Rabu, 18 Oktober 2017

Tafsir Surat Al Qāri'ah Bagian 01

by Rory Rachmad  |  in Bab Tafsir at  18 Oktober

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 13 Muharam 1439 H / 03 Oktober 2017 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
📗 Tafsir Juz 30 | Surat Al Qāri'ah (Bagian 01)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H0701
~~~~~

TAFSIR SURAT AL QĀRI'AH (BAGIAN 1)


الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته
​​​الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه
​​​ 

ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla

Kita lanjutkan pembahasan tafsir kita tentang kandungan dari Al Qur'an yang saya sarikan dari penjelasan para ulamā dalam buku-buku tafsir mereka.

Dan In syā Allāh kita akan bahas surat Al-Qāri'ah, surat yang masyhur yang sering dibacakan oleh para Imām terutama tatkala shalāt maghrib. Karena tatkala shalāt maghrib disunnahkan untuk membaca "qisharul mufashal" yaitu surat-surat yang pendek.

Surat Al Qāri'ah disepakati oleh para ulamā adalah surat Makkiyyah, diturunkan kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tatkala Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam di Mekkah, sebelum beliau berhijrah ke kota Madīnah.

Terlihat lagi sangat jelas dari topik yang diangkat dalam surat Al Qāri'ah ini, yaitu  tentang ahwal yaumul qiyāmah (dahsyatnya hari kiamat). Hari yang sangat dahsyat digambarkan oleh Allāh dalam surat Al Qāri'ah.

Dan ini berkaitan dengan surat Al 'Ādiyāt yang juga berbicara tentang hari kiamat. Di mana Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan mengeluarkan seluruh apa yang tersembunyi dalam dada (و حصل ما في الصدور), seluruh yang di dalam dada akan dibongkar oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Dan Al Qāri'ah juga berbicara tentang hari kiamat.

⇒ Al Qāri'ah adalah salah satu dari nama-nama hari kiamat.

Kita tahu bahwasanya nama-nama hari kiamat sangatlah banyak. Di antaranya yang masyhur adalah yaumul qiyāmah (يوم القيامة ), yang diambil dari kalimat qiyām ( قيام) yang artinya berdiri.

Kenapa?

Karena pada hari kiamat kelak di padang mahsyar manusia akan berdiri.

Berdiri dalam waktu yang lama menantikan kedatangan Allāh Subhānahu wa Ta'āla untuk memulai persidangan.

Hari yang sangat dahsyat di mana matahari diturunkan dalam jarak satu mil. Maka orang-orang pada kepanasan dan kepayahan. Mereka berdiri menanti kedatangan Allāh Subhānahu wa Ta'āla, maka dikenal dengan hari kiamat.

Nama-nama hari kiamat:

⑴ Ash Shākhkhah/الصّاخّة (teriakan).

فإذ جاءت الصاخة

"Tatkala ditiupkan sangkakala disebut dengan Ash Shākhkhah." (QS 'Abasa: 33)

⇒ Ash shākhkhah adalah suara yang keras yang terdengar sehingga memekikkan telinga dan membuat orang binasa tatkala itu. Oleh karenanya hari kiamat dikenal dengan Ash Shākhkhah.

⑵ Ath Thāmmah /الطّامّة (Bencana Besar)

⇒ Ath thāmmah ( الطامة) dalam bahasa Arab artinya malapetaka, bencana. Namun bukan malapetaka biasa, bukan bencana biasa, tetapi bencana yang meliputi segala sesuatu, tidak ada yang selamat dari bencana tersebut.

Oleh karenanya hari kiamat disebut dengan Ath Thāmmah, hari yang timbul malapetaka besar, bencana besar dan meliputi semua manusia yang ada di atas muka bumi.

⑶ Al Ghāsyiyah/الغاشية

⇒ Disebut juga dengan Al Ghasyiyah (الغاشية), mirip maknanya "yaghsya" artinya menutupi. Bencana tersebut menutupi, meliputi, tidak ada yang terkecualikan.

⑷ Yaumul Hisāb/يوم الحساب (Hari Perhitungan)

⇒ Yaumul Hisāb (يوم الحساب), hari persidangan, hari perhitungan karena manusia seluruhnya akan disidang pada hari tersebut. Dan yang menyidang adalah Allāh Subhānahu wa Ta'āla dengan persidangan yang sangat ketat. Tidak ada yang bisa lari dari persidangan Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan terlalu banyak bukti yang Allāh akan datangkan dalam persidangan tersebut.

⑸ Yaumud Dīn/يوم الدّين (Hari Pembalasan)

⇒ Yaumud Dīn (يوم الدين) artinya yaumul jazā (hari pembalasan), karena di dunia adalah hari beramal. Tatkala di akhirat maka yang ada cuma jazā (balasan) tidak ada amal.

Sebelum manusia meninggal dunia dia masih bisa beramal shālih tapi jika dia sudah meninggal dunia maka dia tidak bisa lagi beramal shālih dan dia hanya menantikan hari pembalasan yaitu pada hari kiamat.

⑹ Yaumul Mizān/ يوم المزان (Hari Pertimbangan)

Dan akan disinggung oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla dalam surat Al Qāri'ah ini, di akhir ayat.

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ * فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ ُ

