Rabu, 05 September 2018

Halaqah 02 | Hadits 1

by Rory Rachmad  |  at  05 September
BimbinganIslam.com
Selasa, 16 Dzulhijjah 1439 H / 28 Agustus 2018 M
👤 Ustadz Ratno, Lc
📗 Kitab Syamail Muhammadiyah
🔊 Halaqah 02| Hadits 1
⬇ Download audio: bit.ly/SyamailMuhammadiyah-02
〰〰〰〰〰〰〰

*KITAB SYAMAIL MUHAMMADIYAH, HADITS 1*


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْخَلْقَ وَالْأَخْلَاقَ وَالْأَرْزَاقَ وَالْأَفْعَالَ، وَلَهُ الشُّكْرُ عَلَى إِسْبَاغِ نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ بِالْإِفْضَالِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّهِ وَرَسُولِهِ الْمُخْتَصِّ بِحُسْنِ الشَّمَائِلِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمَوْصُوفِينَ بِالْفَوَاضِلِ وَالْفَضَائِلِ، وَعَلَى أَتْبَاعِهِ الْعُلَمَاءِ الْعَامِلِينَ بِمَا ثَبَتَ عَنْهُ بِالدَّلَائِلِ. أما بعد

Sahabat Bias yang semoga selalu dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pada pertemuan kedua ini, kita akan membaca hadits pertama yang dibawakan oleh Imam At Tirmidzi dalam kitab Asy Syamail Al Muhammadiyyah. Beliau berkata :

 حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ بِالطَّوِيلِ [الْبَائِنِ]، وَلَا بِالْقَصِيرِ، [وَلَا بِالْأَبْيَضِ الْأَمْهَقِ، وَلَا بِالْآدَمِ]، وَلَا بِالْجَعْدِ الْقَطَطِ، وَلَا بِالسَّبْطِ، بَعَثَهُ اللَّهُ تَعَالَى عَلَى رَأْسِ أَرْبَعِينَ سَنَةً، فَأَقَامَ بِمَكَّةَ عَشْرَ سِنِينَ، وَبِالْمَدِينَةِ عَشْرَ سِنِينَ، وَتَوَفَّاهُ اللَّهُ تَعَالَى عَلَى رَأْسِ سِتِّينَ سَنَةً، وَلَيْسَ فِي رَأْسِهِ وَلِحْيَتِهِ عِشْرُونَ شَعْرَةً بَيْضَاءَ»

(Imam At Tirmidzi membawakan hadist ini lengkap dengan jalur periwayatannya hingga Anas bin malik)

Beliau berkata :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang sosok yang memiliki tinggi ideal. Tidak terlalu tinggi namun juga tidak pendek. Kulit Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak putih murni, juga tidak coklat. Rambutnya tidak keriting juga tidak murni lurus. Allah mengutusnya ketika telah berumur empat puluh tahun. Tinggal di Mekah selama 10 tahun, dan dimadinah juga 10 tahun. Dan Allah wafatkan pada umur enam puluh tahun. Dan uban yang di kepala dan jenggot Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melebihi dua puluh rambut." Hadist ini merupakan hadist yang disepakati kesahihannya oleh Imam Bukhari(3548, 5900) dan Muslim (2347).

Dan yang perlu dicatat, bahwa penyebutan tentang ciri-ciri fisik Beliau ini bukan berarti seorang tercela ketika memiliki ciri-ciri fisik yang tidak sama dengan Nabi. Ketika menyebutkan hadist-hadist ini, para shahabat dan ulama ingin menyampaikan kepada umat akan kesempurnaan Beliau.

Beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadist ini :

1. Bahwa Nabi adalah sosok yang memiliki tinggi ideal, tidak terlalu tinggi dan juga tidak pendek, namun lebih dekat kepada ketinggian.

2. Warna kulit beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah putih kemerah-merahan sebagaimana disimpulkan oleh para ulama setelah mengumpulkan lafazh-lafazh hadits yang berkaitan dengan warna kulit Beliau, walaupun pada riwayat lain diibaratkan dengan kata yang berbeda.

3. Rambut Beliau tidak keriting dan tidak juga lurus 100 % namun tengah-tengah diantara keduanya, bergelombang.

4. Bahwa Beliau diutus setelah mencapai umur empat puluh tahun. Jika kita telisik lebih lanjut, bahwa Al Qur’an itu turun kepada Beliau ketika bulan Ramadhan. Dan Beliau dilahirkan pada bulan Rabi’ul Awwal.

Jika demikian, seharusnya saat menjadi nabi, Beliau berumur 39 tahun enam bulan, atau 40 tahun enam bulankarena antara Ramadhan dan Rabi’ul Awwal terpaut enam bulan ?

