Rabu, 18 Oktober 2017

Bagaimana Mengimani Nabi ﷺ Bagian 03

by Rory Rachmad  |  in Tematik at  18 Oktober

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 21 Muharam 1439 H / 11 Oktober 2017 M
👤 Ustadz Dr. Sufyan Baswedan, Lc MA
📗 Safari Dakwah | Bagaimana Mengimani Nabi ﷺ  (Bagian 03 dari 06)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-SB-BagaimanaMengimāniNabi-03
~~~~

BAGAIMANA MENGIMANI NABI ﷺ? (BAGIAN 3 DARI 6)


بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، ونستهديه، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ  من يهد الله فهو المهتد ومن يضلل فلن تجد له وليّاً مرشداً، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الذي قد بلّغ الرسالة وأدى الأمانة , ونصح الأمة , وجاهد في الله حق جهاده حتى أتاه اليقين , صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم أجمعين

Ayyuhal Ikhwāh wa akhawāt.


Cakupan selanjutnya dari mengimani bahwa Beliau adalah nabi atau rasūl:

(3) Bahwa risalah beliau ini, ajaran beliau, syari'at Islām ini, mengamandemen semua syari'at yang ada sebelumnya.

Mengamandemen /menganulir/di cancel, tidak diberlakukan lagi, ini juga harus kita percayai.

Tidak boleh ada orang mengimāni bahwa syari'at Islām boleh diamalkan tetapi syari'at-syari'at sebelumnya juga boleh diamalkan.

Ini akan membatalkan imānnya, karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyampaikan wahyu Allāh yang maknanya adalah seperti itu.

Salah satu dalīl dari Al Qur'ān adalah:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ

"Dīn yang benar di sisi Allāh hanya Islām." (QS Āli 'Imrān: 19)

Dīn yang benar disisi Allāh hanya Islām, yang lain adalah tidak benar. Siapa yang mencari dīn selain Islām, maka tidak akan diiterima (tidak sah).

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Dan barangsiapa mencari agama selain Islām, dia tidak akan diterima dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.” (QS Āli 'Imrān: 85)

Ini harus jadi keyakinan, yaitu keyakinan seorang muslim bahwa agama yang sah yang benar yang diterima oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla hanya Islām.

Ini harus jadi keyakinan, harga mati, tidak bisa ditawar-tawar, kalau mau berimān dan syahadatnya bermanfaat bagi dirinya.

Tetapi jika mau bersyahadat secara lisan saja silahkan, seperti orang-orang munāfiq. Orang-orang munāfiqpun bersyahadat secara lisan tetapi dibarengi dengan keragu-raguan:

"Masa sih dia Rasūlullāh? Tidak percaya saya kalau dia Rasūlullāh."

Allāh akan mendustakan:

 إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

Apabila orang-orang munāfiq datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa engkau adalah Rasūl Allāh.” Dan Allāh mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasūl-Nya; dan Allāh menyaksikan bahwa orang-orang munāfiq itu benar-benar pendusta. (QS Al Munāfiqun: 1)

Jadi jangan pernah kita bermimpi bahwa ucapan kita ini cukup diucapkan saja tanpa ada konsekuensinya, nanti kita kecewa.

Kita kecewa berat, karena kita merasa bahwa kita sudah banyak beramal ternyata amal kita itu pupus seperti debu-debu yang berterbangan karena syaratnya belum terpenuhi.

Syahadat adalah syarat sahnya orang masuk Islām. Kalau syahadatnya tidak benar belum dianggap sah, maka semua amalan yang kita lakukan otomatis tidak sah. Ibaratnya orang melakukan shalāt dari kecil sampai dewasa tetapi dia belum masuk Islām maka percuma shalātnya.

Syarat masuk Islām itu mengucapkan dua kalimat syahadat dan sekali lagi tidak hanya ucapan yang dikehendaki di sini tapi ucapan dengan konsekuensi.

⇒ Dalīlnya tadi di atas, surat Āli 'Imrān ayat 19 dan 85.

Orang yang mencari agama selain Islām akan rugi di akhirat. Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa tujuannya sama yaitu menuju jannah dan semua akan sampai kesana maka ini adalah orang yang tidak berimān (bahasa halusnya begitu).

Dia tidak percaya dengan ayat ini, Allāh bilang yang selamat (yang beruntung) hanya Islām yang lain-lain rugi tidak diterima.

Kok dia bilang yang lain-lain juga selamat hanya beda jalan saja?Lalu diqiyaskan dengan banyak jalan menuju Roma.

Kalamullāh mau dibantah dengan memakai  ucapan pepatah.

Kemudian dipertegas dengan hadīts Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imām Muslim dalam Shahīhnya, beliau mengatakan:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ " .

"Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (HR Muslim nomor 218, versi Syarh Muslim nomor 153)

"Umat ini" adalah umat yang menjadi lahan dakwahnya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, baik dia sudah masuk Islām maupun belum.

Yaitu umat manusia yang ada sejak beliau diutus, mau dia penganut agama Yahūdi maupun Nasrani atau apapun keyakinannya.

"Tentangku" maksudnya  adalah tentang Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam sebagai rasūl, yaitu telah sampai padanya bahwa ada orang yang mengaku nabi, mengaku mendapat wahyu dari langit, yang namanya Muhammad dan agamanya itu Islām, kitāb sucinya Al Qur'ān.

Ini menegaskan kembali bahwa penganut selain Islām harus kita yakini sebagai orang yang rugi, calon-calon penghuni neraka.

Akan tetapi ada dua syarat;

1. Dia sudah dengar dahulu tentang Islām.
2. Dia tidak berimān (kāfir).

==> Kalau dia tidak berimān karena belum pernah tersentuh oleh dakwah, maka kita tidak boleh memastikan dia sebagai penghuni neraka.

Berarti beda antara meyakini kekāfiran seseorang dengan meyakini dia sebagai penghuni neraka, beda.

Tidak semua orang yang secara hukum duniawi dianggap non muslim, dianggap kāfir pasti menjadi ahli Naar, tidak!

Karena ada orang-orang yang sudah keburu meninggal sebelum dia mendengar tentang Islām. Nasib mereka bagaimana?

Wallāhu A'lam, tetapi di dunia sesuai dengan zhāhirnya. Kalau zhāhirnya percaya kepada roh nenek moyang, penganut paganisme, animisme atau agama-agama lainnya maka dia non muslim.

Masuk surga atau neraka?

Wallāhu A'lam, itu nanti akan diuji terlebih dahulu oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Itu konsekuensi yang ketiga.


Wallāhu Ta'āla A'lam.

Wa shallallāhu 'ala nabiyyinā Muhammad wa 'ala ālihi wa shahbihi wa sallam.


والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

_______
◆ Yuk.... Ikut Saham Akhirat
Pembelian Rumah U/ Markaz Dakwah dan Studio Bimbingan Islām

| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islām
Konfirmasi Transfer Via WA /SMS & Informasi ;  0811-280-0606 (BIAS CENTER 06)
_______


Proudly Powered by Abu Uwais.