Radio Rodja Live

Server Indonesia High Quality

kesalahan dalam Adzan

Selasa, 21 Juni 2022

20 Sebab Kenapa Harus Memaafkan

by Rory Rachmad  |  at  21 Juni
Pada kesempatan ini kita akan membahas risalah yang ditulis oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah yang topiknya adalah 20 sebab kenapa kita harus memaafkan orang yang menzalimi kita. Oleh karenanya pembahasan kita pada kesempatan kali ini adalah tentang sifat memaafkan.

Oleh karenanya tatkala Allah menyebutkan sifat memaafkan kesalahan orang lain, Allah Subhanahu wa ta’ala melanjutkan dengan frman-Nya,

 ِ َي ُ ْح ِسن ُ ِح ُب ْال َوالَُ ي “Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan (ihsan).” (QS. Ali-’Imran : 134)
 

20 sikap ibnu taymiyah

1. Meyakini bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala yang menciptakan perilaku seorang hamba.

2. Meyakini bahwa musibah menimpa karena dosa-dosa yang dimiliki

3. Meyakini bagaimana besarnya ganjaran Allah Subhanahu wa ta’ala atas orang-orang yang memaafkan 

4. Meyakini bahwa memaafkan akan membersihkan hati dari penyakitpenyakit hati terhadap orang lain. 

5. Meyakini bahwa memaafkan akan menambah kemuliaan seseorang.  

6. Orang yang memaafkan juga akan dimaafkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

7. Membalas kezaliman orang lain hanya akan membuang-buang waktu, dan memungkinkan hilangnya maslahat yang besar. 

8. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melakukan pembelaan terhadap dirinya

9. Sesungguhnya balasan itu dari Allah Subhanahu wa ta’ala. 

10. Orang yang memaafkan akan dicintai dan diridhai, serta akan dibersamai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala 

11. Bersabar adalah separuh iman. 

12. Sifat memaafkan akan melatih untuk mengendalikan hawa nafsu

13. Orang yang bersabar dan memaafkan akan ditolong oleh Allah Subhanahu wa ta’ala 

14. Memaafkan akan menghentikan kezaliman orang kepada diri kita

15. Membalas kezaliman hanya akan menambah kezaliman orang lain terhadap diri kita.

16. Membalas kezaliman hanya akan menjerumuskan seseorang kepada kezaliman pula. 

17. Kezaliman yang dialami akan menghapuskan dosa dan mengangkat derajat seseorang.

18. Memaafkan adalah kekuatan untuk melawan orang yang berbuat zalim. 

19. Memaafkan akan membuat orang yang menzalimi merasa rendah. 

20. Memaafkan akan melahirkan kebaikan-kebaikan yang banyak

sumber : www.firanda.com




Sabtu, 18 Juni 2022

Halaqah 01: Muqaddimah Kitāb Āfātul Lisān Fī Dhau'il Kitābi was Sunnah

by Rory Rachmad  |  at  18 Juni

 🌍 BimbinganIslam.Com

📆 Rabu, 05 Rabi'ul Akhir1443 H/10 November 2021 M

👤 Ustadz Afit Iqwanudin, Amd, Lc.

📗 Kitāb Āfātul Lisān Fī Dhau'il Kitābi was Sunnah

( آفات اللسان في ضوء الكتاب والسُّـنَّة) 

📝 Syaikh Dr. Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahthāni rahimahullāh

🔊 Halaqah 01: Muqaddimah Kitāb 

〰〰〰〰〰〰〰

MUQADDIMAH KITĀB

بسم الله الرحمن الرحيم 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمدلله و صلاة وسلم على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، و لَاحول ولاقوة الا بالله 


Sahabat BiAS kaum muslimin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

In syā Allāh, kita akan mengambil faedah dari sebuah risalah karya Syaikh Dr. Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahthāni rahimahullāhu ta'āla yang membahas seputar Bahaya Lisan.


Risalah tersebut berjudul Āfātul Lisān Fī Dhau'il Kitābi was Sunnah ( آفات اللسان في ضوء الكتاب والسُّـنَّة).

Syaikh Sa'id bin Ali Al-Qahthāni rahimahullāh 

merupakan seorang ulama kenamaan dengan segudang karya ilmiah, jika Anda tidak mengenal beliau, saya yakin Anda mengenal salah satu karya terbaik beliau yang bernama Hisnul Muslim. 


Adapun kitāb yang akan kita pelajari kali ini membahas seputar berbagai bahaya yang dapat ditimbulkan oleh lisan, mulai dari ghibah, namimah, dusta dan sebagainya. Namun tidak cukup sampai di situ, beliau juga memaparkan bagaimana cara mengobati berbagai penyakit tersebut jika sudah terlanjur menjangkit. 


Kita akan mengawali dari muqaddimah yang beliau bawakan, sebelum kita mempelajari berbagai pembahasan yang beliau bawakan dalam kitāb ini.


Pertama sebagaimana para ulama mengawali tulisannya, beliau memulai dengan muqaddimah dalam bentuk pujian kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kemudian penegasan tentang dua kalimat syahadah, kemudian beliau mengutip firman Allāh Ta'āla yang berkaitan dengan ketakwaan.