Dalam mengkompromikan hal ini, sebagian ulama berkata, bahwa Nabi Muhammad telah diangkat menjadi Nabi pada bulan Rabi’ul Awwal, namun belum diturunkan Al Qur’an kepadanya. Wahyu saat itu hanya berupa mimpi yang nyata. Ketika melihat mimpi dimalam harinya, keesokan harinya mimpi itu menjadi kenyataan. Begitu terus selama enam bulan hingga diturunkan wahyu di gua Hira’.

Sehingga tidak salah jikalau dikatakan bahwa Beliau menjadi nabi ketika umur 40 tahun. Karena mimpi merupakan salah satu dari bagian dari kenabian sebagaimana Nabi sampaikan :

رُؤْيَا المُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ

“Mimpi seorang mukmin merupakan salah satu dari 46 bagian kenabian,"

5. Dan Beliau tinggal di Mekah selama 10 tahun sebagai seorang rasul, atau sejak beliau berdakwah secara terang-terangan. Karena setelah diangkat menjadi nabi, Beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi selama tiga tahun. Sehingga setelah menjadi nabi, Beliau berada di Mekkah selama 13 tahun sebagaimana hal tersebut kita ketahui bersama dalam pelajaran-pelajaran sirah rasul.

6. Bahwa Beliau tinggal di Madinah selama 10 tahun, yaitu sejak dari hijrah hingga meninggal.

7. Dan Allah wafatkan Beliau pada umur 60 tahun, dengan anggapan bahwa rawi hadist ini menghilangkan angka pecahannya, karena sebagaimana kita ketahui bersama, Beliau meninggal pada umur 63 tahun.

8. Uban yang ada pada kepala dan janggut Beliau yang mulia tidak banyak, hanya sedikit, kurang lebih hanya dua puluh helai. Bahkan dalam sebagian hadist disebutkan hanya 17 atau 18 helai.

Demikian pertemuan kedua kita kali ini.

Semoga bermanfaat.

Akhukum fillah, Ratno, dikantor Bimbingan Islam Yogyakarta.

_____________________
🏦 Donasi Dakwah BIAS dapat disalurkan melalui :
🎗 Bank Mandiri Syariah
🥇 Kode Bank : 451
💳 No. Rek : 710-3000-507
🏬 A.N : YPWA Bimbingan Islam

📲 Pendaftaran Donatur Tetap & Konfirmasi Transfer Hanya via WhatsApp ke ;  0878-8145-8000

SWIFT CODE : BSMDIDJA (Luar Negeri)

▪ Format Donasi :  DONASIDAKWAHBIAS#Nama#Nominal#Tanggal



📝 Cantumkan Kode 700 di akhir nominal transfer anda...
_____________________

Halaqah 01 | Muqaddimah

by Rory Rachmad  |  at  05 September
🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 15 Dzulhijjah 1439 H / 27 Agustus 2018 M
👤 Ustadz Ratno, Lc
📗 Kitab Syamail Muhammadiyah
🔊 Halaqah 01| Muqaddimah
⬇ Download audio: bit.ly/SyamailMuhammadiyah-01
〰〰〰〰〰〰〰

*KITĀB SYAMAIL MUHAMMADIYAH, MUQADDIMAH*


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْخَلْقَ وَالْأَخْلَاقَ وَالْأَرْزَاقَ وَالْأَفْعَالَ، وَلَهُ الشُّكْرُ عَلَى إِسْبَاغِ نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ بِالْإِفْضَالِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّهِ وَرَسُولِهِ الْمُخْتَصِّ بِحُسْنِ الشَّمَائِلِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمَوْصُوفِينَ بِالْفَوَاضِلِ وَالْفَضَائِلِ، وَعَلَى أَتْبَاعِهِ الْعُلَمَاءِ الْعَامِلِينَ بِمَا ثَبَتَ عَنْهُ بِالدَّلَائِلِ. أما بعد

Sahabat Bimbingan Islām yang semoga selalu dicintai oleh Allāh.

Segala puji kita panjatkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla  yang telah mengutus Nabi-Nya dengan petunjuk yang jelas. Dan dengan agama yang benar supaya agama tersebut menghapus dan menyempurnakan syari'at agama yang telah lalu walaupun orang-orang musyrik tidak suka dengan hal itu.

Dan segala puji bagi Allāh yang telah mengutusnya sebagai rahmatan lil ālamīn , sebagai teladan bagi kaum mukminin, sebagaimana firman Allāh:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا 

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasūlullāh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allāh dan (kedatangan) hari kiamat lagi banyak berdzikir mengingat Allāh." (QS. Al Ahzāb: 21)

Berkata Ibnu Katsīr di dalam Tafsir beliau, bahwa ayat ini adalah pondasi dasar, dan dalīl yang kuat untuk menjadikan Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam
sebagai teladan, uswah hasanah pada setiap ucapan, perbuataan dan akhlak.

