PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Jumat, 13 Desember 2019

Kajian 118.2 | Dam Wajib Dan Apa Yang Setara Denganya

by Rory Rachmad  |  in Matan Abu Syuja' at  13 Desember

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 03 Shafar 1441 H / 02 Oktober 2019 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., M.A.
📗 Matan Abū Syujā' | KITĀBUL HAJI (كتاب الحاج)
🔊 Kajian 118.2 | Dam Wajib Dan Apa Yang Setara Denganya
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FZ-H118.2
〰〰〰〰〰〰〰

DAM WAJIB DAN APA YANG SETARA DENGANNYA


السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

فإن لم يجدها قوم البدنة واشترى بقيمتها طعاما وتصدق به

Seandainya dia tidak bisa mendapatkan unta, sapi atau kambing, maka dia nilai berapa harga satu ekor unta, kemudian dia belikan makanan sesuai dengan harga tersebut kemudian disedekahkan.

فإن لم يجد صام عن كل مد يوما

Jika dia tidak bisa mendapatkan maka dia berpuasa setiap mudnya satu hari.

ولا يجزئه الهدي ولا الإطعام إلا بالحرم

Hadyu atau memberikan makanan kepada orang faqīr tidak sah jika dilakukan di luar tanah haram (harus dilakukan di tanah haram).

 ويجزئه أن يصوم حيث

Adapun puasa, maka sah apabila dilaksanakan dimana saja.

Berkata mualif rahimahullāh:

ولا يجوز قتل صيد الحرم ولا قطع شجره

Dan tidak boleh, seseorang memburu binatang buruan di tanah haram (apalagi kemudian membunuh/menyembelihnya) dan tidak boleh juga memotong tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di tanah haram.

>> Larangan memburu binatang buruan di tanah haram termasuk juga menganggunya (mengusirnya).

Ini berdasarkan sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

"Sesungguhnya negeri ini adalah negeri yang haram (tanah yang haram), kita dilarang memotong tumbuhannya dan mengusir hewan-hewan yang ada di dalamnya."

⇒ Artinya, sekedar menggusah (mengusir) saja tidak boleh apalagi berburu atau sampai menyembelihnya.

Pohon-pohon yang disebutkan oleh para ulamā adalah pohon-pohon yang tumbuh dengan sendirinya bukan pohon-pohon yang sengaja ditanam ataupun pohon-pohon yang dia tidak menganggu.

Adapun pohon-pohon yang menganggu, seperti pohon yang berduri yang bisa membahayakan maka diperbolehkan untuk dipotong.

والمحلُّ والمحرم في ذلك سواء.

Ketentuan di tanah haram bagi orang yang dalam keadaan tidak muhrim (keadaan halal, tidak dalam keadaan ihrām haji atau umrah) dan orang yang muhrim (ihrām haji dan umrah) adalah sama.

Keduanya tidak boleh berburu binatang yang ada di tanah haram atau memotong tumbuh-tumbuhan yang ada di tanah haram.

Adapaun orang-orang yang ihrām maka berlaku juga di luar tanah haram. Tidak boleh berburu binatang buruan walaupun diluar tanah haram, selama dalam keadaan ihrām.

Demikian yang bisa saya sampaikan dalam Kitābul Hajj secara ringkas. Semoga apa yang disampaikan bisa bermanfaat dan in syā Allāh  kita lanjutkan pada halaqah berikutnya.


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
______


© 2020 Copy Right Abu Uwais. templates by Blogger
Proudly Powered by Abu Uwais