PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Sabtu, 29 Juli 2017

Halaqah - 19 Penjelasan Kaidah Yang Kedua Bagian 8

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Nawaqidhul Islam at  29 Juli


Halaqah yang ke-19, Penjelasan Kitab Nawaqidhul Islam karangan Asy-Syaikh Muhammad Ibnu Abdul Wahab at Tamimi rahimahullah

Kenapa kita tidak kembali kepada Al-Qur’an dan juga Hadits untuk mendapatkan syafaat di hari kiamat, untuk mendapatkan kedekatan kepada Allah.

Untuk mendapatkan syafaat di hari kiamat modalnya satu yaitu mentauhidkan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى seseorang apabila meng-Esakan Allah didalam beribadah tidak menyekutukan Allah sedikitpun maka orang yang seperti ini yang kelak mendapatkan syafaat di hari kiamat.

Sebagaimana dalam hadits Rasulullah ﷺ bersabda:

لِكُلِّ نَبِىٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِىٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّى اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِى شَفَاعَةً لأُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَهِىَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِى لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا

“Setiap Nabi memiliki doa yang mustajab & masing-masing dari Nabi tersebut telah menyegerakan doa nya di dunia dan sesungguhnya aku (Rasulullãh) menyimpan doa ku untuk hari kiamat sebagai syafaat bagi umatku (kemudian beliau mengatakan) maka syafaat ku tersebut akan diterima akan diberikan kepada siapa?

مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِى لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا

Kepada umatku yang meninggal dunia dan dia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah sedikitpun”.

Mereka lah orang-orang yang akan mendapatkan syafaat.

 Dalam hadits yang lain beliau mengatakan, ketika ditanya oleh Abu Hurairah

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ

“Yaa Rasulullãh siapa yang paling gembira & paling berhak mendapatkan syafaat mu”.

Siapakah mereka?.

Beliau mengatakan

مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ

“orang yang mengucapkan Laa ilaahaa illallaah ikhlas dari hatinya”. (HR Bukhari, no.99)

Maksudnya adalah mentauhidkan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

Ini adalah modal utama untuk mendapatkan *syafaat di hari kiamat

Maka itu masing-masing mempersiapkan diri dan untuk mendapatkan kedekatan kepada Allah, caranya sudah diterangkan didalam Al-Qur’an dan juga hadits, yaitu dengan cara bertakarub kepada Allāh dengan amal sholeh. Orang-orang sholeh tersebut /para Nabi tersebut para Malaikat, bagaimana mereka bisa deket dengan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى?

Yaitu dengan amal shaleh mereka.

Kalau kita ingin dekat sebagaimana mereka dekat dengan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى maka kita mengambil cara mereka yaitu beriman dan juga beramal sholeh.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman didalam hadits Qudsi :

مَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ

“Hamba-Ku tidak bertaqarrub kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai dari pada apa yang sudah Aku wajibkan atasnya” (HR. Bukhâri)

Qurba ketaatan ibadah yang paling Allah cintai, yang paling mendekatkan diri kita kepada Allāh adalah kewajiban-kewajiban.

 Apa yang Allāh wajibkan jika kita amalkan maka akan mendekatkan diri kepada Allah, bahkan ini adalah yang paling mendekatkan diri kita kepada Allah,

✓ Shalat lima waktu
✓ Berpuasa di bulan ramadhan
✓ Zakat yang wajib
✓ Haji yang wajib
✓ Nafkah yang wajib

Ini adalah amalan-amalan yang wajib, ini adalah yang paling mendekatkan diri kita kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ،

“Dan senantiasa hambaKu bertaqarrub kepadaKu dengan sesuatu yang nafilah (yang dianjurkan) sampai Aku mencintainya”.

Menunjukkan bahwasanya selain dengan kewajiban kita bertaqarrub kepada Allah dengan sesuatu yang dianjurkan dan di sunnah kan. Ini adalah cara bertaqarrub supaya kita dekat dengan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

Amalan orang yang shaleh para nabi adalah untuk dirinya, mendekatkan diri mereka kepada Allah. Adapun kita kalau kita ingin dekat kepada Allah maka kita juga harus beriman dan juga beramal shaleh.

Ustadz Abdullah Roy
Ditranskrip oleh: Tim Transkrip BiAS

© 2020 Copy Right Abu Uwais. templates by Blogger
Proudly Powered by Abu Uwais