Kamis, 03 Januari 2019

Tematik | Beberapa Kejadian Di Bulan Shafar

by Rory Rachmad  |  in Tematik at  03 Januari

🌍 BimbinganIslam.com
Jum’at, 03 Shafar 1440 H / 12 Oktober 2018 M
👤 Ustadz Ratno, Lc
🔊 Tematik | Beberapa Kejadian Di Bulan Shafar
⬇ Download audio: bit.ly/shafar-1440
〰〰〰〰〰〰〰

BEBERAPA KEJADIAN DI BULAN SHAFAR


بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن تبعهم  بإحسان إلى يوم القيمة. اما بعد


Sahabat BiAS yang dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas beberapa kejadian pada bulan Shafar.

Bulan Shafar adalah salah satu dari dua belas bulan yang telah Allāh tetapkan dalam kitāb-Nya. Bulan tersebut tidak jauh beda dengan bulan-bulan yang lainnya, bahkan bisa kita katakan bahwa bulan-bulan tersebut sama.

Akan tetapi sebagian orang menganggap bulan Shafar sebagai bulan sial (bulan terjadi banyak musibah dan tersebar banyak penyakit).

Padahal Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam telah bersabda:

اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ

"Anggapan sial merupakan kesyirikan, anggapan sial merupakan kesyirikan, anggapan sial merupakan kesyirikan." (Hadīts shahīh riwayat Abū Dāwūd nomor 3915, dishahīhkan oleh Syaikh Al Albāniy rahimahullāh)

Dan Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) pernah memberikan nasehat khusus tentang bulan Shafar yang tercantum dalam hadīts Bukhāri nomor 5707.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

لاعَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ

"Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya tanpa izin Allāh, tidak ada anggapan sial pada burung hantu tidak pula pada bulan Shafar."

Sehingga bisa kita simpulkan bahwa bulan Shafar bukanlah bulan sial dan seorang mukmin tidak boleh mempercayai hal itu. Dia juga tidak perlu takut untuk melakukan hal-hal penting pada bulan ini (Shafar), (seperti) perkawinan atau bepergian.

Karena bulan Shafar sama dengan bulan-bulan yang lainnya, tidak ada bulan naas tidak ada bulan sial.

Jika kita telisik lebih lanjut, tenyata banyak kejadian besar yang terjadi pada bulan Shafar ini. Di antara kejadian-kejadian tersebut adalah sebagai berikut:

⑴ Perang Abwā'

Ibnu Ishāq berkata:

"Pada bulan Shafar Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam keluar dari kota Madīnah setelah sebelas bulan keberadaan Beliau di sana.

Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) menuju Waddān, tepatnya tanggal 12 Shafar, untuk memerangi suku Quraisy dan Banī Damrah.

Kejadian itu dinamakan dengan perang Abwā'. Kemudian Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) kembali ke Madīnah."

('Uyun Al Ātsār Juz 1 hal 259)

⑵ Penaklukan Kota Khaibar

Ibnu Ishāq mengatakan:

"Penaklukan kota Khaibar terjadi pada bulan Shafar."

(Sirah Ibnu Hisyām Juz 2 hal 341)

⑶ 'Amr bin Āsh, Khālid bin Walīd dan Utsmān bin Thalhah radhiyallāhu ta'āla 'anhum masuk Islām.

"Amr bin Āsh Khālid bin Walīd dan Utsmān bin Thalhah masuk Islām di negri Habasyah  yang dipimpin oleh Najāsyī, kemudian mereka ke Madīnah pada bulan Shafar tahun 8 Hijriyyah."

(Al Mu'jam Al Kabīr nomor 8394)
⑷  Hijrahnya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dari kota Mekkah menuju kota Madīnah.

Ibnul Jauzi menukilkan riwayat dalam Shifāt Ash Shawfah bahwasanya:

"Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berangkat hijrah dari Mekkah pada bulan Shafar dan sampai di Madīnah pada bulan Rabi'ul Āwwal." (Shifāt Ash Shawfah Juz 1 hal 50)

⑸ Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menikah dengan Khadījah radhiyallāhu ta'āla 'anhā

Ibnu Ishāq berkata :

"Pernikahan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan Khadījah terjadi pada akhir bulan Shafar, ketika Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berumur sekitar 26 tahun."

(Subul Al Hudā wa Ar Rasyād Juz 2 hal 165)
⑹ Pernikahan Āli dan Fāthimah radhiyallāhu ta'āla 'anhumā.

Berkata Ibnu Katsīr:

"Adapun Fāthimah, beliau dinikahi oleh anak pamannya yang bernama Āli bin Abū Thālib, pada bulan Shafar tahun kedua Hijriyah."

(Kitāb Sirah Nabawiyah Juz 4 hal 61)

⑺ Pemberangkatan pasukan melawan Romawi

"Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam memberangkatkan pasukan Usamāh Bin Zaid untuk melawan Romawi empat hari sebelum bulan Shafar berakhir." (Al Muqtafa min Shirah Al Mushthafa hal 236)

Dari kejadian (peristiwa) ini semua, menunjukan bahwa bulan Shafar bukanlah bulan sial.

Walaupun demikian, bukan berarti pada bulan Shafar, tidak pernah terjadi musibah atau malapetaka. Akan tetapi kita tidak boleh meyakini bahwasanya bulan shafar adalah bulan sial.

Hanya itu yang bisa sampaikan. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga bermanfaat.

Wallāhu A'lam bishshawāb.

___________________

🏦 *Donasi Dakwah BiAS* dapat disalurkan melalui :

• *Bank Mandiri Syariah* (Kode : 451)
• *No. Rek : 710-3000-507*
• *A.N : YPWA Bimbingan Islam*

📲 Konfirmasi donasi ke :  *0878-8145-8000*

▪ *Format Donasi :  DONASIDAKWAHBIAS#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 Cantumkan kode angka 700 di akhir nominal transfer Anda...

___________________


Proudly Powered by Abu Uwais.