https://pontrenisbatam.wordpress.com/

Sabtu, 29 Juli 2017

HSI 12 - 33 Pembatal keislaman yang ke 7 bagian 4

by Rory Rachmad  |  in HSI-NI at  Sabtu, Juli 29, 2017

■ *Halaqah 33 | PENJELASAN PEMBATAL KEISLAMAN KETUJUH IV*

download audio : http://goo.gl/NWlpxD

Bukan hanya mengamalkan bahkan mengajarkan kepada orang lain sihir, ini termasuk bentuk kekufuran, karena Allāh mengatakan :

يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ 

[Surat Al-Baqarah 102]

Dan apa yang telah diturunkan kepada dua orang Malaikat di Babil yaitu Harut & Marut 

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengutus Harut & juga Marut sebagai fitnah /sebagai ujian bagi manusia, menurunkan kepada keduanya sihir.

وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ

Dan tidaklah keduanya mengajarkan kepada orang lain sihir tersebut kecuali setelah memberikan nasihat

Memberikan nasihat, berkata kepada orang yang mau diajari

فَلَا تَكْفُرْ ۖ 

Janganlah engkau kufur

Kami ini hanyalah fitnah / kami ini hanyalah ujian, Allāh Subhānahu wa Ta’āla menurunkan kami sebagai ujian bagi kalian, kami mengajarkan sihir tetapi janganlah kalian amalkan 

فَلَا تَكْفُرْ ۖ 

Menunjukkan bahwasanya mengamalkan sihir ini adalah kekufuran

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ ۚ 

Maka manusia mempelai dari keduanya (yaitu Harut & Marut) apa yang bisa memisahkan antara seseorang dengan istrinya

Dan ini menunjukkan bahwasanya sihir ini adalah hakiki & dia ada & kita harus meyakini bahwasanya sihir itu ada, Diantara dalilnya adalah Allāh berfirman

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ ۚ 

Bisa memisahkan antara seseorang dengan istrinya

karena sebagian ada yang mengingkari adanya sihir /tidak percaya dengan adanya sihir. Sihir adalah hakiki & bisa memudhoroti dengan ijin Allāh Subhānahu wa Ta’āla

وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ 

Dan mereka tidak bisa memudhoroti seseorang dengan sihir tersebut kecuali dengan ijin dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla. 

Semuanya dengan ijin dari Allāh & Ijin dari Allāh tidak menunjukkan bahwasanya Allāh ridha dengan perbuatan tersebut, disana ada iradah syar’iyah & iradah Kauniah.

Iradah Kauniah adalah kehendak Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan tetapi tidak berkaitan dengan mahabbah. Dikehendaki oleh Allāh belum tentu di cintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, adanya syaitan, adanya maksiat, adanya kesyirikan adalah dengan kehendak Allāh tetapi tidak Allāh cintai.

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

[QS Yasin 82]

Sesunggunya urusan Allāh /perkara Allāh apabila menginginkan sesuatu hanyalah dengan mengatakan “كُنْ” jadilah ” فَيَكُونُ” maka jadilah sesuatu tersebut.

Dan disini ada Iradah syar’iyah yaitu kehendak Allāh yg berkaitan dengan mahabbah & juga kecintaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Seperti Allāh Subhānahu wa Ta’āla menurunkan syariat memerintahkan manusia beriman maka ini adalah kehendak Allāh & keinginan Allāh yang syar’iyah yang berkaitan dengan kecintaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla. 


Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

0 komentar:

Proudly Powered by Blogger.