Sahabat BiAs yang dimuliakan oleh Allāh.

Makna ayat ini adalah : "Tidakkah kalian mencontoh Nabi pada sikap-sikapnya?!"

Mencontoh Nabi tidaklah mudah, hal itu sulit, kecuali bagi orang-orang yang mengharapkan pahala dari Allāh dan pertemuan pada hari kiamat lagi seorang yang banyak berdzikir mengingat Allāh, sebagaimana yang Allāh sebutkan dalam ayat.

Ketika kita memahami hal ini, maka kita tidak mungkin bisa untuk merealisasikan firman Allāh untuk mengikuti beliau dalam tindak-tanduk dan sikap yang beliau contohkan kecuali dengan mengetahui sunnah-sunnahnya.

Karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pengertian sunnah adalah segala yang diriwayatkan dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, baik itu berupa perkataan, perbuatan, izin pelaksanaan, dan  akhlak serta  fisik beliau.

Sehingga mengetahui akan akhlak dan sifat-sifat beliau menjadi suatu hal sangat penting. Dan untuk merealisasikan hal ini, Imām Abū Īsā At Tirmidzī murid Imām Al Bukhāri yang meninggal pada tahun 279 H menulis sebuah kitāb yang berjudul Asy Syamail Al Muhammadiyah.

Asy Syamail memiliki arti "sifat dan akhlak". Sehingga jika kita artikan secara bebas, kitab Asy Syamail Al Muhammadiyah, memiliki makna: Sifat dan Akhlak yang dimiliki Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Kitāb ini merupakan kitāb yang mendapatkan rekomendasi dari beberapa ulamā, diantara adalah Abdurrauf Al Manawiy dan Mula Ali Qari, sebagaimana tertulis dalam buku-buku syarah kitāb ini.

Kitāb ini terbagi menjadi 56 bab yang mengandung 415 hadīts. Pada awalnya beliau akan menyampaikan kepada kita hadīts-hadīts yang berkaitan dengan :

⑴ Ciri-ciri fisik Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) tentang tinggi, warna kulit, rambut, wajah dan semisalnya,

⑵ Akan menyebutkan alat atau barang-barang yang Beliau miliki (seperti) pedang Beliau,  bagaimana pakaian Beliau.

⑶ Akan menyebutkan akhlak dan adab yang Beliau miliki.

⑷ Akan menyebutkan bagaimana ibadah Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam)

⑸ Dan ditutup tentang hal-hal yang berkaitan dengan mimpi melihat Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam)

Ketika kita mempelajari kitāb ini, akan ada banyak manfaat yang bisa kita ambil, diantaranya:

⑴ Kekuatan Imān kepada Rasūl akan semakin kuat dan bertambah, karena tidak ada imān kecuali dengan pengengetahuan, dan setiap kali pengetahuan itu bertambah, imān pun semakin kuat.

Ketika imān dan pengetahuan tentang Beliau telah menguat, maka jalan untuk mengikuti Beliaupun semakin mudah, dengan izin Allāh .

⑵ Dengan mempelajari kitāb ini akan tumbuh rasa cinta kepada Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam. yang mana rasa cinta kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam merupakan suatu kewajiban yang Allāh wajibkan bagi kaum muslimin, dan sebagaimana kata pepatan tak kenal maka tak sayang.

⇒ Tidak mungkin seseorang mencintai orang yang tidak ia kenal.

Dalam hal ini Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah bersabda :

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

"Kalian belum dikatakan beriman sampai aku menjadi orang yang lebih ia cintai dari pada orangtua, anak dan manusia semuanya."

Dan seseorang di akhirat nanti akan bersama dengan orang yang ia cintai sebagaimana dalam suatu hadīts :

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

⑶ Dengan mempelajari kitāb ini kita bisa mengikuti petunjuk dan mencontoh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Dan hal itu merupakan hal yang Allāh wajibkan, bahkan itu adalah konsekuensi dari syahādat kita.

Ketika kita mengatakan :

أشهد أن محمدا عبده رسوله

Dimana Allāh berfirman :

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ  يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Katakanlah wahai Muhammad: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allāh, ikutilah aku, niscaya Allāh mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allāh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Āli-Imrān: 31)

Pada Ayat ini, Allāh jadikan tolak ukur kecintaan kepada Allāh dengan mengikuti Nabi. Siapa yang mengikuti beliau, berarti ia benar-benar mencintai Allāh dan barang siapa yang tidak mengikuti Nabi, maka diragukan kecintaannya kepada Allāh.