Allāh Ta'āla berfirman: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allāh dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS. Āli-Imrān: 102) 


يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا


"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allāh) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allāh memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allāh yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allāh selalu menjaga dan mengawasimu." (QS. An-Nissā: 1)


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا ۞ يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allāh dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allāh memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allāh dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar." (QS. Al-Ahzāb: 70-71)


Beliau juga menegaskan tentang bahaya membuat suatu amalan baru yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam. Kemudian beliau menegaskan bahwa lidah merupakan sebuah nikmat yang agung yang Allāh Subhānahu wa Ta'āla karuniakan kepada manusia. Bahkan ia merupakan nikmat terbesar setelah hidayah Islām.  


Namun lidah ini bagaikan pedang bermata dua, jika seorang memanfaatkan dalam ketaatan kepada Allāh, seperti membaca Al-Qur'an,  beramar ma'ruf nahi mungkar, menolong orang yang terzhalimi, maka sejatinya itulah yang diperintahkan kepada seorang muslim. 


Dan hal ini merupakan sebuah bentuk bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla atas nikmat tersebut. Akan tetapi jika ia menggunakan lidahnya untuk mentaati syaithan memecah belah kaum muslimin berdusta, berkata-kata kotor, ghibah, namimah (mengadu domba) hingga menodai kehormatan kaum muslimin, maka sesungguhnya perbuatan tersebut adalah perbuatan yang diharamkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan Rasul-Nya shallallāhu 'alayhi wa sallam. Serta merupakan  bentuk kufur terhadap nikmat yang telah Allāh Subhānahu wa Ta'āla berikan.


Kemudian sang pengarang juga menegaskan bahwa terdapat dua bahaya lisan yang terbesar, yaitu:

⑴ Bahaya berkata-kata yang bathil. 

⑵ Bahaya diam dari mengatakan kebenaran yang seharusnya disampaikan.


Orang yang diam dari mengungkapkan kebenaran yang seharusnya diungkapkan, tak ubahnya seperti الشَّيْطَان أخْرَصَ (syaithan yang bisu). Dia telah bermaksiat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, seorang penipu, seorang penjilat, jika memang ia melakukan hal tersebut secara sukarela bukan karena jiwanya terancam atau semisalnya.


Adapun orang yang gemar berkata-kata bathil sejatinya merupakan الشَّيْطَان نَاطِق (syaithan yang dapat berbicara) dan seorang yang telah bermaksiat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan nyatanya kebanyakan manusia terjerumus dalam dua hal ini. 


Baik saat dia berucap ataupun saat dia diam, saat berucap dia berucap dengan hal-hal yang bathil dan saat dia diam ternyata dia diam dari mengungkapkan kebenaran. Sedangkan ahlul wasath (orang yang tengah-tengah) atau sikap yang tepat adalah menjaga lisan dari mengucapkan kebathilan serta berusaha mengucapkan hal-hal yang akan bermanfaat bagi kita. 


Dan bahaya lidah merupakan bahaya yang paling fatal sebab seseorang (mungkin) cukup mudah untuk tidak memakan makanan yang haram, dia bisa menjaga dirinya untuk tidak memakan makanan yang haram, tidak menzhalimi orang lain, tidak berzina, tidak mencuri, tidak meminum khamr dan melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, akan tetapi dia sangat sulit untuk menjaga lidahnya. 


Maka jangan heran saat kita mendapati ada orang yang terkenal rajin ibadah, orang yang zuhud, akan tetapi ucapannya sering kali mengundang kemurkaan Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Dan ia menganggapnya sebagai hal yang biasa padahal ucapannya tersebut bisa jadi menjerumuskannya ke dalam api neraka.


Dan betapa banyak kita dapati seseorang yang sanggup menahan hawa nafsunya dari melakukan hal-hal yang keji, menzhalimi orang lain, tetapi ucapannya sungguh amat menusuk dan menodai kehormatan kaum muslimin, baik yang masih hidup atau bahkan mereka yang sudah mati. Dan iapun tidak pernah peduli terhadap ucapannya tersebut ولاحول ولاقوة الا بالله.


Sahabat kaum muslimin sahabat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 


Cukup banyak akibat yang bisa ditimbulkan oleh lidah, baik terhadap pribadi seseorang ataupun kepada masyarakat secara umum, dan in syā Allāh akan kita pelajari dalam kitāb ini. Serta bagaimana cara menanggulangi dan  bagaimana cara mengobati penyakit-penyakit tersebut jika ternyata penyakit tersebut sudah terlanjur menjangkit dalam diri kita. Na'ūdzubillāhi min dzālik. 


Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjaga kita darinya, menjaga kita dari penyakit-penyakit lidah memudahkan kita untuk bisa menjaga lidah tersebut.

وصلى الله على نبينا محمّد و على آله وصحبه و سلم 

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


________




Halaqah 25: Mu'jizat Rasūlullāh Shallallāhu 'alayhi wa sallam Bagian Kelima

by Rory Rachmad  |  in Kitāb Tahdzībus Sīratin Nabawiyyah at  18 Juni

 🌍 BimbinganIslam.Com

📆 Selasa, 19 Rabi'ul Awal 1443 H/26 Oktober 2021 M

👤 Ustadz Abdullah Taslim, Lc. MA

📗 Kitāb Tahdzībus Sīratin Nabawiyyah (تهذيب السيرة النبوية)

🔊 Halaqah 25: Mu'jizat Rasūlullāh Shallallāhu 'alayhi wa sallam Bagian Kelima


〰〰〰〰〰〰〰


MU'JIZAT RASŪLULLĀH ﷺ , BAGIAN KELIMA



بسم الله الرحمن الرحيم 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين اما بعد 



Alhamdulillāh. Ma'āsyiral Ikhwah wa Akhawat Fīdīn Rahimakumullāh.


