Al Imām Az Zuhriy rahimahullāh ta'āla: في علم المغازي علم الآخرة و الدنيا "Dalam ilmu sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ada ilmu akhirat dan ilmu dunia."

Sabtu, 29 Juli 2017

Halaqah - 16 Penjelasan Kaidah Yang Kedua Bagian 5

by Rory Rachmad  |  in HSI-NI at  29 Juli


Halaqah yang ke-16, Penjelasan Kitab Nawaqidhul Islam karangan Asy-Syaikh Muhammad Ibnu Abdul Wahab at Tamimi rahimahullah

Demikian pula Allah mengabarkan dengan lisan Nabi-Nya bahwasanya para Nabi dan Rasul

أحياء في قبورهم يصلون

Para nabi dan rasul mereka hidup di dalam kuburan mereka dalam keadaan (يصلون ) dalam keadaan mereka shalat kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

Para Nabi dan Rasul hidup di alam Barzakh, akan tetapi kehidupan mereka berbeda dengan kehidupan kita di dunia, kehidupan yang lebih sempurna dari pada kehidupan para syuhada dari pada kehidupan manusia yang lain.

Sekali lagi kehidupan mereka lain dengan kehidupan kita. dan mereka tidak mendengar dan tidak melihat apa yang terjadi di sini, tidak mengharuskan bahwasanya orang yang hidup di alam yang lain dia mendengar apa yang terjadi di alam yang lain.

Dia hidup dan kita hidup di sini tetapi dia hidup di alam yang lain (di alam barzakh) sedangkan kita di alam dunia, dan tidak ada keharusan dia mendengar apa yang kita lakukan di sini. Sebagaimana kita disini sama-sama di alam dunia, kita hidup dan orang yang di mekkah juga hidup akan tetapi tidak ada keharusan mereka mendengar apa yang kita ucapkan sekarang disini, padahal mereka hidup dan sama-sama di alam dunia, bagaimana dengan yang hidup di alam yang lain.

Demikian pula seorang bayi yang ada di dalam perut ibunya, dia dalam keadaan hidup tetapi dia berada di alam yang lain, di alam rahim dan tidak ada keharusan meskipun dia hidup mendengar apa yang kita ucapkan yaitu orang yang sudah lahir didunia. Sama-sama hidup tetapi tidak ada keharusan saling mendengar satu dengan yang lain, demikian pula para Nabi dan rasul orang-orang yang shalih, mereka hidup di alam kuburnya akan tetapi tidak ada keharusan mereka mendengar apa yang kita ucapkan.

إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ

“Kalau kalian meminta kepada mereka (berdoa kepada mereka) niscaya mereka tidak mendengar apa yang kalian ucapkan” (Fathir : 14)

Ini adalah kabar dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى kabar dari Allah bahwasanya mereka tidak mendengar apa yang kita ucapkan.

وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ

“Seandainya mereka mendengar sekalipun (مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ ۖ ) niscaya mereka tidak akan bisa meng-ijabahi /mengabulkan doa seseorang”.

Seandainya mereka bisa mendengar tidak bisa meng-ijabahi, lalu untuk apa seseorang berdoa kepada mereka, seandainya mereka mendengar pun tidak bisa mereka mengabulkan. Jadi mereka hidup di alam Barzakh tidak mengharuskan mereka mendengar apa yang kita ucapkan.

Beda antara orang yang shalih dalam keadaan hidup bersama kita di dunia dengan orang yang shalih yang sudah meninggal dunia. Apabila orang yang shalih tersebut didunia hidup bersama kita, berada di dekat kita, mendengar ucapan kita boleh kita meminta doa darinya namun apabila sudah meninggal dunia maka tidak halal /tidak boleh kita meminta kepada orang shaleh tersebut, meskipun hanya meminta doa.

Rasulullah ﷺ membedakan antara beliau dalam keadaan hidup dan beliau dalam keadaan meninggal dunia. Dalam keadaan hidup beliau bisa mendoakan tapi ketika beliau sudah meninggal dunia maka beliau tidak bisa mendoakan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari di dalam kitabul mardha, 'Aisyah radhiyallahu 'anha ketika beliau sakit kepala dan mengatakan

وَارَأْسَـاه

Kalau dalam bahasa Indonesia kurang lebih “aduh sakit kepalaku” demikian beliau mengatakan ( وَارَأْسَـاه)

Kemudian Rasulullãh ﷺ mendengar ucapan Aisyah dan dia merasakan sakit dikepalanya

Rasulullah ﷺ bersabda

ذاك لو كان وأنا حي فأستغفر لك وأدعو لك

“Wahai Aisyah seandainya itu terjadi (yaitu) seandainya engkau sakit dan sakitmu ini menjadikan engkau meninggal dunia (menjadi sebab engkau meninggal dunia sebelum aku), seandainya itu terjadi (وأنا حي) dan aku dalam keadaan masih hidup (فأستغفر لك وأدعو لك) niscaya aku akan memohonkan ampun untukmu dan niscaya aku akan mendoakan kebaikan untukmu”

 Ini adalah ucapan Rasulullah ﷺ dimana beliau membedakan antara beliau dalam keadaan hidup dan beliau dalam keadaan meninggal dunia. Seandainya beliau masih hidup niscaya bisa mendoakan, tapi kalau beliau sudah meninggal dunia maka beliau tidak bisa mendoakan dan tidak bisa memohonkan ampun untuk orang lain bahkan kepada istrinya sendiri tidak bisa. Ini adalah hiburan Rasulullah ﷺ kepada 'Aisyah

“selama aku masih hidup, niscaya aku akan mendoakan kebaikan untukmu”

*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy


kepada Anggota HSI dilarang menyebarkan transkrip ini di Group HSI yang sedang berjalan

gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.