Sabtu, 07 Januari 2017

Kajian 48 | Sujud Syahwi (Bagian 2)

by Rory Rachmad  |  in Matan Abu Syuja' at  07 Januari

🌍 BimbinganIslam.com
Jum'at, 15 Rajab 1437 H / 22 April 2016 M
👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📗 Matan Abū Syujā' | Kitāb Shalāt
🔊 Kajian 48 | Sujud Syahwi (Bagian 2)
Download audio: bit.ly/BiAS-FZ-H048
〰〰〰〰〰〰〰

MATAN KITAB

والمتروك من الصلاة ثلاثة أشياء فرض وسنة وهيئة فالفرض لا ينوب عنه سجود السهو بل إن ذكره والزمان قريب أتى به وبنى عليه وسجد للسهو والسنة لا ي��ود إليها بعد التلبس بالفرض لكنه يسجد للسهو عنها والهيئة لا يعود إليها بعد تركها ولا يسجد للسهو عنها وإذا شك في عدد ما أتى به من الركعات بنى على اليقين وهو الأقل وسجد للسه وسجود السهو سنة ومحله قبل السلام

Dan perkara-perkara yang ditinggalkan didalam shalāt ada tiga macam jenisnya, Fardu, Sunnah-Sunnah dan Haiat.

Adapun perkara yang wajib, maka tidak bisa digantikan dengan sujud sahwi. Apabila dia ingat dan waktunya masih pendek atau masih dekat, maka kewajiban yang ditinggalkannya tadi dikerjakan pada saat dia ingat, dan dilanjutkan serta kemudian sujud sahwi setelahnya.

Adapun sunnah-sunnah shalāt maka tidak diulang dan tidak perlu kembali untuk melakukannya apabila telah melakukan gerakan lain yang merupakan wajib didalam shalāt akan tetapi tetap perlu melakukan sujud sahwi karena lupa melakukannya.

Adapun sunnah Haiat maka tidak perlu kembali untuk melakukannya dan tidak perlu melakukan sujud sahwi karena meninggalkannya.
〰〰〰〰〰〰〰

SUJUD SAHWI BAGIAN 2

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و بعد

Para sahabat BiAS yang dirahmati oleh  Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita lanjutkan halaqah yang ke-48 masuk pada fasal tentang "Sujud sahwi bagian ke-2"


قال المصنف

Mushalif melanjutkan,

((فالفرض لا ينوب عنه سجود السهو بل إن ذكره والزمان قريب أتى به وبنى عليه وسجد للسهو))

Kata beliau, adapun perkara yang wajib, maka tidak bisa digantikan dengan sujud sahwi.

Apabila dia ingat dan waktunya masih pendek atau masih dekat, maka kewajiban yang ditinggalkannya tadi dikerjakan pada saat dia ingat, dan dilanjutkan (yakni) tidak perlu diulang dari awal serta kemudian sujud sahwi setelahnya (maksudnya) sebelum salam.

Faraid atau kewajiban shalāt, apabila ditinggalkan maka harus dikerjakan.

Ada beberapa keadaan:

Apabila dia ingat dan masih dalam keadaan shalāt, maka kembali kepada shalāt dia wajib untuk kembali kepada shalāt yang ditinggalkan, jadi apabila ingat dan masih dalam keadaan shalāt maka wajib untuk kembali kepada shalāt yang ditinggalkan dan tidak perlu mengulangi dari awal, kemudian sujud sahwi setelah salam.

Apabila ingat setelah salam, namun belum lama jeda waktunya, maka segera kembali mulai dari kewajiban yang ditinggalkan dan tidak perlu mengulang.

Apabila ingat setelah salam, namun belum lama jeda waktunya maka segera kembali mulai dari kewajiban yang dia tinggalkan yaitu kewajiban shalāt yang dia tinggalkan dan tidak perlu  mengulang

Apabila dia ingat setelah salam, namun ada jeda cukup panjang maka dia wajib mengulangi shalāt tersebut dari awal

Hal ini berlaku bagi imam maupun shalāt munfarid (shalāt sendirian)

Adapun makmum, maka apabila dia lupa maka dia tidak melakukan sujud sahwi, dan imam menanggung apa yang dilupakan oleh  makmumnya.

Kemudian penulis melanjutkan,

((والسنة لا يعود إليها بعد التلبس بالفرض لكنه يسجد للسهو عنها))

Adapun sunnah-sunnah shalāt maka tidak diulang dan tidak perlu kembali untuk melakukannya apabila telah melakukan gerakan lain yang merupakan wajib didalam shalāt akan tetapi tetap perlu melakukan sujud sahwi karena lupa melakukannya.