Kembali kita melanjutkan pembahasan kajian kitāb yang sangat bermanfaat. 


Kitāb Tahdzībus Sīratin Nabawiyyah (تهذيب السيرة النبوية), ringkasan sirah atau sejarah hidup Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. Buah karya dari Al Imamu Hafizh Abu Zakariyya Yahya ibnu Syaraf An Nawawi Ad Dimasyqi rahimahullāhu ta'āla.


Bersama saya, Abdullah Taslim. Kajian ini diselenggarakan grup kajian online BiAS (Bimbingan Islām).


Saat ini kita sudah memasuki: الحلقة الخمسة عشر , halaqah yang ke-25, masih melanjutkan pembahasan tentang mu'jizat atau tanda kenabian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam (In syā Allāh ini adalah halaqah yang terakhir).


Imam An Nawawi rahimahullāhu ta'āla mengatakan: 


ودعا بنزول المطر حين سألوه ذلك (لقحط) المطر


Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pun berdoa meminta hujan ketika terjadi musim kemarau yang sangat panjang (terputusnya hujan dalam waktu yang panjang).


Dan ini disebutkan dalam hadīts yang shahīh ketika Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam sedang berkhutbah di atas mimbar Jum'at. 


ولم يكن في السماء قزعة، فثار سحاب أمثال الجبال، ومطروا إلى الجمعة الأخرى حتى (سألوه برفعه)


Ketika itu tidak ada awam di langit atau tidak ada tanda-tanda hujan, setelah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berhenti berdoa maka berkumpullah awan yang besarnya seperti gunung-gunung. Sehingga hujan pun turun sampai Jum'at berikutnya.


Sehingga mereka yang meminta agar hujan turun kembali meminta kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam agar Allāh menghentikan hujan tersebut.


فدعا فارتفع وخرجوا يمشون في الشم


Maka ketika Jum'at berikutnya Rasūlullāh berdoa dan dengan izin Allāh, hujanpun berhenti kemudian kaum muslimin keluar melaksanakan shalat Jum'at berjalan di terik matahari (hujan berhenti berganti dengan sinar matahari).


ودعا لأبي طلحة وامرأته أم سليم أن يبارك الله لهما في ليلتهما، فكان كذلك


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mendoakan shahabat Abu Thalhah dan istrinya, ummu Sulaim radhiyallāhu 'anhumā, agar Allāh memberkahi malam mereka berdua (malam ketika mereka berkumpul setelah meninggalnya putra mereka yang masih bayi), maka Allāh jadikan seperti itu.


فحملت فولدت عبد الله، فكان من أولاده تسعة كلهم علماء


Kemudian Ummu Sulaim hamil dan melahirkan Abdullāh.


Dan didoakan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam (kisahnya masyhur). Anas bin Mālik, sang kakak, membawa adiknya Abdullāh kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam untuk didoakan dengan kebaikan, di tahnik dan seterusnya. 


Di antara sembilan anak Abu Thalhah, semuanya adalah ulama.


Orang yang mempelajari Islām, mempelajari Al Qur'ān dan Hadīts-hadīts Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. 


ودعا لأم أبي هريرة - رضي الله عنه - بالهداية فذهب أبو هريرة فوجدها تغتسل وقد أسلمت


Sebagaimana Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mendoakan ibunda Abu Hurairah radhiyallāhu 'anhu agar mendapatkan hidayah. Ketika itu Abu Hurairah pulang ke rumahnya dan mendapati ibunya mandi dan telah masuk Islām. 


Doa Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dikabulkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 


ودعا لأم قيس بنت محصن أخت عكاشة بطول العمر. فلم نعلم امرأة عمرت ما عمرت – رواه النسائي في باب غسل الميت


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah mendoakan Ummu Qais bintu Mihshan saudari Ukaasyah ibnu Mihshan agar beliau dipanjangkan umurnya dan terjadi seperti yang didoakan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.


Kita tidak mengetahui seorang perempuannya yang dipanjangkan umurnya seperti panjangnya umur Ummu Qais bin Mihshan.


Diriwayatkan oleh Imam An Nassai di dalam Sunnannya Bab Memandikan Jenazah.


ورمى الكفار يوم حنين بقبضة من تراب، وقال: «شاهت الوجوه». فهزمهم الله تعالى وامتلأت أعينهم ترابًا


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pada saat perang Hunain melemparkan segengam tanah kepada orang-orang kafir dan Beliau bersabda, "Semoga wajah-wajah ini menjadi buruk," maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjadikan pasukan kafir terkalahkan dalam perang tersebut.


Bahkan mata-mata mereka dipenuhi dengan tanah.


Tentu Beliau hanya melempar segengam tanah tapi Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjadikan itu sebagai senjata dan menjadikan mata-mata orang kafir menjadi buta karena dipenuhi dengan tanah tersebut.


وخرج على مائة من قريش ينتظرونه ليفعلوا به مكروهًا. فوضع التراب على رءوسهم ومضى ولم يروه


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam keluar untuk berhijrah, Beliau ditunggu seratus orang quraisy yang akan melakukan keburukan kepada Beliau, mereka berniat untuk membunuh beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam.


