PESAN-PESAN

Nama

Email *

Pesan *

Senin, 27 Januari 2020

Kajian 126 | RIBA bagian 01

by Rory Rachmad  |  in Matan Abu Syuja' at  27 Januari

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 27 Jumada Al-Ula 1441 H / 22 Januari 2020 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., M.A.
📗 Matan Abū Syujā' | JUAL BELI (كتاب البيوع)
🔊 Kajian 126 | RIBA bagian 01
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-FZ-H126a
〰〰〰〰〰〰〰

RIBA 


بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla

RIBA (الربا), secara bahasa artinya tambahan ( الزيادة)

Secara istilah (syar'i) :

زيادة في شئ مكصوصن

Tambahan pada sesuatu yang khusus (yang dimaksud)

Atau, larangan riba ada pada hal-hal tertentu yang ditentukan di dalam syari'at.


• Riba ada dua macam:

⑴ Riba Aini (riba yang terkait dengan masalah jual beli).
⑵ Riba Al Qardh (riba yang terkait dengan masalah utang piutang).

• Riba Aini atau riba yang terkait dengan jual-beli :

⑴ Riba  Fadhl
⑵ Riba  Nasi'ah

Riba Fadhl di dalamnya ada tambahan pada salah satu barang ketika terjadi tukar menukar barang.

Misalnya antara emas dengan emas lain, atau barter, tukar menukar antara kurma dengan kurma yang lain dan salah satunya dilebihkan.

Riba Nasi'ah adalah riba yang terkait dengan masalah serah terima yang diakhirkan, karena di sana ada yang diwajibkan untuk nahdan, secara langsung.

Contoh:

Tatkala tukar menukar mata uang disyaratkan di sana nahdan artinya langsung serah terima pada saat itu. Apabila diakhirkan (misalnya) satu minggu kemudian atau dua hari kemudian maka ini masuk pada riba Nasi'ah.

Riba Al Qardh atau riba yang terkait dengan  utang piutang.

Misalnya:

Seorang memberikan satu utang kepada orang lain, kemudian tatkala mengembalikan utang tersebut ditambahkan (di sini terjadi riba).

Masalah seperti ini banyak terjadi di zaman kita ini, (seperti) permasalahan muamalah di bank baik muamalah jual beli maupun utang-piutang.

⇒ Kalau muamalah utang-piutang tidak boleh ada kelebihan harga.

'Ala kulli hāl.

Masalah ini panjang penjelasannya, mudah-mudahan (In syā Allāh) ada kesempatan lain untuk membahas khusus masalah riba. Dan kita cukupkan apa yang ada di dalam matan  ini.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
___


Proudly Powered by Abu Uwais