Senin, 25 September 2017

Tujuh Dosa Yang Membinasakan Bagian 3

by Rory Rachmad  |  in Tematik at  25 September

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 22 Dzulhijjah 1438 H / 13 September 2017 M
👤 Ustadz Dr. Sofyan Baswedan, Lc MA
📗 Safari Dakwah | Tujuh Dosa Yang Membinasakan (Bagian 03 dari 06)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-SB-7DosaMembinasakan-03
~~~~

TUJUH DOSA YANG MEMBINASAKAN, BAGIAN 03 DARI 06


بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته
 
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على فضله متنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن سار على نهجه الى يوم الدين. أما بعد :

Alhamdulillāh, ayyuhal ikhwāh filāh....

Kita bisa melanjutkan kembali kajian kita yaitu dosa besar yang membinasakan.


◆ Yang kedua | Sihir

Dosa besar yang membinasakan yang kedua adalah sihir.

Sihir adalah mantra-mantra, jampi-jampi, bacaan-bacaan yang biasa diucapkan oleh dukun atau tukang sihir atau tukang santet yang dibacakan pada simpul-simpul tali (ikatan-ikatan tali) pada zamab dahulu.

Kalau zamab sekarang mungkin medianya macam-macam dan ini bukan batasan. Kalau tidak pakai simpul itu bukan sihir, tidak!

Intinya, dia membacakan mantra-mantra kepada sesuatu dan atas izin Allāh bisa menimbulkan pengaruh yang tidak baik atau sebaliknya.

Baik itu maksudnya orang yang tadinya saling membenci jadi saling lengket (pelet) atau sebaliknya yang tadinya bersahabat jadi saling bermusuhan. Intinya dia bisa mempengaruhi fisik seseorang atau psikis seseorang.

Kejiwaannya bisa terpengaruh, akalnya terpengaruh atau kesehatan fisiknya terpengaruh, hatinya juga bisa terpengaruh.

Dia bisa sakit, bisa gila, bahkan bisa mati karena sihir itu. Ada sihir yang bisa juga menceraikan suami istri.

Ulamā-ulamā kontemporer menafsirkan bahwa sihir itu adalah perkara-perkara yang samar tidak jelas hubungan sebab akibatnya dan dilakukan dalam kesunyian bukan dengan cara terang-terangan.

Dan ilmu sihir bisa dipelajari. Ilmu sihir bisa diajarkan dan dipraktekan yang memiliki kemiripan dengan hal-hal yang luar biasa atau dia memiliki sifat luar biasa.

Misalnya dibacok tidak berdarah, dibakar tidak terbakar, makan beling ditelan tidak terluka, bisa berjalan melayang di atas air bahkan bisa terbang, bisa menembus tembok. Ini luar biasa semua. Orang normal tidak bisa melakukan seperti ini.

Dan tujuan sihir ini adalah untuk mengelabui (untuk menipu).

Siapa yang melakukan sihir ini?

Orang yang melakukan sihir adalah orang-orang jahat, orang-orang yang hatinya busuk, bukan orang-orang yang berimān.

Berdasarkan ijmā' para ulamā sihir hukumnya adalah harām, bahkan ada di antaranya yang bisa menghantarkan pelakunya kepada kekāfiran, tergantung bagaimana dia mempraktekan sihir itu.

Kalau prakteknya disertai dengan ritual-ritual ibadah yang ditujukan kepada jinn kepada syaithān atau sesembahan-sesembahan, ini jelas dia adalah musyrik. Tetapi bila dilakukan dengan tidak menggunakan hal-hal seperti itu, hanya menggelabui penglihatan saja (kecepatan tangan) seperti orang-orang yang melakukan sulap maka termasuk penipu.

Mereka ada yang menggunakan jin ada juga yang hanya trik (tipuan). Menipu boleh tidak?

Mau menggunakan jin atau tidak, sama saja harām minimal dia penipu.

Tukang sulap itu adalah menipu orang-orang yang menonton pertunjukkannya. Bagaimana mencari uang dengan cara menipu? Walaupun tidak dengan bantuan jin.

Sehingga ijmā' ulamā, sihir itu harām. Mempelajari sihir juga harām dan adakalanya menghantarkan seseorang kepada kekāfiran tergantung cara belajarnya bagaimana.