Kemudian Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam keluar dan meletakkan tanah di atas kepala mereka, lalu beliau pergi tanpa dilihat oleh mereka.


Mereka tidak mengetahui kepergian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, dan saat itu mereka tetap menunggu.


Ini juga jelas menunjukkan bukti kenabian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dan pertolongan dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla kepada Beliau ketika beliau hijrah.


Ini beberapa contoh dan tentunya banyak sekali contoh-contoh lain dan tidak mungkin disebutkan semua oleh beliau rahimahullāhu dan jika disebutkan akan ribuan jumlahnya. 


Maka contoh-contoh yang disebutkan di sini bisa menjadi gambaran dan bukti kebenaran petunjuk yang dibawa oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.


Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam senantiasa dibenarkan dan didukung juga ditolong oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla bahkan Allāh memperlihatkan dengan jelas bukti kebenaran petunjuk yang dibawa oleh Nabi kita yang mulia shallallāhu 'alayhi wa sallam.


In syā Allāh cukup sampai di sini dan ini akhir dari pembahasan tentang mu'jizat atau tanda kenabian Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam. In syā Allāh di halaqah berikutnya kita akan membahas pembahasan yang baru.


Demikianlah, mohon maaf atas segala yang salah dan kurang.


صلى الله و سلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين والحمد الله رب العالمين. سبحانك اللهم وبحمدك أشهد إن لا إله إلا أنت استغفرك وأتوب إليك. والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

 

________




Halaqah 24: Mu'jizat Rasūlullāh Shallallāhu 'alayhi wa sallam Bagian Keempat

by Rory Rachmad  |  in Kitāb Tahdzībus Sīratin Nabawiyyah at  18 Juni

 🌍 BimbinganIslam.Com

📆 Senin,18 Rabi'ul Awal 1443 H/25 Oktober 2021 M

👤 Ustadz Abdullah Taslim, Lc. MA

📗 Kitāb Tahdzībus Sīratin Nabawiyyah (تهذيب السيرة النبوية)

🔊 Halaqah 24: Mu'jizat Rasūlullāh Shallallāhu 'alayhi wa sallam Bagian Keempat 


〰〰〰〰〰〰〰


MU'JIZAT RASŪLULLĀH ﷺ , BAGIAN KEEMPAT 



بسم الله الرحمن الرحيم 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين اما بعد 



Alhamdulillāh. Ma'āsyiral Ikhwah wa Akhawat Fīdīn Rahimakumullāh.


Kembali kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla memujinya atas semua limpahan nikmat dan karunia-Nya, Alhamdulillāh kita bertemu kembali melanjutkan kembali pembahasan kajian kitāb yang sangat bermanfaat. 


Kitāb Tahdzībus Sīratin Nabawiyyah (تهذيب السيرة النبوية), ringkasan sirah atau sejarah hidup Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. Buah karya dari Al Imamu Hafizh Abu Zakariyya Yahya ibnu Syaraf An Nawawi Ad Dimasyqi rahimahullāhu ta'āla.


Masih bersama saya pembawa materi, Abdullah Taslim, dengan penyelenggara kajian online BiAS (Bimbingan Islām). 


Saat ini kita masih melanjutkan pembahasan Mu'jizat Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam atau tanda-tanda benarnya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. 


Masih melanjutkan penjelasan dari Imam An Nawawi rahimahullāhu ta'āla, beliau berkata: 


وقال لأبي هريرة حين سرق الشيطان التمر: «إنه سيعود» فعاد. 


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berkata kepada Abu Hurairah radhiyallāhu 'anhu, ketika syaithan mencuri kurma (saat itu Abu Hurairah diberi tugas untuk menjaga zakat kurma), "Sesungguhnya dia akan kembali."


Waktu itu dia mengaku sebagai pencuri miskin yang kelaparan dan ternyata dia adalah syaithan. 


Dan ternyata betul dia kembali.


Ini menunjukkan bahwa Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mendapatkan wahyu dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla.


وقال لأزواجه: «أطْوَلُكُنَّ يدًا أسْرَعُكُنَّ لحاقًا بي» فكان كذلك


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah berkata kepada istrinya, "Di antara kalian yang paling panjang tangannya adalah yang paling segera menyusulku." Kemudian terjadilah apa yang Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam ucapkan.


Maksud yang paling panjang tangannya adalah yang paling gemar bersedekah atau berbuat kebaikan, dan beliau adalah Zainab bintu Jahsy radhiyallāhu 'anhā.


Dan benar ucapan Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam, karena yang paling cepat wafat di antara mereka sepeninggal Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah Zainab bintu Jahsy radhiyallāhu 'anhā. 


Dan mereka semua akan menjadi istri Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam di akhirat, sebagaimana mereka adalah istri Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam di dunia.


وقال لعبد الله بن سلام: «أنت على الإسلام حتى تموت»


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berkata kepada Abdullah bin Salām radhiyallāhu 'anhu, "Kamu akan terus di atas Islām sampai kamu wafat."


Dan kenyataannya seperti itu. Beliau wafat di atas Islām dan baik ke Islāmannya.


ودعا - صلى الله عليه وسلم - لأنس بأن يكثر ماله وولده ويطول عمره فكان كذلك


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mendoakan kebaikan untuk Anas bin Mālik radhiyallāhu 'anhu, agar dijadikan banyak harta dan keturunan dan juga diberkahi serta dipanjangkan umurnya. Dan seperti itu kenyataannya.


