Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata : Al musalsal yaitu : hadits yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan -seperti bersumpah dengan nama Allah- atau dalam bentuk keadaan -seperti meriwayatkan hadits dalam keadaan berdiri- atau dalam bentuk perbuatan -seperti tersenyum selepas meriwayatkan hadits-. (At Ta’liqat al Atsariyah [26])

Sabtu, 10 Juni 2017

Maraih Ampunan Di Bulan Ramadhan Bagian 5

by Rory Rachmad  |  in Kajian Tematik at  10 Juni

🌍 BimbinganIslam.com
Sabtu, 23 Sya'ban 1438 H / 20 Mei 2017 M
👤 Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc
📔 Materi Tematik | Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan (Bagian 5 dari 5)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Tmk-AYBS-MeraihAmpunan-05
🌐 Sumber: https://youtu.be/po6W3TBbsqE
-----------------------------------

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله نبينا محمد و آله و صحبه ومن وله


Kemudian di antara sebab ampunan di bulan Ramadhān, yaitu:

⑺ Mencari malam Lailatul Qadr

Malam Lailatul Qadr merupakan malam yang sangat mulia, malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla  mengatakan:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

"Malam Lailatul Qadr lebih baik daripada 1000 bulan." (QS Al Qadr: 3)

Kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إَيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Siapa yang bangun di malam Lailatul Qadr karena imān dan berharap pahala maka akan diampuni dosanya yang telah lalu." (Hadīts Riwayat Bukhāri 2014 dan Muslim 760)

Maka marilah kita mencari malam Lailatul Qadr.

Karena beribadah di satu malam itu sama dengan 83 tahun lamanya.

Inilah amalan-amalan yang Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam sebutkan akan menggugurkan dosa. Dan ternyata amalan itu ada pada bulan Ramadhān.

3 amalan:

⑴ Puasa
⑵ Sedekah
⑶ Shalāt malam

3 amalan ini seringkali Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam sebutkan keutamaannya di antaranya hadīts Mu'ādz bin Jabbal.

Kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَـى أَبْوَابِ الْـخَيْرِ ؟

"Hai Mu'ādz maukah aku tunjukkan kamu kepada pintu-pintu kebaikan?"

Kata Mu'ādz, "Mau, wahai Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam"

Kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

 الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْـخَطِيْئَةَ كَمَـا يُطْفِئُ الْـمَـاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِـيْ جَوْفِ اللَّيْلِ

"Puasa itu tameng dan sedekah itu bisa memadamkan dosa, sebagaimana air memadamkan api dan shalātnya seseorang di waktu malam." (Hadīts Riwayat Tirmidzi nomor 2616)

⇒ Ternyata 3 amalan ini adalah pintu-pintu kebaikan.

Maksudnya pintu-pintu kebaikan, artinya 3 amalan ini membuka pintu kebaikan yang banyak.

Dalam hadīts yang lain Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرْفًا يُرَى ظَاهِرُهَـا مِنْ بَاطِنِهَا وَبَاطِنِهَا مِنْ ظَاهِرِهَا، أَعَدَّهَا اللهُ تَعَالَى لِمَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَلاَنَ الْكَلاَمَ، وَأَدَامَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ.

“Sesungguhnya di dalam Surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya terlihat dari dalam dan bagian dalamnya terlihat dari luar. Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyediakannya bagi orang yang suka memberi makan, melunakkan perkataan, senantiasa berpuasa, dan shalat malam pada saat manusia tidur.” (Shahīhul Jaami’ush Shaghīr nomor 2123)

Ternyata ketiga amalan ini ada di bulan Ramadhān.

Ini merupakan kesempatan emas, bulan Ramadhān ini merupakan bulan yang mudah sekali kita mendapatkan ampunan dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Semoga kita diberi ampunan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Lalu apa ustadz tandanya orang yang mendapat ampunan Allāh?

⇒Kalau secara Fisik tidak ada cirinya.

Orang yang mendapat ampunan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla setelah Ramadhān dia lebih bertaqwa.

Karena Allāh Ta'āla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Wahai orang-orang yang berimān, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa." (QS Al Baqarah: 183)

Rupanya tujuan puasa itu taqwa, berarti orang yang puasanya tidak menimbulkan ketaqwaan, berarti puasanya tanda tanya besar, berarti belum mendapatkan ampunan dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Tapi ketika puasa itu menimbulkan ketaqwaan setelah Ramadhān,

√ Semakin rajin shalāt malam.
√ Semakin rajin shadaqah.
√ Semakin takut kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
√ Semakin menjadi orang yang bergegas kepada kebaikan.

Itu tanda Allāh Subhānahu wa Ta'āla  menerima ibadah kita.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla  berfirman:

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

"Sesungguhnya Allāh hanya menerima ibadah dari orang yang bertaqwa saja." (QS Al Mā'idah: 27)

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla  memberikan kita ketaqwaan hati.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla  menjadikan Ramadhān ini mendapatkan ampunan dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan memberikan kemudahan untuk menyempurnakan bulan Ramadhān. Āmīn Yā Rabbal'alamīn.


السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
__________
◆ Mari bersama mengambil peran dalam dakwah...
Dengan menjadi Donatur Rutin Program Dakwah & Sosial Cinta Sedekah

1. Pembangunan & Pengembangan Rumah Tahfizh
2. Support Radio Dakwah dan Artivisi
3. Membantu Pondok Pesantren Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Indonesia
4. Operasional Dakwah & Kegiatan Sosial

Silakan mendaftar di :
http://cintasedekah.org/ayo-donasi/

Hidup Berkah dengan Cinta Sedekah
🌎 www.cintasedekah.org
👥 https://web.facebook.com/gerakancintasedekah/
📺 youtu.be/P8zYPGrLy5Q
----------------------------------------


gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.