https://pontrenisbatam.wordpress.com/

Sabtu, 29 Juli 2017

HSI 12 - 19 Pengantar Penjelasan Kitab Nawaqidhul Islam Bagian 19

by Rory Rachmad  |  in HSI-NI at  Sabtu, Juli 29, 2017

■ *Halaqah 19 | Pengantar Penjelasan Kitāb Nawāqidhul Islām*

download audio : http://goo.gl/qKGVRO

Kenapa kita tidak kembali kepada Al-Qur’an & juga Hadits untuk mendapatkan syafaat di hari kiamat, untuk mendapatkan kedekatan kepada Allāh.

 Untuk mendapatkan _syafaat_ di hari kiamat modalnya satu yaitu *mentauhidkan Allāh Subhānahu wa Ta’āla, seseorang apabila meng-Esakan Allāh didalam beribadah tidak menyekutukan Allāh sedikitpun maka orang yang seperti ini yang kelak mendapatkan syafaat di hari kiamat.*

_Sebagaimana dalam hadits Rasulullãh ﷺ bersabda:_

لِكُلِّ نَبِىٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِىٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّى اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِى شَفَاعَةً لأُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَهِىَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِى لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا

_“setiap Nabi memiliki doa yang mustajab & masing-masing dari Nabi tersebut telah menyegerakan doa nya di dunia & sesungguhnya aku (Rasulullãh) menyimpan doa ku untuk hari kiamat sebagai syafaat bagi umatku (kemudian beliau mengatakan) maka syafaat ku tersebut akan diterima akan diberikan kepada siapa?_

مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِى لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا

_Kepada umatku yang meninggal dunia & dia dalam keadaan tidak menyekutukan Allāh sedikitpun”._

*Mereka lah orang-orang yang akan mendapatkan syafaat.*

 Dalam hadits yang lain beliau mengatakan, _ketika ditanya oleh Abu Hurairah_

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ

_“ya Rasulullãh siapa yang paling gembira & paling berhak mendapatkan syafaat mu”._

Siapakah mereka?.

_Beliau mengatakan_

مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ

_“orang yang mengucapkan Laa ilaahaa illallaah ikhlas dari hatinya”. [HR Bukhari, no.99]._

 Maksudnya adalah *mentauhidkan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.*

_Ini_ adalah modal utama untuk mendapatkan *syafaat di hari kiamat*.

 *Maka itu masing-masing mempersiapkan diri & untuk mendapatkan kedekatan kepada Allāh*, _caranya sudah diterangkan didalam Al-Qur’an dan juga hadits_, yaitu *dengan cara bertakarub kepada Allāh dengan amal sholeh*. Orang-orang sholeh tersebut /para Nabi tersebut / para Malaikat, bagaimana mereka bisa deket dengan Allāh Subhānahu wa Ta’āla?

*Yaitu dengan amal sholeh mereka.*

_Kalau kita ingin dekat sebagaimana mereka dekat dengan Allāh Subhānahu wa Ta’āla,_ MAKA kita mengambil cara mereka yaitu *beriman & juga beramal sholeh.*

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman didalam hadits Qudsi :

مَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ

_“hamba-Ku tidak bertaqarrub kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai dari pada apa yang sudah Aku wajibkan atasnya”._

_(HR. Bukhâri)._

*Qurba* _ketaatan ibadah yang paling Allāh cintai, yang paling mendekatkan diri kita kepada Allāh adalah kewajiban-kewajiban._

 _Apa yang Allāh wajibkan jika kita amalkan_ *maka akan mendekatkan diri kepada Allâh*, bahkan _ini adalah yang paling mendekatkan diri kita kepada Allāh,_

✓ *Shalat lima waktu*
✓ *Berpuasa di bulan ramadhan*
✓ *Zakat yang wajib*
✓ *Haji yang wajib*
✓ *Nafkah yang wajib*

 _Ini adalah amalan-amalan yang wajib, ini adalah yang paling mendekatkan diri kita kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla,_

وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ،

*“dan senantiasa hambaKu bertaqarrub kepadaKu dengan sesuatu yang nafilah (yang dianjurkan) sampai Aku mencintainya”.*

 _*Menunjukkan*_ bahwasanya _selain_ dengan *kewajiban* kita bertaqarrub kepada Allāh dengan *sesuatu yang dianjurkan & di sunnah kan*. Ini adalah _cara bertaqarrub supaya kita dekat dengan Allāh Subhānahu wa Ta’āla._

Amalan orang yang shaleh para nabi adalah untuk dirinya, mendekatkan diri mereka kepada Allāh. Adapun kita kalau kita ingin dekat kepada Allāh *maka kita juga harus beriman & juga beramal shaleh.*


Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

0 komentar:

Proudly Powered by Blogger.