Benar seperti yang didoakan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. 


عاش فوق مائة سنة، ولم يكن أحد من الأنصار أكثر مالاً منه


Anas bin Mālik hidup sampai berumur seratus tahun, dan tidak ada seorangpun di antara orang-orang Anshar yang lebih kaya (banyak hartanya) dibandingkan Anas bin Mālik radhiyallāhu 'anhu.


ودفن من أولاده الذكور لصلبه مائة وعشرين ابنًا قبل قدوم الحجاج


Beliau menguburkan anak laki-lakinya yang wafat sebanyak 120 orang sebelum kedatangan orang-orang yang menunaikan ibadah haji.


سوى غيرهم وهذا مصرح به في صحيح البخاري  وغيره.


Itu belum yang selainnya lagi, dan hadīts-hadīts ini ditegaskan di dalam Shahīh Al Bukhāri dan riwayat yang lainnya.


Ini juga menunjukkan benarnya mu'jizat Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam karena Beliau mendapatkan wahyu dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 


 ودعا - صلى الله عليه وسلم - أن يعز الله الإسلام بعمر بن الخطاب أو بأبي جهل، فأعزه الله بعمر - رضي الله عنه


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah berdoa agar Allāh memuliakan Islām dengan salah satu dari dua orang yaitu Umar ibnu Khaththāb atau Abu Jahl. Maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjadikan kemuliaan  Islām dengan Umar bin Khaththāb radhiyallāhu 'anhu (Allāh memilih Umar bin Khaththāb).


ودعا على سراقة بن مالك؛ فارتطمت به فرسه في جلد من الأرض وساخت قوائمها فيها، فناداه بالأمان وسأله الدعاء له،


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam  mendoakan keburukan kepada Surāqah ibnu Mālik sebelum dia masuk Islām karena beliau mengejar Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dan Abu Bakar ketika beliau berdua hijrah. Ketika sudah dekat Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mendoakan keburukan untuk dirinya dan kendaraan (kuda) nya.


Kemudian kudanya melemparkan Surāqah di tanah yang keras bahkan sampai kaki-kaki kuda tertanam di tanah tersebut. Kemudian Surāqah ibnu Mālik memanggil Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam untuk berdamai maksudnya dia tidak akan mencelakakan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dan Abu Bakar. Dan meminta kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam agar mendoakan kebaikan untuknya.


Dan terjadi seperti apa yang didoakan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. 


ودعا لعلي أن يذهب الله عنه الحر والبرد، فلم يكن يجد حرًا ولا بردًا. 


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah mendoakan kebaikan untuk Ali bin Abi Thālib supaya dia tidak merasakan panas dan dingin, dan setelah itu dia tidak merasakan panas dan dingin sebagaimana doa Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.


ودعا لحذيفة ليلة بعثه يأتي بخبر الأحزاب ألا يجد بردًا، فلم يجده حتى رجع


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah mendoakan kebaikan untuk sahabat Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallāhu 'anhu, di malam ketika Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengutusnya untuk membawa berita tentang kaum musyirikan (yang tergabung dalam pasukan Ahzab yang memerangi Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dan para shahabat).


Karena malam itu sangat dingin, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mendoakan agar Hudzaifah Ibnul Yaman tidak kedinginan, maka Hudaifah pun tidak mendapati rasa dingin sampai kembali dari tugas tersebut.


Ini juga menunjukkan tanda kenabian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. 


ودعا لابن عباس أن يفقهه الله في الدين، فكان كذلك


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mendoakan kebaikan untuk anak paman  beliau Abdullāh ibnu Abbās radhiyallāhu 'anhumā agar Allāh menjadikan dia paham dalam urusan agama, dan dia seperti itu. Sehingga dia disebut sebagai Habrul Ummah orang yang berilmu dari kalangan umat ini.


ودعا على عتبة  بن أبي لهب أن يسلط الله عليه كلبًا من كلابه فقتله الأسد بالزرقاء.


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mendoakan keburukan kepada musuh Islām yaitu Utbah bin Abi Lahab (dan yang benar di sini bukan Utbah tetapi Utaibah ibnu Abi Lahab. Karena Utbah bin Abi Lahab masuk Islām ketika Fathu Mekkah.)


Agar Allāh menjadikannya diserang oleh salah satu binatang buas yang Allāh tundukan, kemudian Utaibah ini diterkam oleh singa di daerah Zarqa' kemudian dia mati di sana sebagaimana doa Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.


Ini beberapa contoh dari tanda-tanda kenabian Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam yang, in syā Allāh akan kita lanjutkan kembali di halaqah selanjutnya.


Bārakallāhu Fīkum.


صلى الله و سلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين والحمد الله رب العالمين. سبحانك اللهم وبحمدك أشهد إن لا إله إلا أنت استغفرك وأتوب إليك. والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

 

________




Halaqah 23: Mu'jizat Rasūlullāh Shallallāhu 'alayhi wa sallam Bagian Ketiga

by Rory Rachmad  |  in Kitāb Tahdzībus Sīratin Nabawiyyah at  18 Juni

 🌍 BimbinganIslam.Com

📆 Jum'at,16 Rabi'ul Awal 1443 H/22 Oktober 2021 M

👤 Ustadz Abdullah Taslim, Lc. MA

📗 Kitāb Tahdzībus Sīratin Nabawiyyah (تهذيب السيرة النبوية)

🔊 Halaqah 23: Mu'jizat Rasūlullāh Shallallāhu 'alayhi wa sallam Bagian Ketiga


〰〰〰〰〰〰〰


MU'JIZAT RASŪLULLĀH  ﷺ , BAGIAN KETIGA



بسم الله الرحمن الرحيم 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين اما بعد 



Alhamdulillāh. Ma'āsyiral Ikhwah wa Akhawat Fīdīn Rahimakumullāh.