Pergi mendatangi tukang sihir juga harām. Minimalnya harām dan maksimalnya murtad.

Dalam sebuah hadīts yang diriwayatkan oleh Shafiyyah radhiyallāhu 'anhā dari salah satu istri Nabi (tidak disebutkan siapa istri Nabi tersebut) bahwa Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

"Barangsiapa yang mendatangi al ‘arraf (tukang ramal) dan dia bertanya sesuatu, maka shalātnya selama 40 hari tidak diterima." (Hadīts riwayat Muslim)

Jadi, siapa yang mendatangi orang yang sok tahu tentang perkara-perkara yang ghaib (barang hilang tahu di mana dia, nasib seseorang dia bisa ramal, berdasarkan bintangnya, garis tangannya), maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.

Hati-hati, mungkin seseorang tidak datang kepada tukang ramal tetapi dia membeli tabloid, koran. Dan yang pertama kali dibaca adalah ramalan bintang, ini statusnya sama dengan tukang sihir.

Sekarang tukang sihir  itu pintar. Mungkin rumahnya tidak cukup untuk menampung orang yang penasaran untuk datang meramal maka dia menulis pembualannya di media masa. Dan dia tahu banyak orang Indonesia yang masih percaya tahayyul, percaya khurafat, masih bisa dibodohi dengan ramalan-ramalan isapan jempol.

Jika membeli tabloid yang ada ramalannya, sobek halaman tentang ramalan itu. Tunjukkan kebencian kita kepada kebohongan-kebohongan tukang ramal itu. Jangan kita bacq, jangan penasaran, nanti bahaya.

Jadi kalau setiap 40 hari sekali dia datang kepada tukang ramal, walaupun hanya karena penasaran saja, maka seumur hidup tidak akan diterima shalātnya.

Makna itu juga terdapat pada orang yang membaca ramalan-ramalan karena dia penasaran dengan ramalan-ramalan itu.

Maka jangan penasaran nanti bisa masuk subhat. Kalau dia membenarkan ramalan tukang ramal, ini lebih berat lagi.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

من أَتَى عَرَّافًا أو كاهنًا فصَدَّقه بما يقولُ ، فقد كَفَر بما أُنْزِلَ على مُحَمَّدٍ

"Barangsiapa yang mendatangi al ‘arraf (tukang ramal), lalu membenarkan apa yang ia katakan, orang tersebut telah kāfir terhadap syari'at yang diturunkan kepada Muhammad." (Hadīts riwayat Ahmad, Al Hakim, dishahīhkan oleh Syaikh Albāniy rahimahullāh dalam Shahīh Al Jami' 5939)

Yang datang kepada tukang ramal dan bertanya maka tidak diterima shalātnya selama 40 hari. Tetap dia wajib shalāt tetapi tidak akan ada pahalanya.

Kalau dia bertanya dan mempercayai maka dia telah ingkar kepada apa yang telah diturunkan kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, karena diantara wahyu yang Allāh turunkan kepadanya adalah untuk menyampaikan bahwa tukang sihir itu mencampur 99 kebohongan dengan satu kebenaran.

Kalau 99% bohong, pembohong kan? Kenapa dipercaya? Berarti yang bohong siapa di sini?

Yang mempercayai yang pembohong atau yang mengatakan bahwa tukang ramal ini pembohong, salah satu yang dipilih.

Bila dia percaya dengan ucapan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam konsekwensinya dia harus tidak percaya kepada tukang sihir (dukun).

Kalau dia percaya dengan tukang sihir (dukun) berarti dia tidak percaya dengan ucapan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Sehingga dianggap kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Wallāhu Ta'āla A'lam.


صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و‌َسَلَم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

________

◆ Yuk.... Ikut Saham Akhirat
Pembelian Rumah U/ Markaz Dakwah dan Studio Bimbingan Islām

| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islām
Konfirmasi Transfer Via WA/SMS & Informasi ;  0811-280-0606 (BIAS CENTER 06)
______


Proudly Powered by Abu Uwais.