PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Jumat, 13 Desember 2019

Halaqah - 64 Perpindahan Kiblat

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  13 Desember

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-64 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Perpindahan Kiblat

Nabi ﷺ dahulu ketika di Mekkah melakukan shalat dengan menghadap ke arah Baitul Maqdis dan menjadikan Ka’bah antara beliau dengan Baitul Maqdis

Ketika beliau hijrah ke kota Madinah beliau shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama kurang lebih 16 bulan, orang-orang Anshar shalat menghadap ke Baitul Maqdis kurang lebih 3 tahun dan pada pertengahan bulan Rajab tahun ke-2  Hijriyah yaitu 2 bulan sebelum terjadinya perang Badr terjadilah perpindahan Kiblat

Orang-orang Yahudi ketika melihat Nabi ﷺ dan shahabatnya shalat menghadap ke Baitul Maqdis mereka bergembira, mereka mengatakan sambil mengejek, Muhammad menyelisihi kita tetapi dia mengikuti kiblat kita, Maka Nabi ﷺ berharap Wahyu turun dan beliau berkeinginan seandainya kiblat berubah menjadi ke arah Ka’bah

Allah pun mengabulkan keinginan beliau. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ..

"Sungguh Kami telah melihat bulak baliknya wajahmu ke arah atas, maka sungguh Kami akan memalingkan wajahmu kearah kiblat yang engkau ridhai, maka palingkanlah wajahmu ke arah Al-Masjidil Haram dan dimanapun kalian berada maka hendaklah kalian harapkan wajah-wajah kalian kearahnya (Surat Al-Baqarah :144)

Ibnu Hajar رٙحِمٙهُ اللهُ di dalam Fathul Bari menyebutkan setelah mengumpulkan beberapa riwayat bahwa shalat menghadap ke Ka’bah yang pertama yang beliau lakukan adalah shalat Dzhuhur di masjid Bani Salimah, atau sekarang dikenal dengan Masjid kiblatain dan shalat menghadap ke Ka’bah yang pertama yang beliau lakukan di Masjid Nabawi adalah shalat Ashar. Adapun di Quba maka penduduk Quba melakukan shalat pertama menghadap Ka’bah adalah ketika shalat subuh

Perpindahan Kiblat ini membuat orang Yahudi marah, mereka mengatakan, bahwa kebaikan adalah dengan menghadap ke arah Baitul Maqdis, Maka Allah menurunkan FirmanNya

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

"Bukanlah kebaikan itu kalian memalingkan wajah-wajah kalian kearah timur dan barat, akan tetapi kebaikan adalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir dan para Malaikat dan Kitab serta para Nabi" (Surat Al-Baqarah : 177)

Dan mereka bertanya-tanya apa yang memalingkan Muhammad dan para shahabatnya dari Baitul Maqdis, maka Allah menurunkan FirmanNya

سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا ۚ قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

"Maka akan berkata orang-orang yang bodoh di antara manusia apa yang memalingkan mereka dari kiblat mereka yang dahulu mereka menghadapnya, katakanlah wahai (Muhammad) milik Allah timur dan juga barat, Allah memberikan petunjuk siapa yang dikehendaki kepada jalan yang lurus" (Surat Al-Baqarah 142)

Diantara hikmah dipindahkannya kiblat adalah untuk ujian bagi orang-orang yang beriman apakah mereka mengikuti Rasulullah ﷺ atau tidak. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan (berfirman)

وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

"Dan tidaklah Kami menjadikan kiblat yang dahulu engkau menghadapnya kecuali supaya kami mengetahui siapa yang mengikuti rasul dari orang-orang yang murtad dan sungguh ini adalah berat kecuali bagi orang-orang yang Allah berikan hidayah dan tidaklah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menyia-nyiakan keimanan kalian, sesungguhnya Allah Maha Penyantun dan Penyayang bagi manusia" (SuratAl-Baqarah : 143)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullah Roy
Di kota Jember

Proudly Powered by Abu Uwais