Kembali kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla atas semua limpahan nikmat dan karunia-Nya. Alhamdulillāh dengan taufik-Nya kita bisa melanjutkan kembali pembahasan kajian kitāb yang sangat bermanfaat. 


Kitāb Tahdzībus Sīratin Nabawiyyah (تهذيب السيرة النبوية), ringkasan sirah atau sejarah hidup Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. Buah karya dari Al Imamu Hafizh Abu Zakariyya Yahya ibnu Syaraf An Nawawi Ad Dimasyqi rahimahullāhu ta'āla.


Bersama saya yang menyampaikan materi  Abdullah Taslim. Kajian ini diselenggarakan oleh Bimbingan Islām (BiAS). 


Saat ini kita sudah sampai pada halaqah ke-23, masih melanjutkan tentang mu'jizat atau tanda-tanda kenabian Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam yang disebutkan di dalam beberapa hadīts shahīh yang dibawakan oleh Imam An Nawawi rahimahullāhu ta'āla. 


Selanjutnya beliau mengatakan: 


وبأن طائفة من أمته على الحق، وبأن الناس يكثرون،


Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam mengabarkan tentang sekelompok dari umatnya yang selalu berpegang teguh di atas kebenaran dan terjadi seperti itu. Dan manusia akan semakin banyak.


Dan ini juga benar terjadi.


 وبأن الأنصار يلقون بعده أثرةً


Jumlah kaum Anshar berkurang, setelah itu kaum Anshar akan menemukan berbagai fitnah.


Atsarah (أثرةً) pemimpin yang lebih mengutamakan hak mereka dan tidak menunaikan hak rakyatnya. 


وبأن الناس لا يزالون يسألون حتى يقولوا هذا: «خلق الله الخَلْق...» الحديث


Manusia akan senantiasa bertanya kepada diri mereka (bisikan dari syaithan) sehingga mereka mengatakan, "Ini adalah ciptaan Allāh, Allāh menciptakan makhluk dan siapa yang menciptakan Allāh?" Dan ini terjadi seperti yang diberitakan di dalam hadīts Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.


وبأن رويفع بن ثابت تطول به الحياة


Bahwasanya Ruwaifi' ibnu Tsābit akan berumur panjang.


Dan terjadi hal itu.


 وبأن عمار بن ياسر تقتله الفئة الباغية


Bahwasanya 'Amār ibnu Yāsir akan dibunuh oleh kelompok yang melampaui batas.


Ketika terjadi perselisihan antara dua kelompok kaum muslimin, ternyata Amār ibnu Yāsir dibunuh oleh kelompok yang salah. 


Perlu ijtihad dalam masalah ini, karena ini adalah dua kelompok di antara sebagian shahabat Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. 


وبأن هذه الأمة ستفترق، وبأنه سيكون بينهم قتال.


Dan berita dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bahwa umat ini akan terpecah belah dan akan terjadi peperangan di antara umat ini.


Dan terjadi sebagaimana dikabarkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. 


وبأنه ستخرج نار من أرض الحجاز


Akan keluar api dari tanah Hijāz.


Dan ini pun terjadi seperti yang dikabarkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. 


 وأشباه هذفوقعت كلها كما (أخبر) - صلى الله عليه وسلم واضحة جلية


Dan berita-berita semacam ini ada di dalam hadīts-hadīts yang shahīh, dan semuanya terjadi persis seperti yang dikabarkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan jelas dan gamblang.


وقال لثابت بن قيس: «تعيش حميدًا.. وتقتل شهيدًا» فعاش حميدًا، واستشهد باليمامة


Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah bersabda kepada Ibnu Qais, "Engkau akan hidup sebagai orang yang terpuji dan mati syahid." 


Kemudian Qais hidup terpuji beliau mati syahid ketika terjadi peperangan di negeri Yamāmah.


وقال لعثمان: «تصيبه بلوى شديدة»


Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah bersabda kepada Utsman bin Affan radhiyallāhu 'anhu, "Dia akan ditimpa bencana yang sangat dahsyat."


Yakni ketika Utsman bin Affan dikepung di rumahnya oleh orang-orang yang berbuat zhalim, kemudian orang-orang zhalim tersebut dibunuh oleh para pemberontak.


وقال في رجل من المسلمين يقاتل قتالاً شديدًا: «وإنه من أهل النار» فقتل نفسه


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah bersabda tentang seorang dari kaum muslimin yang berperang dengan sangat kuat, "Bahwasanya dia termasuk penghuni neraka," ketika diikuti oleh salah seorang shahabat orang itu menghunuskan pedang kepada dirinya sendiri akhirnya dia mati bunuh diri.


Dan betul sabda Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bahwa dia termasuk penghuni neraka. Na'ūdzu billāhi min dzālik 


وجاءه وابصة بن معبد يسأله عن البر والإثم، فقال: «جئت تسأل عن البر والإثم؟»


Kemudian shahabat Wābishah ibnu Ma'bad ingin bertanya tentang kebaikan dan dosa, kemudian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam langsung bersabda kepada Wābishah, "Apakah kamu datang ingin bertanya tentang kebaikan dan dosa?"