⑷ Dengan mempelajari kitāb ini kita akan tahu ciri-ciri fisik Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Dan dengan mengetahui ciri-ciri fisik Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam seorang akan tahu, mana mimpi seseorang yang benar-benar bertemu Nabi, dan mana mimpi seseorang yang bertemu syaithān yang mengaku Nabi muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Karena Beliau (shallallāhu 'alayhi wa sallam) pernah menyampaikan:

مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ بِي

"Siapa yang melihatku dalam mimpi (dengan ciri-ciri yang aku miliki) maka ia benar-benar telah bermimpi melihat ku, karena syaithān tidak bisa menyerupaiku."

Itulah beberapa manfaat ketika kita mempelajari kitāb ini.

Kali ini kita akan masuk pada judul pertama yaitu :

[باب ما جاء] في [خَلْقِ] رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Yaitu bab yang menyebutkan tentang riwayat-riwayat mengenai ciri-ciri fisik Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam

Pada bab ini penulis akan membawakan sekitar lima belas hadīts yang berkaitan dengan sifat Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam secara fisik, dari tinggi badan, warna, sampai rambut beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Dan Allāh telah menganugrahkan kepada Beliau dengan bentuk fisik yang indah, dan sifat yang sempurna, bahkan Syaikh Islām mengatakan dalam kitāb Al Jawab Ash Shahīh : "Dan fisik Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam merupakan fisik yang sempurna, dan mengumpulkan berbagai keindahan."

Demikian pertemuan pertama kita kali ini, dan pada pertemuan berikutnya in syā Allāh kita akan membahas tentang hadīts-hadīts yang menyebutkan sifat fisik Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Semoga bermanfaat

Akhukum Fillāh, Ratno, di Kantor Bimbingan Islām Yogyakarta

_____________________
🏦 Donasi Dakwah BIAS dapat disalurkan melalui :
🎗 Bank Mandiri Syariah
🥇 Kode Bank : 451
💳 No. Rek : 710-3000-507
🏬 A.N : YPWA Bimbingan Islam

📲 Pendaftaran Donatur Tetap & Konfirmasi Transfer Hanya via WhatsApp ke ;  0878-8145-8000

SWIFT CODE : BSMDIDJA (Luar Negeri)

▪ Format Donasi :  DONASIDAKWAHBIAS#Nama#Nominal#Tanggal

📝 Cantumkan Kode 700 di akhir nominal transfer anda
_____________________


Selasa, 14 Agustus 2018

Keutamaan 10 hari Dzulhijjah, Bagian 2

by Rory Rachmad  |  in Kajian Tematik at  14 Agustus
🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 2 Dzulhijjah 1439 H / 14 Agustus 2018 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., Lc, M.A.
📔 Materi Tematik | Keutamaan 10 hari Dzulhijjah, bagian 2
⬇ Download Audio: bit.ly/Keutamaan-10-hari-Dzulhijjah-2
----------------------------------

*KEUTAMAAN 10 HARI BULAN DZULHIJJAH, BAGIAN 2*


بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليك ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد


Para sahabat BIAS sekalian.

Apa amalan-amalan yang bisa kita lakukan pada sepuluh hari awal bulan Dzulhiijjah?

Diantara amalan yang bisa kita lakukan adalah:

⑴ Melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Melaksanakan ibadah haji dan umrah, bagi yang dimudahkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Sebagaimana sabda Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةَ

"Umrah yang satu dengan umrah berikutnya adalah pelebur dosa (yang dikerjakan) diantara keduanya, dan haji yang mabrūr tiada balasan baginya selain Surga." (Hadīts shahīh riwayat Bukhāri nomor 1773 dan Muslim nomor 1349)

Oleh karena itu, apabila dimudahkan umrah dan haji adalah nikmat yang luar biasa, berada ditanah suci (berkumpul keutamaan tempat, waktu dan amalan).

⑵ Berpuasa

Berpuasa adalah amalan yang luar biasa, sebagaimana disebutkan di dalam hadīts qudsi.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda, Allāh Subhānahu wa Ta'āla  berfirman:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

"Semua amalan anak Ādām adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, karena puasa itu adalah untuk Ku dan Aku yang langsung membalasnya."

Disini Allāh Subhānahu wa Ta'āla menisbahkan pahala puasa (ibadah puasa) adalah untuk Allāh.

√ Allāh Subhānahu wa Ta'āla tidak butuh amalan hamba-Nya,
√ Allāh tidak butuh kebaikan dari hamba-Nya.

Akan tetapi di sini dinisbatkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, menunjukkan bahwa puasa memiliki kedudukan yang sangat agung (sangat luar biasa), sampai-sampai Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang akan membalasnya langsung.

⑶ Memperbanyak shalāt.

Shalāt adalah ibadah dan termasuk rukun Islām kedua, bahkan di akhir hayat Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam Beliau mengatakan, "Shalāt, shalāt."

