Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Senin, 19 Februari 2018

HSI 09 - 21 Hidayah Taufik dan Kesesatan menurut Ahlus Sunnah

by Rory Rachmad  |  in HSI 09 at  19 Februari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke-21 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh "Hidayah Taufik & Kesesatan menurut Ahlus Sunnah “

Hidayah terbagi menjadi dua 

1.  Hidayatul Irsyad, Yaitu Bimbingan dan arahan menuju jalan yang benar. 

Hidayah jenis ini dimiliki para Nabi dan orang-orang yang mengikuti para Nabi dari kalangan para dai, karena mereka membimbing dan mengarahkan manusia kepada jalan Allāh. Allāh berfirman:

… ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Dan sesungguhnya engkau sungguh² memberikan hidayah kepada jalan yang lurus (Asy-Syura  : 52)

Maksudnya adalah membimbing dan mengarahkan menuju jalan yang lurus. 

2.  Hidayatu Taufik

Yaitu pembukaan hati dan pelapangan dada untuk menerima kebenaran & mengamalkannya. Hidayah Taufik Ini hanya dimiliki oleh Allāh tidak dimiliki oleh Nabi dan Dai, Allāh berfirman:

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Sesungguhnya engkau tidak memberikan kepada orang yang engkau cintai akan tetapi Allāh lah yang memberikan hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia lebih mengetahui siapa orang yang mendapatkan petunjuk” (Al-Qashash : 56)

Hidayah Taufik Allāh berikan kepada siapa yang dikehendaki dan kesesatan juga Allāh berikan kepada siapa yang dikehendaki, Allāh berfirman:

… ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ… 

“demikianlah Allāh menyesatkan siapa yang dikehendaki dan memberikan petunjuk kepada siapa yang dikehendaki” (Al-Muddatstsir : 31)

Barangsiapa yang Allāh berikan hidayah Taufik tidak ada yang bisa menyesatkannya & barangsiapa yang Allāh sesatkan maka tidak ada yang bisanya memberikan hidayah, Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

مَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ ۚ… 

“Barangsiapa yang Allāh sesaat maka tidak akan ada yang memberikan hidayah” [QS Al-A’raf 186]

Dan Allāh berfirman:

وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ ۗ… 

“Dan barangsiapa yang Allāh berikan hidayah maka tidak akan ada yang bisa menyesatkan dirinya” (Az-Zumar : 37)

Dan Rasulullãh ﷺ bersabda:

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

“Barangsiapa yang Allāh berikan hidayah maka ada yang menyesatkan & barangsiapa yang Allāh sesatkan maka tidak ada yang memberikan hidayah” (HR Muslim)

Allāh memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki dengan karunia Nya & anugerah Nya dan Allāh lebih mengetahui siapa diantara hamba Nya yang berhak untuk mendapatkan petunjuk dan Allāh menyesatkan siapa yang Allāh kehendaki dengan keadilan Nya dan Allāh lebih tahu siapa yang berhak untuk disesatkan.

Kesesatan tersebut adalah keadilan Allāh bukan kedholiman Nya, karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menegakkan hujjah atas hamba Nya memberikan kesempatan baginya untuk mengikuti petunjuk Allāh, diberikan akal untuk berfikir dan memilih, diutus kepada seorang Rasul yang menjelaskan, diturunkan kepadanya kitab dan diperlukan kepadanya jalan yang lurus.

Apabila dia adalah orang yang hiperbola akalnya atau anak yang belum baligh atau orang yang tidur maka tidak ditulis amalannya. Rasulullãh ﷺ bersabda :

  رُفِعَ القلمُ عن ثلاثة، عَنِ النَّائمِ حتَّى يستَيقِظ ،و عنِ الصَّبيِّ حتَّى يَكْبرََ ، وعنِ المجنونِ حتَّى يعقل أو يفيق

“diangkat pena dari tiga golongan dari orang yang tidur sampai dia bangun, dari anak kecil sampai dia baligh dan dari orang yang gila sampai dia berakal /sadar” (Hadīts shahih An Nasaii & Ibn Majjah dari Aisyah radiallahu anha)

Orang yang belum sampai kepadanya risalah seorang Rasul maka tidak akan di azab, Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

… ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

“Dan Kami tidak akan mengazab sampai Kami mengutus seorang Rasul” [QS Al-Isra’ 15]

Apabila sudah sampai kepada mereka petunjuk & mereka tidak menerima serta tidak mengamalkan & lebih memilih durhaka & maksiat kepada Allāh, maka Allāh akan menyesatkan mereka dan ini adalah keadilan bukan kezaoliman, Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِلَّ قَوْمًا بَعْدَ إِذْ هَدَاهُمْ حَتَّىٰ يُبَيِّنَ لَهُمْ مَا يَتَّقُونَ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dan tidaklah Allāh menyesatkan sebuah kaum setelah memberikan petunjuk kepada mereka sampai Allāh menjelaskan kepada mereka apa yang mereka taqwai , sesungguhnya Allāh Maha Mengetahui segala sesuatu” (At-Taubah : 115)

Di dalam ayat ini Allāh menjelaskan bahwasanya Allāh menyesatkan mereka setelah mereka tidak menerima petunjuk Allāh yang sampai kepada mereka. 

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah
*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy


kepada Anggota HSI dilarang menyebarkan transkrip ini di Group HSI yang sedang berjalan

gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.