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengetahui apa yang akan ditanyakan oleh Wābishah ibnu Ma'bad. Ini adalah wahyu dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 


وقال لعلي والزبير والمقداد: «اذهبوا إلى روضة خاخ، (فإن بها) ظعينة معها كتاب»، فوجدوها، فأنكرته، ثم أخرجته من عقاصها.


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah bersabda kepada Ali bin Abi Thālib, Az Zubair dan Al Miqdād, "Pergilah kalian ke kebun Khakha (sebuah tempat antara Mekkah dan Madīnah) di sana ada seorang perempuan di atas unta dengan sekedupnya dia membawa surat tersebut.


Yakni dikirim oleh shahabat Hatib bin Abi Balta'ah radhiyallāhu 'anhu untuk mengirim berita kepada orang-orang kafir Quraisy yang kemudian turun firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla di ayat surat Al Muntahana. 


Yang jelas di sini Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam memberitakan demikian.


Kemudian ketika ketiga shahabat ini (Ali, Az Zubair, Al Miqdād) pergi ke sana, mereka dapati perempuan tersebut mengingkarinya (menyembunyikan surat tersebut) setelah itu perempuan itu mengeluarkan surat dari jalinan rambutnya.


Ini juga berita-berita yang disebutkan di dalam hadīts Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dan ternyata benar dan terbukti sebagaimana yang Beliau beritakan 


Ini adalah contoh dari mu'jizat Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, in syā Allāh masih ada kelanjutan dari contoh-contoh yang lain di halaqah yang berikutnya.


Sampai di sini cukup, in syā Allāh. 


صلى الله و سلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحب أجمعين. والحمد الله رب العالمين. سبحانك اللهم وبحمدك أشهد إن لا إله إلا أنت استغفرك وأتوب إليك.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

 

________




Halaqah 22: Mu'jizat Rasūlullāh Shallallāhu 'alayhi wa sallam Bagian Kedua

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Beriman Kepada Malaikat at  18 Juni

 🌍 BimbinganIslam.Com

📆 Kamis,14 Rabi'ul Awal 1443 H/21 Oktober 2021 M

👤 Ustadz Abdullah Taslim, Lc. MA

📗 Kitāb Tahdzībus Sīratin Nabawiyyah (تهذيب السيرة النبوية)

🔊 Halaqah 22: Mu'jizat Rasūlullāh Shallallāhu 'alayhi wa sallam Bagian Kedua

〰〰〰〰〰〰〰

MU'JIZAT RASŪLULLĀH ﷺ , BAGIAN KEDUA

بسم الله الرحمن الرحيم 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين اما بعد 

Alhamdulillāh. Ma'āsyiral Ikhwah wa Akhawat Fīdīn Rahimakumullāh.

Kembali kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla memuji dan menyanjungnya atas semua limpahan nikmat dan karunia-Nya.

Alhamdulillāh kita dipertemukan kembali dengan taufik-Nya untuk melanjutkan kajian, membahas kitāb yang sangat bermanfaat. 

Kitāb Tahdzībus Sīratin Nabawiyyah (تهذيب السيرة النبوية), ringkasan sirah atau sejarah hidup Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam. Buah karya dari Al Imamu Hafizh Abu Zakariyya Yahya ibnu Syaraf An Nawawi Ad Dimasyqi rahimahullāhu ta'āla.

Bersama saya yang menyampaikan materi, Abdullah Taslim. Kajian ini diselenggarakan  oleh Bimbingan Islām (BiAS). 

Saat ini kita sampai di: الحلقة الإثنيةوعشرون , halaqah yang  ke-22, masih melanjutkan pembahasan tentang: 

▪︎ Mu'jizat atau Tanda-tanda Kenabian ﷺ 

Imam An Nawawi rahimahullāhu ta'āla menjelaskan: 

وإخباره بمصارع المشركين يوم بدر: «هذا مصرع فلان» فلم يعدو مصارعهم

Di antara bukti mu'jizat atau tanda kenabian shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah ketika Beliau memberitahukan tempat-tempat matinya orang-orang musyrik ketika perang Badr.

Beliau berkata, "Di sini adalah tempat terbunuhnya si Fulan, di sini tempat matinya si Fulan," ternyata mereka tidak melampaui tempat-tempat tersebut (maksudnya mereka mati di tempat yang persis ditunjuk oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam).

وإخبراه بقتله أبي بن خلف

Demikian pula ketika Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengabarkan bahwa Beliau akan membunuh Ubay bin Khalaf (tokoh musyrik).

وإخباره بأن طائفة من أمته يغزون البحر ، وأن أم حرام منهم، فكان كذلك

Dan juga kabar dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam hadīts shahīh bahwa segolongan dari umatnya akan berperang dan melewati lautan (perang di lautan).

Termasuk di antara mereka adalah ummu Harām radhiyallāhu 'anhā. Dan kejadiannya benar seperti yang Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam kabarkan.

وبأنه يفتح على أمته ما زوي له من مشارق الأرض ومغاربها

Dan nanti akan ditundukkan negeri-negeri yang ada di wilayah timur dan barat di dunia ini yang diperlihatkan kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dan kenyataanya terjadi seperti itu.