Dan orang yang melaksanakan shalāt wajib kemudian dia memperbanyak shalāt-shalāt sunnah maka dia akan menjadi wali Allāh.

Dan dalam sebuah hadīts qudsi, Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

ومَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

"Dan senantiasa hamba Ku itu, dia mendekatkan diri kepada Ku, dengan ibadah-ibadah nawāfil (ibadah sunnah) sampai aku mencintainya." (Hadīts riwayat Imām Bukhāri)

Setelah melaksanakan ibadah yang wajib, shalāt tepat waktu, shalāt di masjid bagi laki-laki, kemudian dia memperbanyak ibadah-ibadah sunnah, maka ini akan menyebabkan kecintaan dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

⑷ Memperbanyak takbir, tahmid, tahlil dan dzikir.

Mengucapkan:

√ Allāhu Akbar
√ Alhamdulilāh
√ 'Lā ilāha illallāh
√ Dzikir-dzikir yang lainnya adalah termasuk amalan shālih yang diperintahkan.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam di dalam hadītsnya bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ وَلا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

"Tidak ada hari-hari dimana amalan-amalan shālih yang dilakukan di dalamnya lebih agung di sisi Allāh dan lebih dicintai melainkan sepuluh hari awal bulan Dzulhiijjah. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid." (Hadīts shahīh riwayat Imām Ahmad, dan di shahīhkan oleh Syaikh Al Albāniy rahimahullāh)

⑸ Memperbanyak sedekah.

Dan banyak sekali hadīts-hadīts tentang sedekah.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

 والصَّدقةُ بُرهَانٌ

"Dan sedekah adalah bukti keimanan seseorang kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla."

Dan di sana masih banyak amalan-amalan dan dalilnya yang kita tidak bisa sebutkan satu persatu.

Diantaranya;

√ Banyak membaca Al Qur'ān.
√ Belajar Al Qur'ān.
√ Mengajarkan Al Qur'ān.
√ Taklim.
√ Bermajelis dzikir.
√ Memperbanyak istighfār.
√ Birul walidain
√ Menyambung silaturahim dengan saudara dan kerabat.
√ Menyebarkan salam.
√ Memberi makan kepada orang-orang yang membutuhkan.
√ Amar ma'rūf nahi munkar
√ Menjaga lisan.
√ Menjaga kemaluan.
√ Berbuat baik kepada tetangga.
√ Dan lain sebagainya.

Dari ibadah-ibadah fisik hingga ibadah-ibadah bathin, ibadah yang tampak dan ibadah yang bathin.

Maka para sahabat BiAS.

Perbanyaklah ibadah-ibadah, terutama di sepuluh hari diawal bulan Dzulhiijjah ini. Ini adalah hari-hari yang utama dan hendaknya kita saling berlomba untuk kebaikan, terutama bagi anda sekalian yang berada di tanah suci. Jangan sia-siakan kesempatan ini karena belum tentu akan kembali dua kali.

Karena Allāh Subhānahu wa Ta'āla memberikan kepada kita kesempatan,  berkumpulnya waktu yang utama (10 hari awal bulan Dzulhiijjah) tempat yang mulia (tanah harām) yang dimana amalan dilipat gandakan. Pahala shalāt 100.000 kali dan juga ibadah utama yaitu haji (dhuyufurrahmān).


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

_____________________
🏦 *Donasi Dakwah BIAS* dapat disalurkan melalui :
🎗 *Bank Mandiri Syariah*
🥇 *Kode Bank : 451*
💳 *No. Rek : 710-3000-507*
🏬 *A.N : YPWA Bimbingan Islam*

📲 Pendaftaran Donatur Tetap & Konfirmasi Transfer *Hanya via WhatsApp* ke ;  *0878-8145-8000*

SWIFT CODE : BSMDIDJA (Luar Negeri)

▪ *Format Donasi :  DONASIDAKWAHBIAS#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 *Cantumkan Kode 700 di akhir nominal transfer anda.*


Keutamaan 10 hari Dzulhijjah

by Rory Rachmad  |  in Kajian Tematik at  14 Agustus
🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 1 Dzulhijjah 1439 H / 13 Agustus 2018 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., Lc, M.A.
📔 Materi Tematik | Keutamaan 10 hari Dzulhijjah
----------------------------------

*KEUTAMAAN  10 HARI BULAN DZULHIJJAH*


Bismillahirrahmanirrahim

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillah, wa sholatu wa salamu 'alaa Rasulillah.

Para sahabat BIAS sekalian.

Di antara kenikmatan yang Allāh Subhānahu wa Ta’āla berikan kepada kita adalah kita bisa menemui hari-hari yang mulia, hari-hari yang utama. Hari-hari di mana pahala amalan amalan dilipat gandakan.

