Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah berkata : Al musalsal yaitu : hadits yang setiap perawinya saling mengikuti di dalam suatu sifat tertentu, baik dalam bentuk ucapan -seperti bersumpah dengan nama Allah- atau dalam bentuk keadaan -seperti meriwayatkan hadits dalam keadaan berdiri- atau dalam bentuk perbuatan -seperti tersenyum selepas meriwayatkan hadits-. (At Ta’liqat al Atsariyah [26])

Senin, 19 Februari 2018

HSI 09 - 19 Makna Ucapan Rasulullãh ﷺ “Kejelekan Tidak Kepadamu

by Rory Rachmad  |  in HSI 09 at  19 Februari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين


Halaqah yang Ke-19 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh "Makna Ucapan Rasulullãh ﷺ “Kejelekan Tidak Kepadamu” 

Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang menciptakan segala sesuatu yang bermanfaat maupun yang memudhoroti, yang baik maupun yang buruk. Adapun sabda Nabi ﷺ didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim

والشر ليس إليك 

” Dan kejelekan tidak di sandarkan kepadamu”

Maka hadits ini tidak menunjukkan bahwa kejelekan tidak dicipta oleh Allāh. Para ulama telah menjelaskan bahwa makna hadits ini :

1. Ini adalah bentuk adab kita kepada Allāh ajja wajalla. Tidak boleh kita berkata “wahai Yang Menciptakan kejelekan” / “Wahai Pencipta Babi”. Meskipun Allāh Subhānahu wa Ta’āla Dia-lah Yang Menciptakan itu semua.

2. Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak menciptakan secara murni kejelekan. Kejelekan yang Allāh ciptakan pasti ada hikmahnya, dilihat dari sisi hikmah inilah kejelekan yang menimpa manusia tersebut adalah baik dipandangan Allāh 'azza wa jalla, maka tidak boleh disandarkan kejelekan kepada Allāh 'azza wa jalla.

Misalnya Allāh mentakdirkan rezeki ada diantara manusia yang diluaskan rezekinya dan ada yg disempitkan, disempitkan dengan hikmah dan di luaskan dengan hikmah.

Diantara hikmah di sempitkan rezeki seseorang adalah supaya dia tidak berlebihan di dunia supaya dia banyak berdoa dan mendekatkan diri kepada Allāh dan diantara hikmahnya adalah supaya terjadi saling membutuhkan antara orang yang kaya dan orang yang miskin.

3. Ada diantara ulama yang mengatakan bahwa makna ucapan Nabi ﷺ “kejelekan tidak di sandarkan kepadamu” maksudnya tidak boleh bertaqarrub kepada Allāh dengan kejelekan.

4. Ada diantara Ulama yang mengatakan bahwa maknanya kejelekan tidak akan sampai kepada Allāh, tetapi kebaikan itulah yang akan sampai kepada Allāh. Penyandaran kejelekan didalam dalil tidak dilakukan secara khusus kepada Allāh tetapi terkadang dengan Penyandaran umum , seperti firman Allāh 'azza wa jalla :

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ… 

“Allāh Yang Menciptakan segala sesuatu” (Az-Zumar 62)

Dan terkadang disandarkan kejelekan tersebut kepada penyebabnya, sebagaimana firman Allāh :

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Dari kejelekan apa yang dia ciptakan”. (Al-Falaq 2)

Terkadang Allāh Subhānahu wa Ta’āla menggunakan kalimat pasif, sebagaimana firman Allāh:

وَأَنَّا لَا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَنْ فِي الْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا

“Dan sesungguhnya kami (bangsa Jin) tidak mengetahui apakah kejelekan yang diinginkan terhadap penduduk bumi ataukah Rabb mereka menginginkan bagi penduduk bumi kebaikan” (Al-Jinn 10)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah
*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy


kepada Anggota HSI dilarang menyebarkan transkrip ini di Group HSI yang sedang berjalan

gunakan https://www.roryrachmad.net (jika tidak bisa buka halaman)
Proudly Powered by Abu Uwais.