Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Minggu, 03 Desember 2017

Tafsir Surat Al Ādiyāt Bagian 5

by Rory Rachmad  |  in Bab Tafsir at  03 Desember

🌍 BimbinganIslam.com
Sabtu, 14 Rabi’ul Awwal 1439 H / 02 Desember 2017 M
👤 Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
📗 Tafsir Juz 30 | Surat Al Ādiyāt (Bagian 05)
📖 Tafsir Surat Al Ādiyāt (Bagian 5)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Tafsir-H0805
~~~~~~~~~~~~~~

*TAFSIR SURAT AL 'ĀDIYĀT (BAGIAN 5)*


بســـمے اللّه الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته
​​​الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه


Kita lanjutkan pengajian dari tafsir Juz ‘Amma tentang tafsir dari surat Al 'Ādiyāt.

Kemudian Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengingatkan:

أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ

"Apakah dia (manusia yang pelit, cinta kepada harta), tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur."

⇒ Artinya tatkala manusia dibangkitkan, dikeluarkan dari kuburan tatkala itu dia akan mengetahui.

Di sini Allāh Subhānahu wa Ta'āla tidak menyebutkan maf'ul bih, Allāh hanya mengatakan: أَفَلَا يَعْلَمُ (Apakah dia tidak mengetahui ?).

Mengetahui apa-apanya tidak disebutkan. Dan dalam kaidah ilmu tafsir, kalau ada maf'ulbih (objek) tidak disebutkan bersama predikat maka memberikan faedah keumuman.

Mengetahui itu perlu objek atau tidak?

Kalimat predikat "mengetahui" itu kata kerja yang membutuhkan objek, tetapi Allāh tidak menyebutkan objeknya, Allāh hanya mengatakan, "Afalā Ya'lam," (Tidakkah dia mengetahui?). Mengetahui apanya, tidak disebutkan.

Oleh karenanya sebagian ahli tafsir dalam buku tafsir mereka mengatakan:

"Apakah dia tidak mengetahui segala perkara yang Allāh bongkar pada hari kiamat yang membuat dia akan takut."

Tatkala Allāh bongkar kebakhilannya, tatkala Allāh bongkar pengingkarannya, Allāh bongkar kemaksiatannya.

وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ

"Dan dikeluarkan apa yang ada dalam dada-dada."

⇒ Seluruh yang tersimpan dalam dada semuanya akan dibongkar oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Hari dimana seluruh rahasia akan dibongkar oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Seorang yang mengingat hari kiamat dia tidak akan pelit. Oleh karenanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam  dalam hadīts bersabda:

وَلاَيَجْتَمِعُ الشٌّحُّ وَاْلإِيْمَانُ فِى قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا

"Tidak akan berkumpul imān dan rasa pelit dalam hati seorang hamba selamanya."

Seorang yang berimān dengan hari akhirat dia tidak akan pelit, semakin seseorang pelit semakin kurang imānnya.

Oleh karenanya diantara indikator yang menunjukan seorang itu berimān kepada hari akhirat atau tidak adalah masalah pelit.

Kalau dia mudah untuk berinfaq, saya tidak menyuruh berinfaq dengan seluruh hartanya seperti Abū Bakar radhiyallāhu Ta'āla 'anhu yang imānnya luar biasa, ketika ditanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, "Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?"

Beliau menjawab, "Allāh dan Rasūl-Nya.*

Kita belum sampai Imān seperti itu. Tapi kita harus berusaha melatih infaq. Infaq itu butuh latihan, bila tidak dilatih kita akan pelit sampai meninggal dunia.

Orang yang berimān akan tahu bahwa apa yang dia infaqkan itulah tabungannya diakhirat.

Oleh karenanya dalam hadīts yang diriwayatkan oleh 'Āisyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā:

أَنَّهُمْ ذَبَحُوا شَاةً فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " مَا بَقِيَ مِنْهَا " . قَالَتْ مَا بَقِيَ مِنْهَا إِلاَّ كَتِفُهَا . قَالَ " بَقِيَ كُلُّهَا غَيْرَ كَتِفِهَا "

Waktu itu orang-orang sedang menyembelih kambing, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bertanya:

"Apa yang tersisa dari kambing tersebut ?"

(Karena setelah disembelih dibagi-bagikan. Setelah dibagi-bagikan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam  bertanya kepada Āisyah, "Apa yang tersisa dari kambing (yang belum dibagikan)?")

Kata Āisyah:
"Seluruhnya sudah dibagikan Yā Rasūlullāh, yang tersisa hanyalah pundak kambing yang belum dibagikan."

Kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