Di antaranya adalah kita menemui sepuluh hari awal di bulan Dzulhijjah. Di mana sepuluh hari awal di bulan Dzulhijjah ini adalah hari-hari yang utama sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, dari Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bahwasanya Beliau bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّوَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ، يَعْنِيْ أَيَّامَ الْعَشْرِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ؟ قَالَ: “وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada hari dimana suatu amal shalih lebih di cintai Allah melebihi amal shalih yang dilakukan di hari-hari ini (yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah).”

Para shahabat bertanya:

”Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad di jalan Allah?”

Nabi ٍshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Termasuk lebih utama dibanding jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad) dan tidak ada satu pun yang kembali (ia mati syahid).”

Shahih, HR Al Bukhari (no. 969), Abu Dawud (no. 2438), At Tirmidzi (no. 757), Ibnu Majah (no. 1727) Ad Darimi (II/25), Ibnu Khuzaimah (no.2865), Ibnu Hibban (no.324, At Taliqatul Hisan), At Thahawy dalam Syarh Musykilil Atsar (no.2970), Ahmad (I/224, 239, 346), Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah (no.1125), Abu Dawud Ath Thayalisi dalam Musnad-nya (no.2753), Abdurrazzaq dalam Al Mushannaf (no. 8121), Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (no. 19771), Al Baihaqi (IV/284), dan Ath Thabrani dalam Al Mu’jamul Kabir (no. 12326-12328).

Para sahabat BIAS sekalian...

Oleh karena itu, ini adalah kesempatan yang mulia. Dan kita lihat bahwa sepuluh hari di awal bulan Dzulhijjah adalah yang utama, dimana:

1. Bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla bersumpah atas hari-hari tersebut.

Dan apabila Allāh Subhānahu wa Ta’āla bersumpah atas sesuatu / atas makhluk-Nya, menunjukkan bahwa makhluk tersebut adalah makhluk yang utama, yaitu hari-hari di awal bulan dzulhijjah.

Sebagaimana Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَالْفَجْرِ﴿١﴾وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Demi fajar, demi malam yang sepuluh. [ QS Al Fajr/89:1-2]

"Dan demi malam yang sepuluh," di sini, disebutkan oleh para mufassirin dari kalangan salaf maupun khalaf, di antaranya oleh Imam Ibnu Katsir, bahwasanya itu adalah sepuluh hari awal di bulan Dzulhijjah. Dan ini yang shahih.

2. Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla juga menyebutkan sepuluh hari tersebut adalah "ayyamun ma'lumat" yang berarti hari-hari tertentu yang Allāh Subhānahu wa Ta’āla utamakan.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla sebutkan dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla puji para jama'ah haji.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

...وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ...

…dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan... [QS Al Hajj/22:28]

3. Bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mempersaksikan dan menegaskan sebagai "ayyamul afdhal", hari-hari yang paling mulia yang kita lewati di dunia.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani:

" أفضـل أيـام الدنيـا أيـام العشـر "

Hari-hari yang kita lalui yang paling afdhal adalah sepuluh (sepuluh hari di awal bulan Dzulhijjah). Dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami 1/253 No 1133.

4. Bahwasanya di dalamnya ada hari yang terbaik, yaitu hari Arafah. Di mana hari tersebut adalah "afdhalu yaumin thala'at syamsyu", hari terbaik di mana matahari terbit.

Maksudnya, hari Arafah adalah hari terbaik. Dan juga di hari Arafah di mana semua orang yang berhaji mereka wukuf.

Dan juga berpuasa di dalamnya diberikan pahala berupa diampuninya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Dan keutamaan yang lain yang luar biasa.

Oleh karena itu, sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang terbaik.

Dan kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

اَلْحَجُّ عَرَفَةُ

Haji itu wukuf di Arafah. [ Shahih, HR At Tirmidzi (no. 889) dan lainnya ]

Wukuf adalah rukun di dalam haji.

5. Bahwasanya di dalamnya adalah hari nahr, hari penyembelihan, mempersembahkan kurban kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan ia adalah ibadah yang paling agung, sebagaimana disebutkan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ . قَالَ عِيسَى قَالَ ثَوْرٌ وَهُوَ الْيَوْمُ الثَّانِى.

“Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah yaumun nahr (Hari penyembelihan), kemudian hari yang tinggal."

Isa (rawi hadits) berkata: Tsaur berkata: “Dia (hari yang tinggal) adalah hari yang kedua." [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (1765) dan Ahmad dalam Al Musnad (4/350). Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al Albaniy -rahimahullah- dalam Takhrij Al Misykah (no. 2643)]

6. Bahwasanya di sepuluh hari yang pertama di bulan Dzulhijjah di sana terkumpul "ummahatul 'ibadah", ibadah-ibadah yang agung, ibadah-ibadah yang pokok :

- ada haji
- ada umrah
- ada puasa
- ada dzikir
- ada ibadah fisik, berupa shalat
- ada ibadah batin
- ada sedekah
- ada berkurban
- dan lain sebagainya.

