PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Jumat, 13 Desember 2019

Halaqah - 67 Perang Badr Kubra Bagian 3

by Rory Rachmad  |  in Silsilah Sirah Nabawiyah at  13 Desember

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-67 dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Perang Badr Kubra Bagian yang Ketiga

Setelah Nabi ﷺ melihat semangat kekompakan dan keberanian para shahabat untuk berperang, mulailah beliau mengatur pasukan, beliau menunjuk Mus'ab bin Umair sebagai pembawa Liwa yang berwarna putih dan memberikan 2 Royah yang berwarna hitam kepada Ali bin Abi Thalib dan Sa’ad bin Muadz sementara Qais bin Abi Sha’shaah di bagian belakang

Yang dimaksud dengan Liwa adalah bendera besar dan yang dimaksud dengan Royah adalah bendera yang kecil

Orang-orang Musyrikin berselisih pendapat, sebagian mereka ingin kembali ke Mekkah tanpa berperang karena menganggap musuh mereka adalah keluarga mereka sendiri, namun Abu Jahal tetap menginginkan untuk berperang. Akhirnya pendapatnyalah yang di menangkan kemudian mereka mengirim mata-mata untuk mengetahui jumlah kaum muslimin

Berkata Abu Jahal

اللَّهُمَّ ٲين كان أَخطَاء لرَّحِمَ وَآتَانَا بِمَا لَا نَعْرِفُ فَأَهنه الْغَدَا

Ya Allah, siapa diantara kami yang memutus silaturahim dan datang dengan apa yang kami tidak tau, maka binasakanlah dia besok

Orang-orang Islam telah sampai ke Badr dan sudah melihat tempat peperangan sebelum kedatangan orang-orang musyrikin

Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه menceritakan bahwa pasukan kaum muslimin pada malam tersebut (malam tanggal 17 Ramadhan) bermalam dalam keadaan mereka tidur sementara di depan mereka dalam jarak yang tidak jauh ada pasukan orang-orang musyrikin, sempat turun hujan gerimis pada malam tersebut, sehingga para shahabat berlindung dibawah pohon sementara Nabi ﷺ di malam tersebut dalam keadaan shalat meminta kepada Allāh sampai datang waktu pagi

Diantara doa beliau

Ya Allah seandainya golongan ini binasa maka engkau tidak akan di sembah lagi

Ketika datang waktu fajar maka beliau ﷺ memanggil para shahabatnya untuk melakukan shalat, kemudian beliau mengimami dan setelah itu beliau berbicara dan mengobarkan semangat para shahabat untuk berperang

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

"Ketika Allah mengantukan kalian supaya kalian merasa aman dan menurunkan hujan untuk kalian untuk membersihkan kalian dari was-was syaithan, untuk menguatkan hati kalian dan supaya kaki-kaki orang yang beriman tidak goyah" (Surat Al-Anfal : 11)

Di pagi hari Tangga 17 Ramadhan beliau mempersiapkan pasukan dan menyusun pasukan secara ber shaf-shaf dan ini adalah cara yang belum pernah dilakukan oleh orang-orang Arab sebelumnya

Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengatakan

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

"Sesungguhnya Allāh mencintai orang-orang yang berperang dijalanNya dalam keadaan berbaris, mereka seperti bangunan yang kuat" (Surat Ash-Shaf : 4)

Dan dengan usulan dari Sa’ad bin Muadz رضي الله عنه kaum muslimin membuat kubah yang kecil untuk Nabi ﷺ supaya beliau terjaga dan supaya bisa mengatur pasukan dari kubah tersebut

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Abdullah Roy
Di kota Jember

    Popular Post

Proudly Powered by Abu Uwais