"Seluruhnya tersisa kecuali pundak kambing yang belum dibagikan, itu yang tidak tersisa."(HR Tirmidzi nomor 2470)

Seluruh yang sudah disumbangkan itu yang tersisa di akhirat, yang tidak disumbangkan itu tidak tersisa hilang di dunia, sirna dengan sirnanya dunia.

⇒ Oleh karenanya yakinlah bahwa kita akan dibangkitkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla tidak membawa harta apapun, bukankah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam  bersabda:

يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً بهما

"Manusia akan dibangkitkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla pada hari kiamat kelak dalam keadaan tidak memakai alas kaki, dalam keadaan telanjang bulat, dalam keadaan belum disunat, dalam keadaan tidak membawa apapun." (HR Muslim nomor 5102 versi Syarh Muslim nomor 2859)

Tidak ada harta sedikitpun yang dia bawa, dia dibangkitkan oleh Allāh dalam keadaan tidak ada harta sama sekali. Harta yang dia kumpulkan selama ini adalah untuk ahli warisnya.

Harta yang dia nikmati diakhirat adalah harta yang dia sumbangkan,  dia keluarkan di jalan Allāh Subhānahu wa Ta'āla, itulah yang bermanfaat bagi dia di akhirat kelak.

Oleh karenanya jangan terperdaya oleh dunia, buat apa kita mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tetapi kita tidak merasakan kenikmatan di dunia dan tidak juga merasakan kenikmatan di akhirat.

Makanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla dalam ayat ini mengingatkan:

وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ

Allāh ingatkan tentang hari kiamat kemudian kata Allāh:

إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ

"Sesungguhnya Tuhan mereka yaitu Allāh Subhānahu wa Ta'āla pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka."

Allāh tidak mengatakan: إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَعلمٌ

Tapi Allāh mengatakan: إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ.

Khabīr (خبير) dalam bahasa Arab lebih tinggi tingkatannya daripada 'alim (علم).

Khabīr itu benar-benar mengetahui bukan sekedar mengetahui. Dia tingkatannya lebih tinggi daripada mengetahui. Mengetahui segala perkara dengan detail dan diantara sifat Allāh adalah Khabīr, Mengetahui Sifat dengan Detail.

Oleh karenanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan sifat khabīr ini dengan beberapa tempat yang menunjukan butuh ketelitian.

Contohnya

⇒ Seperti Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

"Kalau kalian menampakan sedekah, kalian bagikan kepada fakir miskin dengan terang-terangan maka Allāh mengetahui dan itu yang terbaik, akan tetapi jika kalian sembunyikan lantas kalian berikan kepada fakir miskin dan tidak ada yang tahu, tetapi Allāh Maha tahu." (QS Al Baqarah: 271)

Allāh mengatakan khabīr, Allāh tahu dengan sedekah yang Allāh sembunyikan.

⇒ Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُون
َ
"Katakanlah kepada para lelaki yang berimān kepada Allāh dan RasūlullāhNya dan hari kiamat, hendaknya mereka menundukkan pandangan mereka dan untuk menjaga kemaluan mereka, ini lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allāh mengetahui dengan apa yang mereka lakukan." (QS An Nūr: 30)

Kenapa?

Karena pandangan mata adalah perkara yang butuh detail untuk mengetahui

Kita kalau melirik melihat yang harām, orang mungkin tidak tahu lirikan kita, tapi kita tahu sendiri dan Allāh Maha Tahu, sehingga Allāh menggunakan kalimat khabīr di sini.

⇒ Artinya khabīr adalah ilmu yang berkaitan dengan perkara-perkara yang detail yang rinci,  yang pelik dan seluruh perkara-perkara yang pelik yang disembunyikan oleh dada-dada manusia sekarang ini, semuanya akan dibongkar oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla pada hari kiamat.

Allāh akan menampakan hal itu semua pada hamba-hambanya pada hari kiamat kelak.

Demikianlah apa yang bisa kita sampaikan dari kemudahan yang Allāh berikan kepada kita tentang tafsir dari surat Al 'Ādiyāt.

Wallāhu A'lam bishshawab, sampai disini saja, semoga bermanfaat. In syā Allāh  besok kita lanjutkan dengan tafsir surat yang lain.

Wabillāhittaufiq.


الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته


Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
-------------------------------------


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.