وبأن كنوز كسرى تنفقها أمته في سبيل الله- عز وجل-

Dan ketika Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengabarkan bahwa perbendaharaan Kisrah (kerajaan Persia) akan diinfakkan oleh umat Islām di jalan Allāh Azza wa Jalla (maksudnya mereka ditaklukkan).

وبأنه يخاف على أمته ما يفتح عليهم من زهرة الدنيا،

Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengkhawatirkan dengan dibentangkan (dibukakan) riasan dunia bagi umat ini akan menyesatkan umatnya, dan kejadiannya seperti itu.

وبأن خزائن فارس والروم تفتح لنا، وبأن سراقة بن مالك يسور بسواري كسرى.

Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengabarkan perbendaharaan Persia dan Romawi akan dibukakan untuk kita (maksudnya, negara-negara itu akan ditundukkan dan kita menguasainya dan bahwasanya shahabat Surāqah ibnu Mālik radhiyallāhu 'anhu akan dipakaikan dua gelang kebesaran raja kisrah (Persia).

Ini juga disebutkan dalam beberapa hadīts dari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam hanya ada sebagian yang disampaikan di sini dan tentunya diperselisihkan. Karena ada riwayat-riwayat yang lemah yang disampaikan dalam mu'jizat-mu'jizat yang terangkan oleh Imam An-Nawawi. Tapi mayoritasnya disebutkan di dalam hadīts-hadīts yang shahīh.

Berikutnya: 

وبأن الحسن بن علي يصلح الله به بين فئتين عظيمتين من المسلمين

Dan bahwasanya Al Hasan bin Ali bin Abi Thālib (cucu Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam) Allāh menjadikan beliau sebagai selah perdamaian di antara dua kelompok besar yang bertikai dari kalangan kaum muslimin.

وبأن سعد بن أبي وقاص يعيش حتى ينتفع به أقوام ويضر به آخرون

Dan Sa'ad bin Abi Waqāsh ketika beliau sakit keras (beliau panjang umur) sehingga banyak kaum yang mengambil manfaat dari beliau dan ada sebagian yang lain mendapatkan kemudharatan dengan beliau.

Mereka adalah orang-orang kafir yang diperangi di jalan Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

وبأن النجاشي مات يومكم هذا وهو بالحبشة

Raja Najāsyi yang wafat di hari itu padahal raja Najāsyi ada di Habasyah.

Tentu ini adalah wahyu dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

وبأن الأسود العنسي قتل ليلتكم هذه وهو باليمن

Demikian pula Al Aswad Al 'Ansi dibunuh pada malam ini padahal dia berada di Yaman.

وبأن المسلمين يقاتلون الترك: صغار الأعين، عراض الوجوه، ذلف الأنوف

_Kabar dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bahwasanya kaum muslimin akan memerangi bangsa Turki yang ciri-ciri mereka adalah orang-orang yang matanya sipit, wajah mereka lebar, hidungnya pesek."

Hal ini diberitakan dan terjadi peristiwa itu.

وبأن اليمن تفتح عليكم والشام والعراق

Sebagaimana negeri Yaman akan ditaklukan oleh kaum muslimin demikian pula Syām dan Iraq.

وبأن المسلمين يجندون ثلاثة أجناد: جندًا بالشام، وجندًا باليمن، وجندًا بالعراق

Kaum muslimin akan dibentuk menjadi tiga pasukan: Satu pasukan yang menuju ke Syām, pasukan yang menuju ke Yaman dan dan satu pasukan menuju Iraq. 

Dan hal ini pun terjadi seperti yang dikabarkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. 

وبأنهم يفتحون مصر: أرضًا يذكر فيها القيراط فاستوصوا بأهلها خيرًا فإن لهم ذمة ورحما

Kaum muslimin akan menaklukkan negeri Mesir negeri yang disebutkan padanya timbangan dengan jumlah tertentu. Dan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam memerintahkan untuk berbuat baik kepada penduduk negeri tersebut, karena mereka memiliki jaminan dan memiliki hubungan kekerabatan.

Karena putra Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam Ibrahim dari Mariyyah Al Qibtiyyah yang berasal dari Mesir.

وبأن أويسًا القرني يقدم عليكم في أمداد أهل اليمن، كان به برص فبرأ منه إلا قدر درهم، فقدم كذلك على عمر.

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam juga mengabarkan akan kedatangan orang yang bernama Uwais Al Qarni yang akan datang bersama rombongan pendukung pasukan dari penduduk Yaman yang memiliki ciri memiliki penyakit kusta kemudian penyakitnya sembuh kecuali kusta yang ukurannya sebesar uang dirham yang masih tersisa.

Ketika di masa Umar ibnu Khaththāb, dia datang dengan ciri-ciri tersebut.

Ini semua di antara mu'jizat yang diberitakan dalam hadīts-hadīts yang shahīh yang kemudian terjadi sesuai dengan apa yang dikabarkan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dan tentunya ini semua wahyu dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Demikian in syā Allāh untuk halaqah kali ini, semoga bermanfaat.

 صلى الله و سلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين .والحمد الله رب العالمين. سبحانك اللهم وبحمدك أشهد إن لا إله إلا أنت استغفرك وأتوب إليك 

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

________




Halaqah - 75 Perang Uhud Bagian 3

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyyah at  18 Juni
© 2022 Copy Right Abu Uwais. templates by Blogger
Proudly Powered by Abu Uwais