Sunnah-sunnah didalam shalāt terbagi menjadi 2 (dua) yaitu :

1. Al ib'adh (yaitu sunnah shalāt) yang apabila ditinggalkan dilakukan sujud sahwi
2. Haiat (yaitu sunnah shalāt yang tidak ada pengaruhnya apabila ditinggalkan)

Sunnah al ib'adh seperti

Tasyahud awwal
Duduk tasyahhud
Shalawat atas nabi dalam tasyahhud, dan lain-lain.

Sunnah al ib'adh apabila tertinggal, misalnya, seseorang lupa tasyahud awal, kemudian dia berdiri yang merupakan wajib shalāt (karena berdiri adalah salah satu syarat atau wajib didalam shalāt/fardu didalam shalāt) maka tatkala dia sudah berdiri kemudian ingat bahwasanya dia belum tasyahud awal maka tidak diperkenankan untuk kembali duduk pada tasyahud awal (karena dia telah terlanjur melakukan kewajiban shalāt yang lainnya) oleh karena itu langsung dia melanjutkan shalāt tersebut dan nanti diganti dengan sujud sahwi sebelum salam.

Hal ini berdasarkan hadīts yang diriwayatkan oleh Abdullāh bin Buhinah,

عن عبدِ اللهِ بنِ بُحينةَ، أنه قال: ((صلَّى لنا رسولُ اللهِ صلَّى الله ��ليه وسلَّمَ ركعتينِ، ثم قام فلمْ يجلِسْ، فقام الناسُ معه، فلمَّا قضى صلاتَه وانتظَرْنا التسليمَ كبَّر، فسجَدَ سجدتينِ وهو جالسٌ قبل التَّسليمِ، ثم سلَّمَ صلَّى الله عليه وسلَّمَ )) رواه المسلم

"Bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam shalāt 2 (dua) raka'at kemudian beliau berdiri dan tidak duduk, maksudnya tidak duduk tasyahud awal maka orang-orang pun berdiri mengikuti beliau, setelah beliau selesai shalātnya dan kami menunggu beliau untuk salam, maka beliau Shallallāhu 'alayhi wa sallam bertakbir dan sujud dengan dua kali sujud dan dia dalam keadaan duduk sebelum salam, kemudian setelah itu beliau salam"

(Hadīts riwayat Muslim)

Kemudian penulis melanjutkan,

((والهيئة لا يعود إليها بعد تركها ولا يسجد للسهو عنها))

Adapun sunnah Haiat maka tidak perlu kembali untuk melakukannya dan tidak perlu melakukan sujud sahwi karena meninggalkannya.

Sunnah Haiat adalah sunnah yang tidak berpengaruh jika dilakukan.

Sunnah Haiat seperti :

√ Membaca tasbih
√ Membaca takbir tatkala perpindahan gerak
√ Membaca taawwudz, dll

Apabila ditinggalkan baik sengaja ataupun lupa maka tidak perlu sujud sahwi.

Kemudian penulis melanjutkan,

((وإذا شك في عدد ما أتى به من الركعات بنى على اليقين وهو الأقل وسجد للسه))

Apabila  ragu terhadap jumlah bilangan raka'at yang dikerjakan maka ambilah patokan sesuatu yang yakin, yaitu dengan mengambil jumlah raka'at yang paling sedikit, kemudian setelah itu sujud sahwi.

Disini jika seseorang ragu maka dia berpatokan kepada sesuatu yang yakin, namun apabila dia tetap ragu, maka ambilah jumlah bilangan raka'at yang terkecil, karena itu lebih yakin daripada raka'at yang lebih besar.

Apabila seseorang lupa apakah dia shalāt 2 (dua) atau 3 (tiga) raka'at, dia yakin kalau 2 (dua) pasti, maka tinggalkan dia kembali untuk menghitung raka'at nya menjadi raka'at yang 2 (dua)

((وسجود السهو سنة ومحله قبل السلام))

Sujud sahwi hukumnya adalah sunnah dan dilakukan sebelum salam.

Masalah ini sudah dibahas diawal yang merupakan mahzhab dari Imām Syāfi'ī bahwasanya hukumnya sunnah dan dilakukan sebelum salam, ini yang afdhal.

Demikian yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat.


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

_____________________________
📦Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

Proudly Powered by Abu Uwais.