Para sahabat BIAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Oleh karena itu, jangan kita lewatkan kesempatan ini, apalagi jika kita berasa di tanah suci Makkah Al Mukarramah, pahalanya luar biasa.

Berkumpul keutamaan waktu, dan berkumpul pula keutamaan tempat. Terlebih apalagi bagi yang menjalankan ibadah haji. Ini adalah "duyufurahman" (tamu--tamu Allah Subhanahu wa Ta'ala).

Wa shalatu 'alaa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa alihi wa salim

Wa akhiru da'wana 'anil hamdulillahirabbil 'alamin.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

_________________________
🏦 *Donasi Dakwah BIAS* dapat disalurkan melalui :
🎗 *Bank Mandiri Syariah*
🥇 *Kode Bank : 451*
💳 *No. Rek : 710-3000-507*
🏬 *A.N : YPWA Bimbingan Islam*

📲 Pendaftaran Donatur Tetap & Konfirmasi Transfer *Hanya via WhatsApp* ke ;  *0878-8145-8000*

SWIFT CODE : BSMDIDJA (Luar Negeri)

▪ *Format Donasi :  DONASIDAKWAHBIAS#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 *Cantumkan Kode 700 di akhir nominal transfer anda..*



Senin, 23 Juli 2018

Durusul Lughoh Al-Arobiyyah JILID III

by Rory Rachmad  |  in Durus Lughah III at  23 Juli
pengajar : Ustadz Mas’ud Mahmud, Lc

Kitab yang digunakan dalam pelajaran bahasa Arab ini adalah Duruusul Lughah Lighairin Naatiqiina bihaa (دروس اللغة العربية لغير الناطقين بها), jilid ke-3

Download kitabnya dulu, Klik disini


Halaman 127 – Latihan 4

Halaman 127 – Latihan 5

Halaman 128 – Latihan 5

Halaman 128 – Latihan Lanjutan

Halaman 128 – 129

Halaman 130

Halaman 130 – Latihan

Halaman 132 Pelajaran 16

Halaman 134 Pelajaran 16

Pelajaran 16

Pelajaran 16 Bagian 2

Pelajaran 16 Bagian 3

Pelajaran 16 Bagian 4


Durusul Lughoh Al-Arobiyyah JILID II

by Rory Rachmad  |  in Durus Lughah II at  23 Juli
pengajar : Ustadz Hamzah Abbas, Lc dan Ustadz Mas’ud Mahmud, Lc

Kitab yang digunakan dalam pelajaran bahasa Arab ini adalah Duruusul Lughah Lighairin Naatiqiina bihaa (دروس اللغة العربية لغير الناطقين بها), jilid ke-2

Download kitabnya dulu, Klik disini

Halaman 173 – Dars 26
Halaman 177 – Dars 26 Latihan 4
Halaman 177 – Dars 26 Latihan 7
Halaman 178 – Dars 26
Halaman 180 Latihan 2 – Dars 27
Halaman 184 Latihan 5 – Dars 27
Halaman 185 – Dars 27
Halaman 185 – Dars 27 Latihan 11
Halaman 186 – Dars 27 Latihan 14
Halaman 187 – Dars 27 Latihan 19
Halaman 188 – Dars 27 Latihan 22
Halaman 189 – Dars 27 Latihan 25
Halaman 190 – Dars 27 Latihan 28
Halaman 190 – Dars 27 Latihan 31
Halaman 191 – Dars 27 Latihan 34
Halaman 194 – Dars 27 Latihan 2
Halaman 195 – Dars 27
Halaman 196 – Dars 27
Halaman 197 – Dars 27

Sebelumnya...



Rabu, 18 Juli 2018

Bagaimana Para Salaf Menyambut Bulan Ramadhan bagian 04

by Rory Rachmad  |  at  18 Juli
🌍 BimbinganIslam.com
Jum'at, 11 Sya’ban 1439 H / 27 April 2018 M
👤 Ustadz Fauzan S.T., Lc, M.A.
📔 Materi Tematik | Bagaimana Para Salaf Menyambut Bulan Ramadhan bagian 04
⬇ Download Audio: BiAS-UFz-Tematik-MenyambutRamadhan-04
----------------------------------

*BAGAIMANA PARA SALAF MENYAMBUT BULAN RAMADHĀN, BAGIAN 04*


بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām dan kaum muslimin yang berbahagia.

Kita masih membahas tentang bagaimana para salaf di dalam Ramadhān mereka.

