)

Kita bisa bayangkan minyak yang dimasak sampai dia mendidih lalu diguyurkan (disiram) ke dalam usus dan perut kita. Pastinya akan rontok dan hancur berkeping-keping.

Di dalam ayat lain disebutkan:

إِنَّهَا شَجَرَةٌۭ تَخْرُجُ فِىٓ أَصْلِ ٱلْجَحِيمِ

"Sesungguhnya dia (pohon Zaqqum) adalah sebatang pohon yang tumbuh dan dasar Neraka." (QS Ash Shaffat: 64)

⇒ Jadi pohon Zaqqum tumbuh dari dasar Neraka. 

Di dalam ayat yang lain Allāh Subhānahu wa Ta'āla menceritakan tentang apa itu: شجرت الزقوم .

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman: 

طَلْعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ ٱلشَّيَـٰطِينِ

"Mayangnya seperti kepala-kepala syaithan.” (QS Ash Shaffat: 65)

Dan pohon yang mengerikan ini akan diberikan kepada para penghuni Neraka.

Kaum muslimin dan muslimat rahīmani wa rahīmakumullāh.

Terakhir saya ingin membacakan satu hadīts shahīh yang diriwayatkan oleh Muslim. 

Para sahabat suatu ketika duduk bersama Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras. Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam lantas bertanya: 

تَدْرُونَ مَا هَذَا

“Tahukah kalian, apakah itu?”

قَالَ قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ

Para sahabat pun menjawab: “Allāh dan Rasūl-Nya yang lebih mengetahui.”

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam  kemudian menjelaskan, 

هَذَا حَجَرٌ رُمِىَ بِهِ فِى النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفًا فَهُوَ يَهْوِى فِى النَّارِ الآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا

“Ini adalah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak 70 tahun yang lalu dan batu tersebut baru sampai di dasar Neraka saat ini.” (Hadīts shahīh riwayat Muslim nomor 2844)

Semoga bermanfaat.

Wallāhu Ta'āla A'lam Bishawāb

____________________


Sifat Penduduk Surga

by Rory Rachmad  |  in Kajian Serial Kultum Ramadhan at  24 Juni
🌍 BimbinganIslam.com
Ahad, 24 Ramadhan 1441 H / 17 Mei 2020 M
👤 Ustadz Ahmad Anshori, Lc.
📗 Kajian: Serial Kultum Ramadhan ke-24
🔊 Sifat Penduduk Surga
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Ramadhan1441-24
〰〰〰〰〰〰〰

SIFAT PENDUDUK SURGA

بسم الله الرحمن الرحيم 
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله

Pemirsa BiAS TV yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita akan berbicara tentang sifat-sifat penduduk Surga, di antaranya:

⑴ Tinggi penduduk Surga adalah 60 hasta, sebagaimana hadīts dari sahabat Abū Hurairah radhiyallāhu 'anhu. 

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah bersabda:

خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ طُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا

"Allāh menciptakan Adam sebagaimana bentuknya, tingginya adalah 60 hasta.”

 فَلَمَّا خَلَقَهُ قَالَ اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ النَّفَرِ مِنْ الْمَلائِكَةِ جُلُوسٌ

Ketika Allāh menciptakan Adam, Allāh berfirman kepada Adam, "Pergilah dan ucapkan salam kepada sejumlah malāikat yang sedang duduk itu.”

فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّونَكَ فَإِنَّهَا تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ

"Lalu dengarkanlah bagaimana ucapan salam mereka, karena ucapan salam yang mereka ucapkan kepadamu akan menjadi ucapan salammu dan ucapan salam anak keturunanmu.”_

فَقَالَ السَّلامُ عَلَيْكُمْ

Adam mengatakan, "Assalāmu'alaikum."

فَقَالُوا السَّلامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ  فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Kemudian para malāikat menjawab, "Assalāmu'alaika wa rahmatullāh." Malāikat-malāikat itu menambahkan, "Wa rahmatullāh (semoga Allāh merahmatimu).”

فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ

"Maka manusia yang masuk Surga nanti tinggi badan dan wujud fisiknya seperti Adam.”

فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ يَنْقُصُ بَعْدُ حَتَّى الآن

"Dan tinggi badan makhluk senantiasa berkurang sampai sekarang ini.” (Hadīts shahīh riwayat Al Bukhāri nomor 6227 dan Muslim nomor 2841)

Kemudian sifat penduduk Surga yang lainnya adalah:

⑵ Fisik mereka tidak ada bulu.

⑶ Umur mereka ketika di Surga antara 30 sampai 33 tahun. 

Sebagaimana hadīts Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dari sahabat Mu'adz radhiyallāhu 'anhu, Beliau pernah mengatakan:

يَدْخُلُ أَهْلُ الجَنَّةِ الجَنَّةَ جُرْدًا ، مُرْدًا ، مُكَحَّلِينَ ، أَبْنَاءَ ثَلاَثِينَ أَوْ ثَلاَثٍ وَثَلاَثِينَ سَنَةً

"Penduduk Surga akan masuk ke dalam Surga dalam keadaan jurdan (tidak memiliki rambut pada fisiknya), murdan (pemuda yang baru tumbuh kumisnya dan belum tumbuh jenggotnya), matanya bercelak, usia mereka 30 atau 33 tahun.” (Hadīts shahīh riwayat At Tirmidzī nomor 2545)

⑷ Ketampanan penduduk Surga seperti ketampanan Nabi Yusuf 'alayhissalām. Untuk kaum wanita, mereka lebih cantik dari bidadari Surga.

Sebagaimana disebutkan di dalam hadīts yang shahīh bahwasanya wanita-wanita yang beriman di dunia mereka lebih afdhal (utama) lebih cantik daripada bidadari-bidadari Surga.

Jadi yang kurang tampan atau kurang cantik, yang penting hatinya cantik dan tampan. Bertakwa kepada Allāh dan jangan bersedih karena ketika kita berada di Surga Allāh (in syā Allāh) kita akan memiliki ketampanan seperti tampannya Nabi Yusuf 'alayhissalām dan untuk wanita lebih cantik dari bidadari-bidadari Surga.

⑸ Penduduk Surga memiliki hati yang lembut, selembut hati Nabi Ayyūb 'alayhissalām.

Dalīlnya adalah sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

يُحْشَرُ مَا بَيْنَ السِّقْطِ إِلَى الشَّيْخِ الْفَانِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي خَلْقِ آدَمَ ، وَقَلْبِ أَيُّوبَ ، وَحُسْنِ يُوسُفَ مُرْدًا مُكَحَّلِينَ

"Mereka dibangkitkan di usia antara bayi dan manusia tua di hari kiamat, sama dengan bentuk Adam, berhati Ayyūb dan setampan Yusuf. Masih muda dan bercelak."

Demikian lima sifat penduduk Surga yang bisa kami sampaikan. Semoga dapat menumbuhkan keridhāan kita kepada Surga.

Wallāhu Ta'āla A'lam.

وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته  

____________________


© 2020 Copy Right Abu Uwais. templates by Blogger
Proudly Powered by Abu Uwais