"Adapun orang yang timbangannya berat, (yaitu) timbangan kebaikannya berat maka dia akan mendapat kehidupan yang dia ridhāi (kehidupan yang dia sukai)."

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ

"Adapun orang yang timbangannya ringan, timbangan kebaikannya ringan."

فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ* وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ* نَارٌ حَامِيَةٌ

"Maka tempat kembalinya adalah neraka Jahannam yang sangat dalam, neraka Jahannam yang sangat panas."

⑺ Al Qāri'ah /القارعة (Hari Yang Menakutkan Hati)

⇒ Al Qāri'ah artinya apa?

Al-Qāri'ah yaitu sesuatu yang "takraul qulub", menakutkan hati.

Jadi Al Qāri'ah itu menakutkan hati. Karena orang yang menghadiri hari kiamat tersebut semuanya pasti ketakutan. Dan ketakutan yang dirasakan oleh orang-orang pada hari kiamat adalah ketakutan yang sangat dahsyat.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla menggambarkan sebagiannya dalam surat Al Hajj, Kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ

"Wahai manusia takutlah pada Rabb kalian sesungguhnya goncangan yang terjadi pada hari kiamat شَيْءٌ عَظِيمٌ (perkara yang sangat dahsyat)." (QS Al Hajj: 1)

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُم بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ

"Pada hari itu, kalian akan menyaksikannya goncangan tersebut, lalailah seorang ibu yang sedang menyusui anaknya dari anaknya tersebut dan seorang wanita yang hamil akan keguguran dan kalian akan melihat orang-orang berjalan dalam keadaan mabuk padahal mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allāh yang sangat pedih." (QS Al Hajj:  2)

Kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا

"Pada hari di mana anak-anak kecil dibuat langsung menjadi beruban." (QS Al Muzzammil: 17)

Jadi, seandainya ada anak kecil yang hadir dalam dahsyatnya hari kiamat, langsung rambutnya akan memutih karena saking mengerikan hari tersebut.

Dalam ayat yang lain kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla, menggambarkan tentang bagaimana ketakutannya orang-orang kāfir, kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ

"Di mana dada-dada mereka kosong" (QS Ibrāhīm: 43)

⇒ Menakutkan hal tersebut, mengapa kosong?

Kata para ulamā, karena jantung mereka yang letaknya di dada terangkat ke atas karena saking ketakutan yang mereka rasakan.

Dalam ayat lain, kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا

"Pada hari tersebut kami akan kumpulkan orang-orang mujrimīn (para pelaku kemaksiatan) dalam kondisi tubuh mereka berwarna biru." (QS Thaha: 102)

Tubuh mereka yang berwarna biru tersebut muncul karena ketakutan yang amat sangat,. Bukan hanya putih pucat, tetapi sampai berwarna biru, karena ketakutan yang amat sangat.

Dan demikianlah sampai Allāh gambarkan pada hari kiamat tersebut pada surat 'Abasa ayat 33 -37:

فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ* يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ* وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ* وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ* لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

"Tatkala ditiupkan sangkakala, maka setiap orang akan lari, dia akan tinggalkan saudaranya. Ibu dan ayahnya, istri dan anak-anaknya, setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.”

⇒ Kata para ulamā, Allāh menyebutkan tentang orang-orang yang terdekat dengan seseorang, yang paling dekat dengan kita (saudara kita, ibu kita, ayah kita, istri kita dan anak-anak kita), pada hari tersebut semua orang tidak akan peduli. Mereka tinggalkan seluruhnya.

Dia tidak mempedulikan orang-orang dekat yang sangat dia cintai.
Istrinya yang sangat dia cintai, teman tidurnya, anak-anak yang dia kerja selama ini membanting tulang, memerah keringat untuk bisa membahagiakan anak-anaknya, menyenangkan anak-anaknya, buah hatinya.

Ternyata pada hari tersebut akan dia tinggalkan seluruhnya, kenapa?

Kata Allāh:

  لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

"Pada hari tersebut masing-masing orang akan sibuk dengan urusannya."

Makanya Allāh menamakan hari tersebut dengan Al Qāri'ah, hari yang menakutkan hati.

Demikian wabillāhi taufīq.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
________

◆ Yuk.... Ikut Saham Akhirat
Pembelian Rumah U/ Markaz Dakwah dan Studio Bimbingan Islām

| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islām
Konfirmasi Transfer Via WA/SMS & Informasi ;  0811-280-0606 (BIAS CENTER 06)
-------------------------------------


Proudly Powered by Abu Uwais.