Para salaf juga menjadikan Ramadhān sebagai madrasah untuk membiasakan diri untuk menghilangkan penyakit-penyakit kebakhilan, membiasakan diri menjadi orang yang penuh dengan kedermawanan.

Di bulan Ramadhān para salaf memperbanyak shadaqāh, memperbanyak infāq, mereka bersegera di dalam kebaikan-kebaikan. Membantu saudara-saudaranya baik yang dikenal maupun tidak dia kenal.

Dalam sebuah hadīts yang diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbās radhiyallāhu
Ta'āla 'anhu, beliau mengatakan:

كَانَ رسوالله صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وكان أَجْوَدُ مَا يَـكُوْنُ فِـيْ رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِـيْ كُـّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَـيُـدَارِسُهُ الْـقُـرْآنَ، فَلَرَسُوْلُ اللّٰـهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْـخَيْـرِ مِنَ الِرّيْحِ الْـمُرْسَلَةِ

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dan lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhān. Ketika Jibrīl alayhissallām bertemu dengannya, jibrīl menemuinya setiap malam Ramadhān untuk saling mempelajari Al Qur'ān, sungguh, Rasūlullāh  shallallāhu 'alayhi wa sallam lebih dermawan daripada angin yang berhembus." (Hadīts shahīh riwayat Bukhāri dan Muslim)

Dan di dalam riwayat Ahmad ada tambahan:

لَا يُسْأَلُ عَنْ شَيْءٍ إِلَّا أَعْطَاهُ

"(Pada saat bulan Ramadhān) Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak pernah di minta segala sesuatu apapun kecuali pasti memberikan."

✎ Berkata Imām Adz Dzahabi rahimahullāh:

وبلغن أن حمادا بن أبي سليمان كان ذا دنيا متسعة، وأنه كان يفطر في شهر رمضان خمسمائة إنسان ، وأنه كان يعطيهم بعد العيد لكل واحد مائة درهم

"Bahwasanya sampai pada beliau seorang shālih yang bernama Hamād ibni Abī Sulaimān, beliau adalah orang kaya. Dibukakan dunia untuk dia dan beliau senantiasa memberikan makan 500 orang yang berbuka di bulan Ramadhān. Dan beliau senantiasa memberi pada hari 'Ied hari di mana kaum muslimin berbahagia setiap orang diberi 100 Dirham."

✎ Imām Hasan Al Basri rahimahullāh:

يقول الحسن :-
إن الله جعل شهر رمضان مضمارا لخلقه يستبقون فيه بطاعته إلى مرضاته فسبق قوم ففازوا وتخلف آخرون فخابوا فالعجب من اللاعب الضاحك فى اليوم الذى يفوز فيه المحسنون ويخسر فيه المبطلون

Berkata Imām Hasan Al Basri rahimahullāh:

"Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjadikan Ramadhān sebagai tambang bagi hamba-hambanya. Dimana pada bulan tersebut orang-orang berlomba-lomba dengan ketaatan mengharapkan keridhāan Allāh.

Maka ada sekelompok kaum yang mereka berlomba dan memenangkan perlombaan tersebut dan sekelompok kaum yang dia tertinggal dibelakang dan dia rugi.

Maka sangat mengherankan bagi orang-orang yang senantiasa bermain-main, tertawa-tawa di bulan Ramadhān, di mana pada bulan tersebut orang-orang yang berbuat baik, taat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla mereka memenangkan perlombaan ini. Dan juga orang-orang yang dia tidak berbuat ketaatan senantiasa berbuat kesia-siaan, dia merugi.”

Oleh karena itu, begitulah keadaan para salaf, sekelumit kecil kehidupan para salaf di bulan Ramadhān. Mereka menjadikan bulan Ramadhān sebagai tambang untuk bisa menambang emas dan perak, menambang pahala untuk dipersembahkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla agar mendapatkan keridhāan dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Oleh karena itu hendaklah kita berusaha berbuat seperti mereka, berlomba-lomba di dalam kebaikan menyambut Ramadhān, melaksanakan amal-amal ibadah dengan sebaik mungkin di bulan Ramadhān.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengampuni dosa-dosa kita semua dan menjadikan kita orang yang beruntung mendapatkan kemulian bulan Ramadhān.


وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

_____________________
🏡 *Donasi Markas* Dakwah dapat disalurkan melalui :
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer *Hanya Via WhatsApp* & Informasi ;  0811-280-0606
SWIFT CODE : BSMDIDJA

▪ *Format Donasi : Markas Dakwah#Nama#Nominal#Tanggal*

📝 *Cantumkan Kode 25 di nominal transfer anda..*

Contoh : 100.025
_____________________



Proudly Powered by Abu Uwais.