Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata : Al musalsal yaitu : hadits yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan -seperti bersumpah dengan nama Allah- atau dalam bentuk keadaan -seperti meriwayatkan hadits dalam keadaan berdiri- atau dalam bentuk perbuatan -seperti tersenyum selepas meriwayatkan hadits-. (At Ta’liqat al Atsariyah [26])

Jumat, 21 Juli 2017

HSI 08-02 Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul

by Rory Rachmad  |  in HSI 08 at  21 Juli

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول لله و على آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang kedua dari Silsilah Beriman Kepada Rasul Allāh  adalah Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul

Dalil-dalil menunjukkan perbedaan antara Nabi dan Rasul. Allāh berfirman :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ

“Dan tidaklah kami mengutus seorang Rasul dan tidak pula seorang nabi sebelum engkau (wahai Muhammad) melainkan apabila dia mempunyai sesuatu keinginan Syaitan pun memasukkan godaan² kedalam keinginannya tersebut (Surat Al-Hajj 52)

Ayat diatas menunjukkan bahwa Rasul berbeda dengan Nabi.

Ada ulama yang mengatakan bahwa Rasul diberi wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan sedangkan Nabi diberi wahyu tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan namun ini adalah pendapat yang lemah karena ternyata dalil menunjukkan bahwa Nabi juga diutus dan diperintah menyampaikan wahyu sebagaimana Firman Allāh

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ

“Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi kecuali apabila dia berkeinginan maka syaitan memasukkan godaan²nya kedalam keinginannya tersebut” (Surat Al-Hajj 52)

Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang Rasul dan tidak pula seorang Nabi ini menunjukkan bahwa Nabi Juga diutus berarti dia diperintah untuk menyampaikan.

Demikian pula didalam hadits Rasulullãh ﷺ bersabda :

عُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ وَمَعَهُ الرُّهَيْطُ وَالنَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلَانِ وَالنَّبِيَّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ

Ditampakan kepadaku umat², maka aku melihat seorang Nabi bersama beberapa orang & aku melihat seorang Nabi bersama satu dan dua orang dan seorang Nabi & tidak seorang pun yang bersama beliau  (HR Al Bukhâri dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi juga diperintahkan untuk berdakwah dan menyampaikan risalah.

Dari sekian banyak pendapat Tentang perbedaan antara Nabi dengan Rasul pendapat yang lebih dekat insyaa Allah adalah pendapat yang mengatakan

Bahwa Nabi adalah Orang yang Allāh berikan wahyu diperintahkan untuk menyampaikan syariat sebelumnya dan diutus kepada kaum yang sudah mengetahui syariat tersebut

Dan inilah pendapat yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah & Syaikh Muhammad Al Amin an Sikity semoga Allāh merahmati keduanya. Diantara dalilnya adalah firman Allāh

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا…

“Sesungguhnya kami telah menurunkan Taurat didalamnya petunjuk & cahaya yang para Nabi yang menyerahkan diri menghukumi dengan Taurat tersebut bagi orang-orang Yahudi  (Surat Al-Ma’idah 44)

Di dalam ayat ini Nabi Bani Israel mereka menyampaikan syariat Nabi Musa yang ada ditangan Taurat.

Adapun pengertian Rasul secara syariat mereka adalah orang yang Allāh beri Wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan syariat yang baru & diutus kepada kaum yang menyelisihi perintah Allāh

itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Peserta HSI
copy-right 2017

gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.